3.6.26

UNPAD Gelar Ekspose Kajian CPDOB Garut Utara, Mendapatkan Nilai 400 dan Layak di Mekarkan 

UNPAD Gelar Ekspose Kajian CPDOB Garut Utara



@satgasnasNews📎GARUT
Bertempat di ruang rapat Wakil Bupati Garut,  telah di laksanakan Ekspose hasil Kajian dari Tim Akademik UNPAD untuk Penilaian Kapasda CPDOB Garut Utara, Selasa, (2/6/2026). 

Hadir dalam kegiatan Ekspose tersebut Sekda Garut H. Nurdin Yana, Asda 1, Para Kepala Dinas/Instansi/Lembaga/Badan terkait, Para Camat se Garut Utara, Rengrengan Pejuang Pemekaran dari PM GATRA, Ketua Umum Rd. H. Holil Aksan Umarzen, H. Asep Basir Ketua II yang juga sebagai Ketua KPP, H. Dede Salahudin, H. Taufik Hidayat, Aep Saepudin, Enceng Solihin, Ruhimat, Aas Ahmad Syafei, Uus Sumirat, Leli, Lia dan Shinta serta para Profesor dari Tim Kajian Akademik UNPAD. 

Dalam pemaparannya Prof. Dr. H. Nandang Alamsyah Delianur, SH selalu Ketua Tim Kajian mengatakan keinginan pemekaran suatu Daerah itu merupakan aspirasi masyarakat yang ingin mengatur dan mengelola pemerintahannya sendiri diatur oleh Undang-Undang. Namun dalam proses pengusungannya harus memenuhi persyaratan baik itu mengenai Kapasitas Daerahnya, Jumlah Penduduknya, Infrastruktur, Sumber Daya Manusia-nya serta persyaratan administrasi lainnya. 

"Dimana berdasarkan PP 78/2007, Kami dari Tim Kajian UNPAD pada tahun 2021 telah melakukan kajian mengenai Kapasda dan Kawasan Ibu Kota Pemerintahan CPDOB Kabupaten Garut Utara yang hasil penilaian CPDOB Garut Utara telah mendapatkan nilai 356 poin sehingga direkomendasikan layak untuk menjadi Daerah Otonomi Baru, Demikian pula untuk  Kabupaten Induknya (Kab. Garut) sangat layak dalam menjalankan roda Pemerintahan-nya. " ujarnya memaparkan.

Penyerahan Dokumen Hasil. Kajian Kapasda CPDOB Garut Utara dari Prof. Dr. H. Kandang Alamsyah kepada Rd. H. Holil Aksan Ketum PM GATRA


Katanya lagi, "Kami sudah mengalisis mengenai Kapasda, mengukur tentang Potensi Garut Utara, dimana kajiannya harus benar-benar dilaksanakan dengan baik, sedetil mungkin sesuai poin-poin yang harus di kaji baik secara Kuantitatif maupun Kualitatif. Selama 3 bulan, kami telah melakukan kajian dan analisis mengenai beberapa faktor mengenai ipoleksosbudhankam, pertumbuhan ekonomi, aset dan potensi-potensi sumber daya alam lainnya, potensi PADnya, dimana hasil akhir dinyatakan/direkomendasikan mampu/layak untuk menjadi Daerah Otonomi Baru."

Berdasarkan PP 78/2007, CPDOB Garut Utara mendapatkan nilai 365 pada tahun 2021 dan sekarang berdasarkan RPP Penataan Daerah, "Setelah dilakukan kajian oleh beberapa Profesor yang telah kami tunjuk, selama 3 bulan berjalan, telah di lakukan kajian dan analisis mengenai persyaratan administrasi maupun mengenai jumlah penduduk, partisipasi masyarakat, jumlah etnik, ormas dan pertumbuhan ekonomi, sektor pertanian, industri, perdagangan, hotel, restoran, keuangan jasa, semuanya telah di kaji dan hasilnya mendapatkan nilai 400 poin," ungkapnya.



Selanjutnya dituturkan Prof. Nandang, "Kajian berikutnya mengenai  potensi Pendapatan Asli dari CPDOB Garut Utara, Aksesibilitas Pendidikan, Kesehatan, Pelayanan Dasar Infrastruktur dan Potensi SDMnya sudah mendapatkan nilai-nya, Dimana nilai akhirnya dibagi menjadi 2 kategori, Layak/Mampu atau Tidak Layak/Ditolak," ungkapnya lagi.
• Aep Saepudin

BERSAMBUNG  1️⃣ 2️⃣

🛡️Redaksi: Dosi Bre' | www.satgasnas.com

 
FOTO BULAN INI
Polusi Udara ..."
Asap pembakaran adalah gas dan partikel yang
dihasilkan dari proses pembakaran bahan (seperti
sampah, kayu, atau bahan bakar fosil) yang
melepaskan ribuan zat beracun ke atmosfer. Asap ini merupakan salah satu penyebab utama polusi udara.

Semerawut ..."
Jl.Raya Seroja, Harapan Jaya,Bekasi Utara,Kota Bekasi






•FOTO BERITA














GALERY





  • Cover
  • Kabar 
  • Video
  •  

    SatgasnasNews ©
    SatgasnasNews ©
    Google
    Berawal dari Keluhan Pasien, Bidan Afita Soroti Pentingnya Skincare Aman untuk Bumil…

    Pengembangan Dryport di Kawasan Industri Batang Didukung Pelindo

    Humas Polri Rebut Kepercayaan Publik Tegas Wakapolri Komjen Dedi…

    Atasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Ilegal, Polri dan Kementerian Haji Bentuk…

    Bareskrim Polri Sita 12 Kilogram Sabu di Pelabuhan Bakauheni

    11 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Dilantik Gubernur DKI Pramono

    Super App Polri Kini Semakin Lengkap dan Transparan

    RW 001 Peduli Ikuti Edukasi - Tingkatkan Kesiapsiagaan

    Festival Adu Bedug dan Dondang ke-19 Meriahkan Mustika Jaya, Tri Adhianto Aj…

    1000 ORANG GARUT "TUMPLEK" DI CIBUBUR


    Pemekaran Daerah : Hindari Euforia, Mari Realistis dan Terukur Agar DOB Tidak Lahi…

    Wali Kota Bekasi Hentikan Penggalian Kabel Optik di Kali Abang Tengah

    Kondisi Jalan Caringin Memprihatinkan Wali Kota Bekasi Tinjau Langsung

    Wali Kota Bekasi Datangi Nenek Atnah Korban Pencurian Modal Dagang Na…

    Disdamkarmat Kota Bekasi Warnai CFD dengan Edukasi dan Games Kebencanaan

    Jelang Ramadhan Pengurus dan Anggota Pokja Satria Utara Gelar Silaturahmi

    DIHADIR SARDI EFFENDI : Ratusan Warga Banjiri Bazar UMKM RW 021 Pesona…

    Tonggak Komitmen Warga: RW 013 Perumahan Bintang Metropol Gelar Kegiatan…

    Tri Adhianto Melaunching Ruang Simulator Gempa

    TRANSERA WATERPARK BIKIN KEJUTAN : Hadirkan Acara Spektakuler di Ultah…


    Layani 47 Titik Henti : Trans BeKen Resmi Beroperasi di Rute Terminal Bekasi–Harap…

    Polda Metro Jaya Gelar HPN 2026 di Balai Wartawan

    Dampak Limbah Kegiatan SPPG Bikin Resah Warga, DLH Kota Bekasi Bergerak

    Saat Tri Adhianto Menertibkan PKL dan Reklame Ilegal Diacungkan Golok Pedagang

    KORCAM DAN KORDES : Pilar Strategis Perjuangan Pemekaran Daerah

    Sengketa Tanah Wakaf YBHM

    Uus Sumirat Dukung Pers Sehat Berdaulat Sebagai Pilar Kempat Demokrasi

    Tampil Memukau Marawis Al Istiqomah RW 001 Harapan Jaya Raih Juara 1

    PD IWO Kota Bekasi Telah Dilantik

    APEL AKHIR TAHUN 2025 Junaedi : Tekankan Kesiapsiagaan Infrastruktur…

    VIDEO PILIHAN



    VIDEO LAWAS


        

    Tidak ada komentar: