🌏1|6|2024: Hari Lahir Pancasila...

Jumat, Januari 31, 2020

Skandal Jiwa Seraya:


Benarkah Dato Sri Tahir Terlibat?

Jakarta,Satgasnas- Awalnya, hanya ada 5 orang yang dinyatakan hadir. Namun hingga malam hari, akhirnya ada 11 saksi yang dinyatakan hadir.

Sebelas saksi yang hadir di Kejaksaan Agung (Kejagung)  melanjutkan pemeriksaan terhadap para saksi di kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) adalah, Dewi Daryanto dari PwC (CPA pada Konsultan Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan ), M. Jusuf Wibisana dari PWC,  Dicky Kurniawan PT Asuransi Jiwasraya lalu Ony Ardyanto dari PT Asuransi Jiwasraya.

Kemudian, Daniel Halim dari Direktur Keuangan & investasi Wana Artha Life.  Rosalia Karyawan PT Hanson, Arief Budi Satria Direktur PT Strategic Manajemen Service dan Ali Jawas Karyawan PT Jasa Utama Capital Service.

Lalu Ateng Efendy Irawan Direktur Operasional PT Lotus Andalan Sekuritas,  Sumen Tanudin Equity Sales PT Lotus Andalan Sekuritas serta Tony Salim Equity Sales PT Lotus Andalan Sekuritas.

"Sebelas saksi tersebut dikelompokan menjadi 1 orang dari PT Hanson (Internasional), 2 orang dari auditor, 1 saksi dari manajemen investasi, 2 saksi internal asuransi jiwasraya, 4 orang saksi sebagai broker saham," papar Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum Kejagung), Hari Setiyono.

Meski semua saksi yang dijadwalkan hadir, namun tidak semuanya menjalani pemeriksaan. Sebabnya karena salah satu diantaranya tidak membawa berkas yang dibutuhkan.

Ujar Hari lagi, "Sedangkan 1 orang yaitu Ali Jawas batal diperiksa, karena tidak membawa data yang diperlukan dan pemeriksaan ditunda. Kemungkinan akan dipanggil dalam waktu 1-2 hari."

Keterkaitan Dato Sri Tahir
Seperti terkutip, Dato Sri Tahir diduga memiliki hubungan dengan salah satu tersangka kasus Jiwasraya, yaitu Benny Tjokrosaputro (Bentjok)...



Sri Dato Tahir. (Ft:ist)
Benny adalah Direktur Utama PT Hanson International Tbk (MYRX). Hal itu berujung pemanggilan terhadap dirinya oleh Panja Jiwasraya Komisi VI DPR RI.

Dalam hal ini, Tahir mengatakan bahwa Benny merupakan nasabah bank miliknya, Mayapada Bank. Selain itu ayah Benny merupakan kerabatnya.

Dia (Benny) nasabah kita, iya. Saya kenal orangtuanya, iya," ujar Tahir seperti dilansir detikcom, Jumat (31/1/2020). Tambahnya, "Saya dekat sama almarhum ayahnya. Kalau saya sama dia (Benny) beda generasi. Dia anak muda, saya sudah tua," jelasnya.

Jadi, Tahir tidak ada kedekatan dengan Benny. Sementara dengan ayahnya, ia mengatakan ada kedekatan. Lalu apakah ada kaitannya skandal Jiwasraya dengan dirinya? Tahir secara tegas menjawab dirinya tak ikut-ikutan dalam masalah tersebut. (bbs/CI/ds/image:ist)