Hari Solidaritas 

Internasional Bagi Rakyat Palestina

Internasional

Rusuh AS Gegara Rasis Perlakuan Tak Adil
Image:ist















AS,Satgasnas- Peristiwa yang menimpa George Floyd tengah dibicarakan masyarakat dunia. Ia meninggal dunia karena menerima perlakuan 'bernuansa rasisme. Masalahnya George Floyd tewas setelah mengalami kekerasan yang dilakukan oleh polisi di Minneapolis, Amerika Serikat.

Awalnya, seorang kasir menelepon polisi karena bermasalah dengan seorang konsumen, yang tak lain adalah George.

Diduga masalahnya George menggunakan kupon yang sudah kadaluarsa, tapi ada juga kabar yang beredar jika ia menggunakan uang palsu.

Taklama kemudian, George  didatangi sekelompok polisi dan membawanya keluar.

Akhirnya, Video George Floyd dan sekumpulan polisi tersebut beredar di sosmed menjadi viral. Terlihat jelas jika George Floyd menurut dan mengikuti perintah dari polisi tanpa melawan. Hingga polisi bernama Derek Chauvin melakukan hal tak terduga.

Derek menyekapnya George Floyd dengan lututnya di aspal. Jelas saja Floyd tidak bisa bernapas hingga akhirnya terkulai lemas. Mati.

Dan alhasil kabar itu beredar cepat. Aksi demonstrasi bertubi-tubi terjadi di mana-mana, kerusuhan demonstrasi kasus George Floyd hingga Sabtu (30/5/2020) siang WIB.

Rusuh 'Membara di Amerika Serikat: Aksi Penjarahan Terjadi

Seorang pengunjukrasa memukulkan skateboardnya ke jendela sebuah restoran di pusat kota Los Angeles, Sabtu (30/5/2020). Amerika Serikat yang dilanda kerusuhan hebat, pasca meninggalnya George Floyd. dalam sebuah penangkapan.

Gelombang rusuh di Amerika Serikat pascakematian warga Afrika-Amerika, George Floyd di tangan polisi belum surut. Dalam hal ini kerusuhan telah menjalar ke sejumlah kota di negara bagian Amerika Serikat. Seperti dilansir tribunnews.com.

Bahkan Kematian George Floyd di AS Merembet ke Eropa.
Image:ist/mujiyat.channel
Rupanya protes terhadap kematian George Floyd, pria kulit hitam Amerika berusia 46 tahun di Minneapolis semakin meluas.

Kali ini ratusan orang di London dan Berlin juga turun ke jalan pada hari Minggu (31/5) dalam solidaritas terhadap demonstrasi yang terjadi di AS.

Pasalnya, issue rasial menyeruak dan para demonstran menuntut keadilan atas kematian pria tanpa senjata yang tewas di kaki polisi kulit putih di Minneapolis.

Ternyata, hingga saat ini kerusuhan tak kunjung usai. Dikutip dari detikfinance, Rusuh di AS Tak Kunjung Usai, Harga Emas Dunia Melonjak.

Harga emas dunia kembali menguat pada perdagangan Senin (1/6/2020). Emas diperdagangkan di kisaran US$ 1.736,06/troy ons, menguat 0,64% di pasar spot, melansir data Refinitiv, pada perdagangan sore sekitar pukul 16.28.

Mengutip hasil riset CNBC Indonesia, secara fundamental penguatan emas pada hari ini juga terjadi akibat kerusuhan yang terjadi di Amerika Serikat (AS).

Akibatnya lima negara bagian Texas, Ariozona, Georgia, Missouri dan Minnesota menyatakan status darurat. (bbs/ist/ds)