Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan

Senin, Oktober 04, 2021

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo

Gubernur Jawa Tengah;




Kirim 41.250 Masker Untuk WNI di Luar Negeri




Semarang,Satgasnas – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengirimkan 41.250 masker untuk Warga Negara Indonesia di Hongkong, Taiwan dan Singapura dapat bantuan masker dikirimkan dari Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo sebanyak 41.250 masker, karena adanya keluhan WNI di sana yang sulit mendapatkan masker untuk melindungi diri dari penyebaran virus corona.

Pengiriman 41.250 masker itu dilakukan langsung oleh Ganjar di halaman kantor gubernuran, Senin (17/2). 

Secara simbolis, Ganjar melepas satu truck berisi masker menuju negara-negara rawan penyebaran virus corona itu, “Saya beberapa kali dikontak WNI kita yang ada di Hongkong, Taiwan dan Singapura." 

Bahaya Limbah B3 di Sekitar Rumah Anda    Gunakan Masker Agar Aman'...



Mereka butuh bantuan masker. Beberapa Kabupaten/Kota sebelumnya sudah mengirim bantuan masker, namun masih kurang banyak,” ujar Ganjar.

Ganjar menerangkan, kebutuhan masker memang tinggi tidak hanya di luar negeri. Di dalam negeri, banyak masyarakat yang kesulitan mencari masker.

Kata Ganjar, masker saat ini memang sulit ditemukan. Bahkan untuk mengirim bantuan itu, Ganjar harus telpon direksi perusahaan pembuat masker di Indonesia dan mencari bantuan ke berbagai pihak lainnya, “Beberapa bisa dapat, lainnya kami beli. Alhamdulillah hari ini kita bisa mengirimkan 41.250 masker."

Lanjutnya, "Taiwan kami berikan 16.250, dimana pada 16 Februari lalu sudah dikirim 11.250. Untuk Hongkong 15.000 dan Singapura 10.000 masker,” terangnya.

Pengiriman masker dilakukan via agen pengiriman internasional. Nantinya, masker akan dikirimkan ke Konjen di Hongkong, Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia di Taiwan serta Kedutaan Besar Indonesia di Singapura, “Mudah-mudahan mereka bisa membantu mendistribusikan kepada masyarakat di sana."

"Kami prioritaskan WNI, kalau memang sisa, bisa diberikan ke masyarakat, karena ini sebenarnya misi kemanusiaan. Intinya kami merespon permintaan masyarakat yang ada di beberapa negara itu yang kesulitan masker. Meski sedikit, ia berharap bantuan itu berarti,” ucapnya.

Sedangkan kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, Yulianto Prabowo,mengatakan, "Kami kirim karena adanya permintaan dari tenaga kerja kita yang ada di sana. Mereka mengeluh susah cari masker, makanya kami membantu."

Jenis masker yang dikirim lanjut Yulianto adalah masker khusus untuk operasi. Menurutnya, masker itu cukup bagus untuk melindungi penularan virus corona.(*)

_____________________________

 

   • Reporter: Dosi      •Editor:  Red 



Terpopuler

|




    • Satgasnas

Selasa, Juni 30, 2020

Bank Bukopin


Berjanjipun Tak Bisa Apalagi Mencairkan



 


SIDOARJO,Satgasnas - Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Demokrat Vera Febyanthy mengatakan isu yang berkembang mengenai masalah likuiditas Bank Bukopin telah menimbulkan kepanikan di masyarakat. Di tengah pandemi Covid-19, sejumlah isu negatif akan membuat ketahanan bank mengalami masalah.

Dalam hal ini, Komisi XI DPR RI meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk segera menyelesaikan persoalan likuiditas Bank Bukopin.

Untuk itu, Vera pun mengharapkan OJK mampu bertindak dengan profesional dan good governance dalam menangani bank bermasalah. Apalagi ada isu beredar yang mengatakan ada pemaksaan terhadap salah satu pemegang saham untuk menambah likuiditas pada Bank Bukopin serta isu pemegang saham asing yang telah melebihi batas waktu penambahan modal, seperti dikutip dari bisnis.com.

Dalam video, salah satu nasabah bank Bukopin melakukan ujuk rasa dengan membeberkan surat-surat di tanah.

Dedi Setiawan
"Berjanjipun tak bisa apalagi mencairkan...," ujar Dedi Setiawan, nasabah Bukopin, cap. Sidoarjo. Bahkan dengan tegas ia mengatakan bahwa depositnya susah di cairkan, seperti diungkap dalam video tersebut. 


_____________________

  Rep: Heri    •Editor:  Dosi Bre'


VIDEO TERKAIT
Video:ist/SM

Kamis, Mei 21, 2020

Warga Seuneubok Aceh Mendemo Laporan Dana Desa Diduga Tak Jelas


Ada apa dengan Laporan Dana Desa?


Heboh laporan warga Desa Seuneubok Pase, Aceh Timur Sungo Raya, mengenai dana desa yang diduga di 'sablon atau mengelabuhi oleh kepala desa tersebut. Laporan Dana Desa mulai dari 2018 sampai 2020 belum ada kejelasan.

Siang, (21/5/2020), warga desa berdemo meminta pertanggung jawaban Kepala Desa. Pasalnya, sebelumnya  warga Desa Seneubok Pase sudah melaporkan hal tersebut ke pihak terkait, Inspektorat pemerintahan Aceh Timur. Alhasil, laporan tersebut kurang direspon oleh inspektorat. Akhirnya merasa tak digubris laporannya, maka warga desa berdemo ke kantor Kelurahan Desa Seuneubok Pase.

Warga berdemo

Sampai saat ini, kejelasan belum turun secara transparan. Sehingga perlunya klarifikasi dari pihak terkait untuk menjelaskannya. (ed:ds/*)





Video
https://www.youtube.com/playlist?list=PLJzJfR4qOBOT3DouZfPftz_7ZZOJj7Zyd





Laporan 
Mansur Alamsyah Satgasnas-Aceh.


Jumat, Maret 06, 2020

Kontraktor 'Berkelit Proyek Tak Rampung













"Papan TP4D harus diturunkan namun tidak diindahkan oleh pihak kontraktor pelaksana"


Maluku, Satgasnas- Ditemui diruang kerja Direktur Perikanan Negeri Tual, Jusron Ali Rahajaan, S.Pi, M.Si, Selasa, 03/02/2020 Pukul 15.35 WIT, terkait papan nama TP4D Kejaksaan Tinggi Maluku dan batas waktu pekerjaan yang sudah lewat dalam proyek pembangunan 4 gedung Politeknik Perikanan Negeri Tual.

Pasalnya, pekerjaan pembangunan yang dilaksanakan pada wilayah kerja politeknik perikanan negeri tual dengan nama paket pembangunan gedung lab, bahasa dan gedung kuliah A,B,C,D politeknik perikanan negeri tual, nomor kontrak HK0101/PPW/2019/17PSPOP, tanggal kontrak 13 september 2019, nilai kontrak 19.971.106.000, waktu pelaksanaan 110 hari kelender, sumber dana APBN, lokasi kabupaten maluku tenggara, kontraktor pelaksana PT. QIRELIS MANDIRI JAYA, konsultan MK PT. ABCO CONSULTANT.

Kepada Media Satgasnas Tipikor setelah dikonfirmasi dengan pihak Kejaksaan Tinggi Maluku bahwa TP4D tidak ada lagi dan tidak digunakan lagi pada Kejaksaan Tinggi Maluku maka papan nama TP4D yang dipancang disamping papan nama proyek adalah papan nama TP4D Fiktif dan tidak diakui oleh pihak Kejaksaan Tinggi Maluku.

Selain itu juga pihak Kejaksaan Tinggi Maluku menegaskan "Segera turunkan papan nama TP4D tersebut dan pihak pelaksana proyek serta direktur harus mengklarifikasi hal ini langsung ke Kejaksaan Tinggi Maluku".

