Konser Kanye West di Jakarta Memberikan Dampak Ekonomi Besar

Tokoh ETLE Sambodo Purnomo Yogo Menjabat Waastamarena Kapolri

Kali Harun Menyempit hingga 1 Meter, Tri Adhianto Targetkan 380 Meter Ditangani Akhir…

Operasi Patuh 2026 Digelar Korlantas Polri Mulai 26 Oktober Hingga 8 November

Jajaran Kejaksaan Alami Perombakan - Jaksa Agung Terbitkan SK Mutasi Pejabat…

Asep Surya Atmaja Resmi Jadi Bupati Bekasi Sisa Masa Jabatan 2025-2030

Tegas Batalkan Agenda, MUI Tolak Konser Andrea Bocelli

Kakorlantas Santuni Anak Yatim dan Gelar Doa Bersama dalam Rangka Ikhtiar Spiritual

Ajudan Gubernur Rudy Mas'ud Minta Maaf Terkait Menyenggol Pendemo

DLH Kota Bekasi Tangani Bangkai Ikan Sapu-Sapu di Kali Bekasi, KP2C Sampaika…

BERANDA



SatgasnasNews ©
SatgasnasNews ©
Google
Konser Kanye West di Jakarta Memberikan Dampak Ekonomi Besar

Tokoh ETLE Sambodo Purnomo Yogo Menjabat Waastamarena Kapolri

Kali Harun Menyempit hingga 1 Meter, Tri Adhianto Targetkan 380 Meter Ditangani Akhir…

Operasi Patuh 2026 Digelar Korlantas Polri Mulai 26 Oktober Hingga 8 November

Jajaran Kejaksaan Alami Perombakan - Jaksa Agung Terbitkan SK Mutasi Pejabat…

Asep Surya Atmaja Resmi Jadi Bupati Bekasi Sisa Masa Jabatan 2025-2030

Tegas Batalkan Agenda, MUI Tolak Konser Andrea Bocelli

Kakorlantas Santuni Anak Yatim dan Gelar Doa Bersama dalam Rangka Ikhtiar Spiritual

Ajudan Gubernur Rudy Mas'ud Minta Maaf Terkait Menyenggol Pendemo

DLH Kota Bekasi Tangani Bangkai Ikan Sapu-Sapu di Kali Bekasi, KP2C Sampaika…

Demo Gejolak Harga Francis Disebut Presiden Emmanuel Macron Akibat Dampak Pera…

Konser Guns N’ Roses Akan Mengguncang, 9 Dewa Gitar Indonesia Sebagai Penampil…

Sekolah Rakyat Kota Bekasi Gelar Open House, Menteri Sosial Apresiasi Kreativitas…

Kontroversi Dampak Karhutla : Asap dan Oksigen

Wawali Harris Bobihoe Tinjau Kopdes Merah Putih : Harga Lebih Murah

MEMOAR : DICARI WARTAWAN PLUS

Perkuat Sinergi Ulama dan Polri: Kapolri Silaturahmi dengan Habib Umar bin Hafidz

Gatot Heroe Hernanda Ngaku Terima Uang Rp3,25 M dan Sudah Mengembalikan ke KPK

Wawali Harris Bobihoe Buka Kompetisi Sains, Seni, Dan Olahraga Siswa

Kerja Sama BSI-BPJS Kesehatan untuk Perkuat dan Mendukung Ekosistem…

Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto Pimpin Sertijab di Mabes Polri

Wali Kota Bekasi Resmikan Taman Rinjani di Harapan Jaya, Ruang Terbuka Untuk…

3 Tersangka Baru Ditetapkan Polisi dalam Kecelakaan Maut Kapal Virgo Transport

Tri Adhianto Dukung Kerja Sama Pemprov Jabar, Warga Bisa Berobat di RS Jaringan…

PWI Bekasi Raya Kecam Dugaan Pengusiran Wartawan oleh Kepala DLH

Transera Waterpark - FPP Kabupaten Bekasi, Teken MoU Wisata Edukasi Sejarah Islam

Menko Bidang PM, Cak Imin Sebut Vida Role Model, Wali Kota Bekasi Siapkan Perluas…

Guru Besar Prof. Dr. H. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., Menjabat Kapolda Metro Jaya

Tolak Sodetan Baru ..."

FORKABI Kota Tangerang Gelar Musda V, H. Dadang Andriani, S.T dan Saipul Basr…


PM Gatra Mengetuk Pintu DPR Temui Fraksi PKS Terkait DOB

Donasi Bencana NTT Capai Rp2,1 Miliar, Wali Kota Bekasi Apresiasi Kepedulian Dan…

Rekam Jejak Kolaborasi Antar-BUMN, PNRI Sukses Produksi Jutaan Buku Tabungan

Polres Metro Depok Menggelar Sertijab: Sejumlah Pejabat Utama dan Kapolsek…

Banjir Dukungan Rencana Walikota Ngantor di RW, Ketua RW: Ini Moment yang Harus…

Indonesia Jadi Tuan Rumah IAWP 2026 Dihadiri 450 Polisi Wanita dari 43 Negara

WALHI Ungkap 52 Korporasi Afiliasi Malaysia dan Singapura Terindikasi Kuat Terlibat…

Calon Sekda Harus Bisa Cegah Korupsi

DPPKB Kota Bekasi Raih Lima Penghargaan Tertinggi Program Pengendalian…

Mengetuk Pintu DPR : PM Gatra Menemui Fraksi PKS

Wali Kota Bekasi bersama Polres Metro Bekasi Kota Gelar Doa Bersama Peringati HUT…
 
PNM Peduli Cabang Bekasi Berikan Sarana Prasarana untuk Support Pelatihan…
 
Di Hari Bhayangkara ke-80 Polri Menegaskan Komitmennya Mendukung…
 
Kreativitas Kepala Daerah Menentukan Masa Depan DOB: Mengubah Kekayaan…
 
Transformasi Mizuda Jadi Inspirasi Walikota Bekasi Mengembangkan…
 
Kecelakaan Truk Picu Kemacetan di Simpang Unisma Bekasi
 
Sugeng Teguh Santoso IPW
 
Dampingi Ketua MPR RI, Wawali Harris Bobihoe Sampaikan Peran Strategis…
 
Menggeser Narasi Perjuangan Dari Pemekaran Daerah Menjadi Kesejahteraan…
 
Forum Grup Discusion di Puskesmas Seroja, Kelurahan Harapanjaya, Bekasi Utara…
 
Plh Walkot Harris Bobihoe Bahas Solusi Persampahan dan Tindak Tegas Oknum…
 
Garut Utara Benar-benar Siap Lepas Landas
 
Detasemen K-9 Baharkam Polri Kawal CFD Margonda Depok Hingga Aman Terkendali
 
Butuh Langkah Terukur Agar DOB Garut Utara Benar-benar Siap Lepas Landas
 
Kelurahan Perwira Gelar Sosialisasi Program Penataan lingkungan Bekasi Keren…
 
Optimalkan Penegakan Hukum Elektronik, Korlantas Polri Akan Gelar Operasi Patuh 2026
 
Wakil Ketua DPC Pondok Gede Nurul Fahmi F. Syah, S.Pd, MM Resmi Mempersunting Bidan…
 
Plh. Wali Kota Bekasi Harris Bobihoe Hadiri Pisah Sambut Kajati Jabar Pakuan Bandung
 
UNPAD Gelar Ekspose Kajian CPDOB Garut Utara, Mendapatkan Nilai 400 dan…
 
Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Mabes Polri Tegaskan Nilai Luhur Bangs…
 


DICARI WARTAWAN PLUS



Sebuah iklan di pojok halaman advetorial Harian Umum Kompas, tak terlalu besar, tapi sangat jelas dan menantang dengan caption "Dicari Wartawan Plus", tahun 1987. Buahnya, konon dari sekian banyak pelamar tinggal seratusan anak muda yang dipanggil ikut test di Gedung Palmerah, Jakarta.

Dari seleksi bertahap berhari-hari, hanya menyisakan lima orang, empat anak muda dan satu orang bisa terbilang tak muda lagi.

Keempat anak muda itu, termasuk wartawan lepas Du Kusdian atau Edu, anak Bandung alumnus Fikom UNPAD -- wartawan lepas yang juga sempat menjadi stringer Majalah Berita Editor sempalan Majalah Tempo saat itu. Dan karir terakhirnya menjadi direksi dan owner PT Media Data Riset di Jakarta. 

Orang kedua, Wenny Ramdiastuti gadis Jakarta yang memang jebolan sekolah jurnalistik nian. Tah heran karirnya di Mabes Rivai 88 sampai ke puncak profesinya. Orang ketiga putera asli Plaju, Tarech Rasyid alumnus Filsafat UGM -- jurnalis, aktifis dan akademis yang memperoleh gelar magister dan doktornya justeru di UNPAD.

Keempat, Budi Winarno alumnus Undip yang di puncak karir jurnalistiknya sempat
mengomandani Koran Jurnal di Jakarta. Terakhir yang saat itu terbilang tak muda lagi, adalah Harry mantan wartawan Harian Merdeka dan kami kehilangan jejaknya hingga kini.

Kawasan Merah 
Baru saja sore hari menjejakan kaki di Mabes Sripo Rivai 88, malamnya seorang rekan berperawakan kurus berambut sebahu memperkenalkan diri, "Ajong", sapanya (semoga almarhum senantiasa dalam ridho Allah SWT). 

Usai kerja, masih dalam waktu dini hari saya diajak berjalan ke kawasan Pasar 16 Ilir, menyusuri kegelapan tepian Sungai Musi yang masih sangat mencekam saat itu. Dari sosok peta hidup beliaulah, akhirnya saya mengenal berbagai kawasan merah di Kota Palembang yang saat itu orang- orangnya masih suka membawa senjata tajam di pinggangnya.

Paginya, komandan di Mabes Sripo langsung menugaskan saya untuk mewawancarai para "bunga pucuk" dan mucikarinya di Km. 8 karena ada wacana kawasan merah itu akan
dibebaskan oleh pemda. Usai wawancara, terdengar teriakan perempuan dari bilik kamar.

Rupanya perempuan muda itu tengah menyandera kacamata "BL" milik Andeska dan ngotot minta dibayar, dengan alasan telah memakai kamarnya meski hanya sekedar ngobrol.

Setelah mendapat kepastian dari Andeska, bahwa tidak melakukan kenakalan di luar prosedur-- tiba tiba saja insting penyelamatan bertindak (maklum pernah jadi anak menwa). "Cepat kamu serahkan kacamata itu, jangan sampai-kawan kawan saya satu truk datang ke sini", tegasku kebetulan masih bisa bergaya militer saat itu. 

Meski kacamata BL selamat, tak urung kami cepat-cepat memacu motor ke luar kompleks, takut dikejar para centeng. Untung saat itu belum jamannya HP, jadi portal gerbang kompleks pucuk masih aman terbuka.

Porwil dan Pusri

Sebagai wartawan olahraga, saat ditugaskan menjadi peliput di tim atlit Porwil (Pekan Olahraga Wilayah Sumatera) di Pekanbaru bersama dengan almarhum Kurnati Abdullah. Tegas almarhum Valens Doys dan bos Herman Darmo memerintahkan untuk bisa tembus kekantor Astra Graphia di Pekanbaru.

"Kamu harus bisa kirim berita pakai fax dari kantor itu sore hari", titahnya. 

"Gak bisa ngefax dari sana, percuma kamu dikirim ke Pekanbaru", tandasnya.

Pagi sebelum kantor Astra Graphia buka, saya sudah nongkrong di depan langsung lapor ke Satpamnya. Dari pagi hingga siang, dari staf hingga sekretaris kantor itu, tak juga ada yang menanggapi permohonnan kami untuk memanfaatkan mesin fax nya, meski harus berbayar sekalipun. 


Akhirnya, menjelang tutup kantor saya dipanggil masuk menemui site managernya, "Sebetulnya sejak kemarin banyak wartawan datang, bahkan dari Jakarta minta seperti
keinginan kamu. Tak ada seorang pun saya ijinkan. Hanya kamu inilah satu satunya yang kita ijinkan, karena kamu ngotot sejak tadi pagi. Saya ijinkan kamu ngefax sore hari setelah bubaran kantor", ucapnya melegakan hati.

Esoknya dan hari hari berikutnya, usai berbagai kegiatan pertandingan olahraga di venue Pekanbaru maupun Dumai, siang harinya saya langsung tancap gas pakai Vespa sewaan ke hotel untung bikin berita hingga sore hari. Usai itu pukul 5 sore, bergegas ke kantor Astra Graphia untuk ngefax laporan beritanya ke Mabes. 

Hasilnya, mungkin saya dan Kurnati lah
yang membuka sejarah media cetak di Palembang, hingga memungkinkan pembaca di Sumbagsel bisa memperoleh informasi lengkap perkembangan tim atlit daerahnya setiap hari. Sedangkan untuk foto-foto kami harus pergi ke bandara, mengirimkan via paket penerbangan ke Palembang.

Juga sebagai wartawan olahraga, saat hendak wawancara dengan pelatih tinju Johni Riberu di Komplek Pusri, saya bersama dengan Ismetri dan Ajong (keduanya almarhum) di hadang di gerbang utama oleh petugas berbaju loreng lengkap dengan senjata M-16 yang disandangnya.

Kami diharuskan lewat jalan pinggir, tempat pejalan kaki. Entah karena kesal dengan kearoganannya, saya langsung berkata, "Kamu militer, saya sipil. Buka baju kamu, kita duel disini anggap saja latihan", hardik aku.

Tanpa ada reaksi, akhirnya kami terus melenggang masuk Kompleks Pusri dengan selamat. Hanya saja saat pulangnya, satu regu TNI-AD bersenjata lengkap menghadang kami dan dibawa masuk ke pos penjagaan, langsung dipertemukan dengan perwira komandannya yang menyambut dengan garang. 

Dengan berbagai hardikan interogasi dari mereka, sudah tentu sangat mengiurkan kawan-kawan dan katanya ada yang terkencing di celana. Namun bersyukur, akhirnya kami bisa mulus keluar dengan selamat, tanpa ada bekas lecet sekalipun.

Demo Perempuan

Pagi pagi usai rapat budgeting pemberitaan, Redpel Edi Sucipto mengumpulkan kami para wartawan dan ditawarkan untuk meliput kemungkinan demo buruh di satu pabrik di daerah Gandus seberang Sungai Musi.

Karena daerah itu masih terkenal angker sebagai tempat pembuangan mayat saat jaman Petrus dulu, tidak ada berani yang meliput aksi demo ke tempat itu. Padahal demo itu sangan penting untuk diliput, karena dari nara sumbernya kalau tidak ada peliputan dari media, efeknya akan berbalik hingga banyak buruh yang akan kena sangsi pemecatan nantinya.

Karena naluri jurnalistik dan tantangan pengabdian profesiku di tanah Sumsel. Aku

memberanikan diri menerima penugasan itu, tetapi bos Herman Darmo saat itu mewanti-wanti harus ada temannya, tidak boleh meliput sendirian. Bersyukur sohibku, Tarech Rasyid bersedia menemani dengan pertimbangan lebih mengenal medan dan kultur setempat. 

Benar saja setelah menyusup dan seharian mengintip aktifitas pabrik itu di kantinnya, sore harinya ribuan buruh mayoritas kaum perempuan berdemo untuk menuntut hak hak mendasarnya, seperti kenaikan upah buruh, cuti hamil dan lain-lain. Segera kami beraksi ketengah-tengah aksi mereka, terutama mengambil foto dari berbagai sudut pandang.

Tak pelak aku dan Tarech diamankan petugas ke dalam kantornya, karena dianggap memprovokasi. Bahkan salah seorang pimpinannya yang kemungkinan masih perwira aktif, sempat mengacungkan pistol FN, "Saya sudah terbiasa menangani demo ribuan buruh di Jawa", teriaknya.

"Bapak kalau malam ini masih menahan kami, pimpinan kami akan melapor
ke berbagai pihak terkait", desak kami.

Akhirnya malam itu kami dan Tarech bisa pulang dengan selamat, meski di perjalanan cukup sengsara mencari perahu ketek dan berjalan di kegelapan rimbunan belukar saat itu. 

Biro Baturaja
Sebagai Kepala Biro Baturaja, kami sukses melakukan seminar nasional tentang
pemberdayaan ekonomi daerah di aula pabrik PT Semen Baturaja, diikuti oleh ratusan peserta mayoritas PNS yang membutuhkan sertifikat sebagai penunjang akreditasinya.

Banyak cerita berita di OKU, di antaranya investigasi aneka permainan judi yang beromset cukup fantatis untuk ukuran Baturaja sebagai kota kecil saat itu. Judi rolet dan berbagai jenis judi lainnya itu, berhasil diungkap oleh Wiedarto yang menyamar sebagai penjudi dan berhasil
disusupkan ke kasino lewat mantan penjaga keamanannya.

Tak luput, saya sempat diundang dirapat kerja Pemda OKU yang ternyata pada kesempatan itu hanya menjadi pelampiasan kemarahan bupati. Dimana sebelumnya, kami telah memuat berita panjangnya meja perijinan dan pencairan yang harus dilalui kontraktor. 

Cerita lainnya, usai liputan dari Danau Ranau saya dan Wiedarto pulang pakai motor malam hari dalam keadaan hujan-hujanan, padahal uji wong hutan yang kami lewati itu tempat lintasan harimau.

Puncaknya, saya sempat mengalami penganiayaan oleh Dandim OKU Kol. Sianipar di Puslatpur Martapura, saat saya berhasil menemui Pangdam Sriwijaya untuk keperluan konfirmasi berita dan wawancara. Namun rupanya terobosan saya ke komplek latihan tempur itu dianggap menyalahi prosedur. 

"Kami mewakili Pangdam meminta maaf atas kejadian ini", ungkap Kasdam Brigjen Theo Syafei saat itu, ketika pihak Sripo melakukan pengaduan dan berakhir damai dengan pihak Kodam Sriwijaya.

Di tengah keterbatasan finansial dan gaji wartawan yang jauh dari cukup saat itu, kami juga diharamkan untuk menerima amplop termasuk fasilitas dan berbagai hadiah lainnya. Hanya saja karena militansi wartawan dan semangat pengabdian terus menggelora (besi jugo ditumburnyo uji kito), maka kontrol sosial dari Sripo terus berlangsung konsisten hingga hasilnya Sripo sempat leading sebagai media cetak terbesar di Sumbagsel.

Bagi saya, berita-berita dan berbagai tulisan pemikiran saya, hingga keberhasilan menyunting gadis Palembang. Semua ini, semoga menjadi episode pengabdian yang tulus, yang Allah jualah mencatatnya.(*)

DOB Garut Utara Siap Lepas Landas

Funday Morning Jadi Awal Hitung Mundur PORPROV XV Jabar 2026, Bekasi Siap…

Hotman Paris Sebut Tidak Ada Penahanan terhadap Febrie Adriansyah

Untuk Perkuat Kemitraan Jaga Bali Tetap Aman Serta Nyaman, Kapolri Serap…

Memaknai Hari Kemerdekaan RI dalam Perjuangan DOB Garut Utara

Sampaikan Amanat Kapolri : Wakapolri Tutup Pendidikan Taruna Akpol Angkatan ke-58

Ketua Dekranasda Kota Bekasi Hadiri Puncak HUT ke-46 Dekranas, Dorong UMKM…

Febrie Adriansyah Resmi Jadi Tersangka Digantikan Rudi Margono Ditunjuk Sebagai Pl…

Jutaan Rakyat Iran Berduka Banjiri Prosesi Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei

Brigjen TNI (Purn) H Kemal Hendrayadi Buka Suara Terkait Dinamika Daerah Otonomi…

PASAL PENGANIAYAAN
Pasal penganiayaan biasa dalam KUHP baru (Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023) diatur dalam Pasal 466, yang menggantikan Pasal 351 KUHP lama.

Ringkasan Pasal 466 KUHP Baru
Pasal 466 KUHP baru mengatur tindak pidana penganiayaan dengan ketentuan umum berupa pidana penjara maksimal 2 tahun 6 bulan atau denda kategori III (Rp.50 juta). 

Hukuman diperberat jika perbuatan mengakibatkan luka berat (penjara hingga 5 tahun) atau kematian (penjara hingga 7 tahun). 

Pasal ini turut mencakup perbuatan yang merusak kesehatan, sementara percobaan tindak pidana ini diatur tidak dipidana. Teks lengkap dan rincian pasal dapat dibaca melalui sumber resmi yang direferensikan.

Perbedaan Utama dengan KUHP Lama
Sanksi Denda: Penerapan sistem kategori denda (Kategori III hingga Rp.50 juta) untuk menyesuaikan inflasi menggantikan nominal tetap lama.

Ancaman Pidana: Penyesuaian masa hukuman penjara dasar menjadi 2 tahun 6 bulan dari sebelumnya 2 tahun 8 bulan.(*)

JEJAK VIDEO

  Foto Kita  





  Foto Berita  



Post:
:


    KULINER


             


    Follow:  



    Tidak ada komentar: