Jelang HUT ke-71 Lalu Lintas: Irjen Pol (Purn) Firman Shantyabudi Dikunjungi…

Pemkot Bekasi Integrasikan Data Tanah dan Pajak, Dorong Administrasi Lebih Akurat da…

BAZNAS RI Latih Auditor Internal SMAP ISO 37001:2025 dalam Upaya Perkuat Tata…

Video REKAM JEJAK Kombes Pol Firman Darmansyah ...

Serah Terima Jabatan Dandim 0507/Bekasi, Wali Kota Bekasi Apresiasi Dedikasi Kolonel…

Puspom TNI Perkuat Kesiapan Pengamanan Wallakir Jelang HUT ke-81 TNI

Penilaian Klarifikasi Lapangan Anugerah Gapura Sri Baduga 2026 Dimulai di Bekasi Timur

INKALINDO Sambangi Owner Joglo Larva Center Sebagai Wujud Realisasi

Bebas dari Lapas, Hellyana Menyatakan Siap Kembali Aktif Sebagai Wakil Gubernur Babel

Dinsos Kota Bekasi Salurkan Permakanan Tahun 2026 bagi Anak, Lansia dan Penyanda…

Chandra M. Nur;

Pengamen Meraih Buih Jadi Permandani 


Jakarta,satgasnas.com- Terlahir di Padang,  tahun 1989, Chandra M. Nur kecil senang bernyanyi sedari SD, walau kehidupannya dilakoni mengalir saja, ia adalah sosok yang tegar dan mandiri.


Berbekal suara dan permainan gitarnya yang bagus, ia menelusuri jalanan untuk mendapatkan rupiah demi rupiah pada usia 14 tahun, dikarenakan putus sekolah.


"Awalnya sih, iseng ngamen. Tapii ee..banyak yang suka suara saya," ujar Chandra M. Nur.



Lalu saat itu pula terbesit sebuah ke inginan untuk menjadi musisi besar di balantika music indonesia, katanya lagi.

Harapannya itu terus dipupuknya dalam melalui proses hidupnya hingga kini.


"Jatuh bangun telah saya alami, bahkan sampai saat ini saya pun masih berusaha berjuang untuk mewujutkan mimpi ini, (Menjadi Musisi Ternama)." paparnya lagi.


Satu lagi, Ia ingin mewujutkan semua keinginan almarhumah mamanya di masa hidupnya, "Yang mungkin belum bisa saya penuhi sewaktu beliau masih hidup," katanya mengenang sosok ibunya yang sangat disayanginya itu.


Lalu Chandra pun mengatakan bahwa, pengalaman menarik dalam hidup saya adalah ketika masih ada almarhumah mama yang selalu mensuport saya, medukung saya dan menaruh harapan dan mimpi nya kepada saya.


Saat-saat bersama mama saya itulah yg paling  menarik dalam hidup saya, seorang ibu yg berjuang untuk membesarkan merawat saya, tanpa bantuan dari suaminya, "Karena dari umur 9 bulan saya tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ayah," katanya lirih.


Orang  orang tua Chandra ternyata sudah bercerai saat Chandra masih kecil, umur 9 bulan, "Perjuangan mama untuk saya itulah yang menarik untuk saya, seorang ayah tidak akan bisa menjadi ibu, namun seorang ibu bisa kapanpun menjadi seorang ayah," kata lelaki gagah namun melankolis ini, ketika bercerita tentang ibunya.


Sedangkan harapan untuk dunia musik indonesia, "Harapan saya simple sih, semoga permusikan  indonesia bertambah ramai dan bisa melahirkan penyanyi-penyanyi bangsa yang berkualitas. Dari segi suara dan bernyanyi dari hati," katanya berharap.


Ia sendiri berharap bahwa semoga masyarakat indonesia banyak yg menyukai suara saya, "Dan sayapun bisa menjadi seperti apa yang di impikan mama saya, (Musisi Besar) dan bisa mengangkat derajat keluargaku tercinta." Ujarnya lagi.


 •Rep: Dosi Bre'  •Editor: Red l



Video Terkait:


Alip Ba Ta Sang Maestro

Tempat wisata di Maluku Utara yang Wajib di Kunjungi



  SatgasnasNews 

 satgasnas.com 

Tidak ada komentar: