Wali Kota Bekasi Tinjau Hasil Perbaikan Jalan Jatimakmur, Pastikan Kelayakan dan…

Mengapa Driver Ojol Cocok Menjadi Ketua RT Atau RW! Apa Saja Kelebihannya

Pencarian Hari ke-4 untuk 5 Jurnalis yang Hilang di Anak Krakatau

Kombes Pol Adhe Hariadi Resmi Jadi Kapolres Metro Jakarta Utara

Pemkot Bekasi Resmi Terapkan PJJ Sekolah, Antisipasi Sebaran Abu…

Sekda Kota Bekasi, Junaedi Buka Pelatihan Kota HAM, Dorong Tata Kelola…

PENGHAPUSAN BBNKB II: Gratis Bea Balik Nama Kendaraan Bekas

Ini Dia Daftar 3 Kapolres Polda Metro Jaya Diganti serta Kapolres di Polda Jabar

Semarak PNBK Jilid III Berbuah Kepedulian, Setengah Miliar Terkumpul untuk NTT

Waketum PM GATRA: Pemekaran Kabupaten Garut Solusi untuk Tingkatkan…

Parlemen Kuwait Tolak Tegas;


Deal of the Century Ke Keranjang Sampah

Amman,satgasnas.com- Dengan tegas Ketua Parlemen Kuwait Marzouq Al-Ghanim mencampakkan berkas-berkas berterakan prakarsa Presiden AS Donald Trump yang dinamai “Kesepakatan Abad Ini” (Deal of the Century) ke keranjang sampah.

Peristiwa itu dia lakukan saat menghadiri pertemuan ke-30 Uni Parlemen Arab yang diselenggarakan di Amman, ibu kota Yordania, Sabtu (8/2/20), seperti dilansir Rai al-Youm, Minggu (9/2/20).

“Kesepakatan Abad Ini" lahir dalam keadaan gugur, seribu pemerintahan dan seribu lembaga propaganda dan iklanpun percuma dalam mempromosikannya, katanya.

“Atas nama bangsa-bangsa Arab, Islam, dan setiap orang terhormat serta seluruh kaum merdeka dunia saya mengatakan bahwa Kesepakatan Abad Ini tempatnya adalah sampah sejarah,” tegas al-Ghanim dengan suara lantang lalu mencampakkan berkas-berkas itu ke keranjang sampah.

Katanya lagi, Orang yang ingin mempromosikan penyelesaian damai haruslah bekerja untuk membuat persyaratan yang benar, seimbang, dan adil untuk negosiasi sebagai upaya sejati yang berujung pada negara Palestina yang memenuhi semua hak atas seluruh tanah Palestina dengan al-Quds sebagai ibu kotanya, tegas Al-Ghanim.

Dia jua menilai, bahwa penjadwalan Kesepakatan Abad ini “tidak matang, menunjukkan kedangkalan yang aneh, dan merupakan dagelan yang gegabah”.

Al-Ghanim juga mengingatkan bahwa prakarsa AS itu ditolak oleh orang-orang Palestina sendiri sebagai pihak yang berperkara, dari yang paling kanan hingga yang paling kiri, ditolak oleh para pemimpin, pemerintah, elit dan rakyat Arab, dan ditolak pula oleh umat Islam dari Rabat hingga Jakarta, Indonesia.



Orang-orang Eropa yang tidak antusias saja menyadari bahwa (prakarsa) itu tidak realistis dan tak mungkin dapat  diimplementasikan. Dan yang menarik kali ini ialah bahwa banyak sekali suara Amerika dan Yahudi (sendiri) yang juga menyatakan penolakan mereka terhadap prakarsa ini. Tak seorang pun mendukung rencana penyelesaian dalam bentuk yang menggelikan itu, papar Ketua parlemen Kuwait.

Al-Ghanim lalu menegaskan, Palestina dan  Al-Quds cepat atau lambat akan kembali (kepada bangsa Palestina). “Setiap suara yang mencoba menggambarkan pertemuan kita ini sebagai forum untuk (sekedar) bertukar pidato bergaung adalah suara yang mencurigakan,” tambahnya.
(bbs/ibz/ds/telusur)
Image:ist


đŸ›¡Pesan & Komentar:

Nama

Email *

Pesan *


Pesan atau komentar Anda tidak di publikasikan.