Jelang Jambore Nasional XII 1.300 Anggota Pramuka Dikukuhkan, Tri Adhianto…

PM Gatra Gelar Sosialisasi Persiapan Kajian Ibu Kota DOB Garut Utara

KAI Commuter Tambah Perjalanan Dini Hari Lintas Bogor

Satlinmas Kota Bekasi Tampilkan Kekompakan Melalui Lomba Peraturan Bar…

Mediasi Belum Digelar, Sengketa Pekerja PT Felmica Belum Temui Titik Terang

Rakor Pencegahan Korupsi dan Optimalisasi Tata Ruang, Wali Kota Bekasi Teken…

Krisis Sosial : Warga AS Terpaksa Jual Plasma dan Anak-anak Kehilangan…

Komitmen RW 013 Kelurahan Perwira: Siap Wujudkan Circular Waste Management…

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Meminta Pemprov DKI Jaga Pasokan Pangan dan…

Jejak Sugeng Teguh Santoso Sang Pembela Keadilan

20/08/2026

FORKODA PPDOB Jabar Siap Bawa Formula Baru Kemandirian Daerah Ke Jakarta


@satgasnasNews |GARUT
Forum Komunikasi Daerah Percepatan Pembentukan Daerah Otonomi Baru (Forkoda PPDOB) Jawa Barat menegaskan bahwa perjuangan pembentukan daerah otonomi baru (DOB) di Jawa Barat memasuki fase strategis. 

Hal tersebut mengemuka dalam Sarasehan Forkoda PPDOB Jawa Barat yang digelar pada Rabu, 19 Agustus 2026, di Rooftop Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat. Sarasehan mengangkat agenda kesiapan pemekaran dan masa depan Calon Daerah Otonomi Baru (CDOB) di Jawa Barat, sekaligus menjadi momentum refleksi Hari Jadi ke-81 Jawa Barat.

Ketua Umum Forkoda PPDOB Jabar, Dr. H. Rahmat Hidayat Djati, menegaskan bahwa persatuan seluruh elemen masyarakat Tatar Sunda merupakan modal penting dalam memperjuangkan percepatan kesejahteraan dan keadilan sosial.

Menurutnya, kebutuhan pemekaran harus dilihat secara objektif. Besarnya jumlah penduduk Jawa Barat dibandingkan dengan jumlah kabupaten/kota yang relatif sedikit menjadi salah satu alasan perlunya penataan daerah secara serius.

Pemprov Jabar Tegaskan Komitmen

Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dr. Azis Zulficar Ali Yusa, Analis Kebijakan Ahli Madya Kebijakan Publik Biro Pemotda Pemprov Jawa Barat, menyampaikan komitmen serius untuk terus mengawal seluruh CDOB Jawa Barat yang telah diajukan ke tingkat pusat.

Dalam proses pengawalan tersebut, terdapat tiga CDOB yang saat ini menjadi prioritas untuk terus ditingkatkan skor kelayakannya, yakni Bogor Timur, Garut Utara, dan Garut Selatan.

Pemprov Jawa Barat juga mendorong pemekaran yang sejalan dengan prinsip pembangunan dari desa menuju kota atau “Ngatur Lembur, Nata Kota”, sehingga pemekaran tidak sekadar membentuk pemerintahan baru, tetapi menjadi instrumen pemerataan pembangunan dan peningkatan daya saing daerah.

Strategi Baru Menghadapi Moratorium

Sarasehan juga menghasilkan penajaman strategi menghadapi moratorium pembentukan DOB.

Sekretaris Jenderal Forkonas, Abdurrahman Sang, S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa salah satu persoalan utama yang menjadi pertimbangan pemerintah pusat adalah keterbatasan keuangan negara dan tekanan fiskal APBN.

Karena itu, perjuangan pemekaran dinilai tidak cukup hanya dilakukan melalui aksi massa atau tuntutan politik. Daerah harus mampu menawarkan solusi konkret terhadap persoalan pembiayaan negara.

Forkonas tengah merancang formula dan parameter baru dalam RPP Penataan Daerah yang mengukur kemampuan sebuah CDOB untuk tumbuh mandiri tanpa membebani APBN, termasuk melalui sumber-sumber pendanaan alternatif di luar anggaran negara.

Prinsip yang ditekankan adalah:
“Bangun dulu baru mekar, bukan mekar dulu baru bangun.”

GARUT UTARA DAN GARUT SELATAN HARUS TETAP MEMPERKUAT GARUT INDUK

Akademisi sekaligus Tim Ahli Penataan Daerah, Yogi Suprayogi Sugandi, S.Sos., M.A., Ph.D., menilai Jawa Barat memiliki posisi penting dalam agenda penataan daerah nasional.

Dalam konteks Garut, terdapat potensi pemekaran menjadi Garut Utara dan Garut Selatan. Namun, proses tersebut harus tetap memperhatikan keberlangsungan Kabupaten Garut sebagai daerah induk.

Dengan demikian, pemekaran harus dirancang agar menghasilkan daerah-daerah baru yang semakin kuat tanpa menghilangkan kapasitas fiskal dan kelayakan Kabupaten Garut sebagai daerah induk.

GARUT UTARA: BUKAN SEKADAR MEMINTA PEMEKARAN

Sekretaris Umum Forkoda PPDOB Jabar, Dr. H. Muhammad Sufyan Abdurrahman, menekankan pentingnya perubahan cara membangun komunikasi publik.

Perjuangan CDOB tidak boleh lagi dibingkai semata-mata sebagai gerakan “meminta” atau “menuntut pemekaran”, karena narasi tersebut berpotensi dipersepsikan sebagai upaya menambah beban anggaran dan jabatan baru.

Sebaliknya, daerah harus mampu membangun alasan publik mengapa pemekaran diperlukan.

Dalam konteks tersebut, Garut Utara dinilai telah memiliki narasi yang kuat dengan menempatkan pemekaran sebagai energi baru penggerak roda pembangunan ekonomi wilayah utara, sekaligus memperpendek rentang kendali pelayanan pemerintahan, menekan biaya akses masyarakat, dan mempercepat respons pemerintah.

FORKODA DAN 10 CDOB SEPAKAT BERGERAK KE JAKARTA

Sarasehan akhirnya melahirkan keputusan politik bersama bahwa pergerakan pasif di daerah tidak lagi cukup untuk menghadapi ketatnya moratorium di tingkat pusat.

Forkoda PPDOB Jawa Barat bersama delegasi dari 10 CDOB sepakat melakukan pergerakan dan audiensi akbar ke Jakarta, baik ke Gedung DPR RI maupun Kementerian Dalam Negeri, dalam waktu dekat.

Namun, delegasi tidak akan datang dengan sekadar membawa tuntutan. Delegasi akan membawa draf “Formula Baru Kemandirian Daerah” sebagai amunisi diplomasi dan tawaran solusi atas persoalan fiskal yang selama ini menjadi salah satu alasan utama belum dibukanya moratorium.

PM GATRA: GARUT UTARA SIAP MEMASUKI FASE PERJUANGAN STRATEGIS

Sebagai salah satu delegasi CDOB Garut Utara, Ketua Umum PM GATRA, Rd. H. Holil Aksan Umarzen, menilai hasil sarasehan tersebut merupakan momentum penting bagi perjuangan Garut Utara.

Perjuangan CDOB Garut Utara ke depan harus semakin terukur, berbasis data, memiliki argumentasi akademik, sekaligus mampu menunjukkan bahwa pemekaran merupakan instrumen untuk mempercepat pelayanan publik, pemerataan pembangunan, pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Garut Utara tidak ingin hadir hanya sebagai daerah yang meminta dimekarkan. Garut Utara harus hadir sebagai daerah yang siap dibangun, siap mandiri, dan siap menjadi energi baru bagi pertumbuhan ekonomi Jawa Barat bagian utara.”

Karena itu, PM GATRA menyatakan siap mengambil bagian aktif dalam agenda bersama Forkoda PPDOB Jabar menuju Jakarta, dengan membawa gagasan, data, dan solusi yang memperkuat argumentasi pembentukan Garut Utara.

Pemekaran bukan tujuan akhir. Pemekaran adalah instrumen untuk menghadirkan pemerintahan yang lebih dekat, pelayanan yang lebih cepat, pembangunan yang lebih merata, dan kesejahteraan yang lebih nyata bagi masyarakat.(*)
•red/PMGATRA

🛡️Redaksi | www.satgasnas.com


DOB Garut Utara Siap Lepas Landas

Funday Morning Jadi Awal Hitung Mundur PORPROV XV Jabar 2026, Bekasi Siap…

Hotman Paris Sebut Tidak Ada Penahanan terhadap Febrie Adriansyah

Untuk Perkuat Kemitraan Jaga Bali Tetap Aman Serta Nyaman, Kapolri Serap…

Memaknai Hari Kemerdekaan RI dalam Perjuangan DOB Garut Utara

Sampaikan Amanat Kapolri : Wakapolri Tutup Pendidikan Taruna Akpol Angkatan ke-58

Ketua Dekranasda Kota Bekasi Hadiri Puncak HUT ke-46 Dekranas, Dorong UMKM…

Febrie Adriansyah Resmi Jadi Tersangka Digantikan Rudi Margono Ditunjuk Sebagai Pl…

Jutaan Rakyat Iran Berduka Banjiri Prosesi Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei

Brigjen TNI (Purn) H Kemal Hendrayadi Buka Suara Terkait Dinamika Daerah Otonomi…

Tri Katakan Disiplin Bukan Hanya Diukur dari Absensi Saja

Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Asep Edi Suheri Lakukan Upacara Sertijab Terhadap 2…

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Apresiasi Pemenang Jakarta Robotic Games 2026

Merancang Fondasi Pemerintahan DOB Garut Utara : Saatnya Melahirkan…

Kapolri Menghadiri Peresmian Sekretariat Bersama Perjuangan Koalisi Besar…

Meski Ada Investasi Baru, Industri Aluminium Masih Butuh 56% Impor

Quotes Populer

  1. "Keadilan harus ditegakkan sebagai dasar dari sistem hukum, jika tidak, hukum hanya akan menjadi sarana penindasan." 
  2. Mimbar dari Cahaya: "Nabi SAW bersabda bahwa orang yang adil berada di sisi kanan Allah di atas mimbar dari cahaya". - (HR. Muslim).
  3. Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing: Cerminan keadilan sosial dalam hal berbagi beban hidup bersama.
  4. "Tugas politik yang menyedihkan adalah menegakkan keadilan di dunia yang penuh dosa." - Reinhold Niebuhr
  5. "Keadilan adalah kapasitas untuk membedakan antara yang benar dan yang salah, yang lebih buruk atau lebih baik." [*]

FOTO BERITA

  Foto Kita  






  Foto Berita  





    SatgasnasNews ©
    SatgasnasNews 
    Google
    Wali Kota Bekasi bersama Polres Metro Bekasi Kota Gelar Doa Bersama Peringati HUT…

    PNM Peduli Cabang Bekasi Berikan Sarana Prasarana untuk Support Pelatihan…

    Di Hari Bhayangkara ke-80 Polri Menegaskan Komitmennya Mendukung…

    Kreativitas Kepala Daerah Menentukan Masa Depan DOB: Mengubah Kekayaan…

    Transformasi Mizuda Jadi Inspirasi Walikota Bekasi Mengembangkan…

    Kecelakaan Truk Picu Kemacetan di Simpang Unisma Bekasi

    Sugeng Teguh Santoso IPW

    Dampingi Ketua MPR RI, Wawali Harris Bobihoe Sampaikan Peran Strategis…

    Menggeser Narasi Perjuangan Dari Pemekaran Daerah Menjadi Kesejahteraan…

    Forum Grup Discusion di Puskesmas Seroja, Kelurahan Harapanjaya, Bekasi Utara…

    Plh Walkot Harris Bobihoe Bahas Solusi Persampahan dan Tindak Tegas Oknum…
    baru saja
    Garut Utara Benar-benar Siap Lepas Landas
    2 menit lalu
    Detasemen K-9 Baharkam Polri Kawal CFD Margonda Depok Hingga Aman Terkendali
    6 menit lalu
    Butuh Langkah Terukur Agar DOB Garut Utara Benar-benar Siap Lepas Landas
    8 menit lalu
    Kelurahan Perwira Gelar Sosialisasi Program Penataan lingkungan Bekasi Keren…
    10 menit lalu
    Optimalkan Penegakan Hukum Elektronik, Korlantas Polri Akan Gelar Operasi Patuh 2026
    12 menit lalu
    Wakil Ketua DPC Pondok Gede Nurul Fahmi F. Syah, S.Pd, MM Resmi Mempersunting Bidan…
    16 menit lalu
    Plh. Wali Kota Bekasi Harris Bobihoe Hadiri Pisah Sambut Kajati Jabar Pakuan Bandung
    20 menit lalu
    UNPAD Gelar Ekspose Kajian CPDOB Garut Utara, Mendapatkan Nilai 400 dan…
    23 menit lalu
    Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Mabes Polri Tegaskan Nilai Luhur Bangs…
    25 menit lalu


        


    Tidak ada komentar: