Hari Solidaritas 

Internasional Bagi Rakyat Palestina

Minggu, Maret 15, 2020

Sekolah di Liburkan Akibat Corona

Juru Bicara Pemerintah RI untuk Kasus Corona, Achmad Yurianto, kemarin mengatakan, jumlah pasien positif virus corona di Indonesia telah mencapai 69 kasus. Empat pasien diantarnya meninggal dunia, dan lima dinyatakan sembuh.

Nah, gara-gara adanya kekhawatiran penyebaran virus Corona yang semakin luas, masyarakat gelisah.
Imbasnya, dalam hal ini Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, Sabtu (14/3/2020), mengeluarkan kebijakan meliburkan kegiatan belajar-mengajar di sekolah selama dua pekan.

“Kegiatan belajar mengajar dinyatakan akan berlangsung jarak jauh. Social distancing measure harus diterapkan. Artinya mobilitas penduduk sekecil mungkin. Tujuannya adalah mengurangi penyebaran antar-individu yang belum tentu merasakan gejala,” ujar Anies dalam konferensi pers.

Nah, pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun menunda pelaksanaan Ujian Nasional tingkat menengah atas (SMA/SMK), yang semula dilaksanakan pada Senin (16/3/2020) mendatang.

Pemprov DKI Jakarta memutuskan untuk menutup semua sekolah di lingkungan DKI Jakarta dan akan melakukan proses belajar mengajar jarak jauh. Penutupan sekolah ini berlaku selama dua minggu. Dan kami akan mereview kembali di akhir pekan minggu kedua, papar Anies lagi.

Anies juga menyerukan agar tempat-tempat belajar informal seperti kursus dan bimbingan belajar juga mengambil sikap serupa, mengubah proses belajar mengajar dari jarak jauh.