Direktur menjelaskan bahwa "dia sudah perintahkan dari sejak desember 2019 kepada Kontraktor Pelaksana agar papan TP4D harus diturunkan namun tidak diindahkan oleh pihak kontraktor pelaksana".

Hal ini menjelaskan bahwa pihak kontraktor pelaksana tidak koorporatif dalam menyikapi anjuran serta perintah dari Direktur Poltek negeri tual.

Keterangan yang diberikan kepada media Satgsnas tanggal 22/01/2020 pukul 17.00 oleh salah satu staf kontraktor pelaksana Pak Syul bahwa "pekerjaan selesai dan penyerahan kunci pada tanggal 20 februari 2020", namun kenyataan sampai waktu pelaksanaan 110 hari kelender kerja pekerjaan sesuai kontrak sejak 13 september 2019 hingga berita ini dinaikan 03/02/2020 pekerjaan belum selesai 100%.
• Report by (JU)

Selasa, Februari 11, 2020

Kisruh, Saling Lempar Kursi di Suasana Kongres V PAN













Kendari,Satgasnas-  kericuhan pun kembali terjadi di Kongres V PAN pada hari kedua, di Hotel Claro, Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (11/2/2020). Kisruh ini, sekitar pukul 12.30 Wita, suara keributan terdengar dari dalam ruang rapat pleno PAN di lantai 2 Hotel Claro, Kendari.



Sontak, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dari atas podium meminta peserta kongres agar kembali duduk di tempat masing-masing dan mengakhiri kericuhan.

Namun peserta kongres tak mengindahkan imbauan Zulkifli dan masih melanjutkan saling melempar kursi kepada peserta lain.

Sejumlah peserta menyanyikan yel nama Zulkifli agar dapat kembali menduduki kursi PAN 1.



Akhirnya pintu rapat pun dibuka oleh aparat keamanan karena kondisi di dalam ruang rapat tidak kondusif. Sejumlah peserta kongres terlihat saling melempar kursi di dalam ruangan dan aksi saling dorong pun tak terhindarkan. (Image:ist/bbs)

 

   Reporter: Iboz.    •Editor: Dosi Bre'

Senin, Januari 13, 2020

Penyerobotan Tanah;

Menanti Ganti Rugi Tak Ku Jung Datang
.
















Jakarta- Sengketa ini sudah lama rentang waktunya, tapi tidak ada penyelesaiannya antara pihak keluarga H. Abdurrahman, almarhum, Desa Suka Jaya, kec. Simelue Timur. Kab. Simelue, Aceh, dengan pihak Pertamina di Semelue yang terkait.

Pasalnya, pihak keluarga H. Abdurrahman, belum menerima sepeserpun ganti rugi. Ia menduga ada pihak-pihak yang 'bermain' yang menggakibatkan berlarut larutnya masalah itu.

Perwakilan dari Aceh, Mansyur, Satgasnas, sudah melakukan konfirmasi mengenai permasalahan itu ke pihak keluarga H. Abdurrahman. Dan bertandang ke Jakarta untuk meneruskan perkara itu ke Satgasnas Pusat dan pihak-pihak terkait.

Kehadiran Mansur diterima langsung Mario Dhanil, Pemimpin Umum/Sekjen dan Pemred Satgasnas bersama Untung dan rekan-rekan lainnya.

Menunggu Kepastian
Dalam hal ini pihak keluarga H. Abdurrahman, menginginkan kejelasan hukum mengenai ganti rugi lahannya, seperti yang dikutip dalam video pernyataannya.

Diharapkan adanya jalan keluar, solusinya yang baik dari Pihak Pertamina dan yang terkait, kata pihak keluarga H. Abdurrahman. Nah, bagaimana klarifikasinya pihak Pertamina dan yang terkait?! 

.Laporan dari Satgasnas Aceh: Mansyur
•Reporter: Mansyur •Editor: Dosi Bre'