Inkalindo Eksis Kembangkan Potensi Sampah Bernilai Ekonomi
Menyeruaknya persoalan tentang penanganan sampah ditanah air, membuat banyak institusi dan organisasi kemasyarakatan bahkan hingga ke tingkat rumahtangga menjadikan masalah sampah serius dan menjadi masalah nasional.
Beberapa Tempat Pembuangan Akhir sampah di daerah dan jabodetabek memiliki masalah serius, mulai dari kebakaran, bau yang tidak sedap dan risiko penyakit bagi penduduk di radius lokasi.
Lalu bagaimana cara penanganan yang maksimal, agar sampah-sampah ini dapat terkelola dengan baik dan tidak menimbulkan dampak berkelanjutan bagi lingkungan sekitar.
Maka peran semua pihak lah yang peduli untuk bersatu mengatasi hal tersebut, mulai dari pemerintah, organisasi masyarakat, pengajar, para ahli hingga ke level rukun tetangga dan rukun warga. Kolaborasi ini sangat diperlukan agar penanganan bisa maksimal.
Adalah DPP Inkalindo (Ikatan Pengkaji Lingkungan Hidup Indonesia), yang berkolaborasi menggandeng Dinas Lingkungan Hidup kota Tangerang Selatan, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, PT Indah Kiat Pulp and Paper, TP PKK kota Tangerang Selatan dan Media satgasnasnews.
Kolaborasi MOU ini menggandeng juga Kementerian KLH yang diwakili oleh Direktur Penanganan Sampah Dra Melda Mardalina MSc. Kerjasama ini disaksikan pula perwakilan DPW Inkalindo se Indonesia.
Kesepakatan kerjasama pengelolaan sampah rumah tangga mandiri untuk mewujudkan zero waste 2028, berbarengan pula dengan simposium ekonomi kreatif yang dihasilkan melalui daur ulang sampah, di hotel Grand Serpong Tanggerang, Jumat, (11/9/2026).
Tanggerang Selatan adalah salah satu proyek percontohan untuk pengelolaan sampah, yang melibatkan masyarakat dalam hal ini para kader PKK, yang menjadi ujung tombak terdepan.
Sampah tidak cukup hanya dengan dibuang, lalu diambil petugas, tapi di level paling bawah sampah juga harus dipisahkan melalui jenisnya, organik dan non organik, yang kemudian bisa diolah menjadi aneka kebutuhan bernilai ekonomi. Semisal menjadi pakan ternak, kebutuhan rumah tangga berbahan plastik atau menjadi pupuk alam untuk tanaman.
Kota Semarang pun melalui DPW Inkalindo setempat juga sukses menjadikan sampah melalui budidaya maggot yang berguna sebagai pakan ternak. Provinsi lain di Indonesia pun serentak mengoptimalkan sampah untuk dikelola dan bernilai.
Ketua DPP Inkalindo, Dr Poerna Sri Oetari S, Si, Msi dalam wawancara dengan satgasnasnews mengatakan, Inkalindo sebagai Asosiasi yang bergerak di bidang lingkungan, sejak tahun 2010 sudah berkomitmen untuk melestarikan dan menjadikan lingkungan yang bersih dan sehat.
"Puncaknya di tahun 2026 ini komitmen tersebut dilanjutkan dengan kolaborasi menggandeng pihak-pihak terkait yang juga peduli lingkungan," ujar Dr Poerna Sri Oetari.
Sekjen Inkalindo, Tin Gustini, menambahkan, bahwa setiap daerah memiliki masalah penanganan sampah yang berbeda, "Karena itu jenis pengolahan yang diterapkan juga berbeda mengikuti kultur daerah masing-masing."
Ujarnya lagi, "Salah satu wilayah yang menjadi contoh pengelolaan sampah adalah Tangerang Selatan, yakni di Kecamatan Ciputat Timur."
'Kenapa Tanggerang Selatan dipilih sebagai pilot project karena "di sana masyarakatnya kooperatif dan sangat didukung oleh pemerintah setempat," Jelas Tin Gustini, yang juga aktif dalam memberikan pencerahan dan ilmu bagi ibu kader PKK baik di tingkat kota, kecamatan dan kelurahan se-Kota Tangerang Selatan.
Secara terpisah, Head of Sustainability PT Indah Kiat Indonesia Kholisul Fatikhin menyambut baik kerjasama ini. Baginya sampah adalah masalah global yang menjadi tanggungjawab bersama.
"Perlu adanya keterlibatan banyak pihak termasuk dunia usaha," tegas Kholisul Fatikhin.(*)
Beberapa Tempat Pembuangan Akhir sampah di daerah dan jabodetabek memiliki masalah serius, mulai dari kebakaran, bau yang tidak sedap dan risiko penyakit bagi penduduk di radius lokasi.
Lalu bagaimana cara penanganan yang maksimal, agar sampah-sampah ini dapat terkelola dengan baik dan tidak menimbulkan dampak berkelanjutan bagi lingkungan sekitar.
Maka peran semua pihak lah yang peduli untuk bersatu mengatasi hal tersebut, mulai dari pemerintah, organisasi masyarakat, pengajar, para ahli hingga ke level rukun tetangga dan rukun warga. Kolaborasi ini sangat diperlukan agar penanganan bisa maksimal.
Adalah DPP Inkalindo (Ikatan Pengkaji Lingkungan Hidup Indonesia), yang berkolaborasi menggandeng Dinas Lingkungan Hidup kota Tangerang Selatan, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, PT Indah Kiat Pulp and Paper, TP PKK kota Tangerang Selatan dan Media satgasnasnews.
Kolaborasi MOU ini menggandeng juga Kementerian KLH yang diwakili oleh Direktur Penanganan Sampah Dra Melda Mardalina MSc. Kerjasama ini disaksikan pula perwakilan DPW Inkalindo se Indonesia.
Kesepakatan kerjasama pengelolaan sampah rumah tangga mandiri untuk mewujudkan zero waste 2028, berbarengan pula dengan simposium ekonomi kreatif yang dihasilkan melalui daur ulang sampah, di hotel Grand Serpong Tanggerang, Jumat, (11/9/2026).
Tanggerang Selatan adalah salah satu proyek percontohan untuk pengelolaan sampah, yang melibatkan masyarakat dalam hal ini para kader PKK, yang menjadi ujung tombak terdepan.
Sampah tidak cukup hanya dengan dibuang, lalu diambil petugas, tapi di level paling bawah sampah juga harus dipisahkan melalui jenisnya, organik dan non organik, yang kemudian bisa diolah menjadi aneka kebutuhan bernilai ekonomi. Semisal menjadi pakan ternak, kebutuhan rumah tangga berbahan plastik atau menjadi pupuk alam untuk tanaman.
Kota Semarang pun melalui DPW Inkalindo setempat juga sukses menjadikan sampah melalui budidaya maggot yang berguna sebagai pakan ternak. Provinsi lain di Indonesia pun serentak mengoptimalkan sampah untuk dikelola dan bernilai.
Ketua DPP Inkalindo, Dr Poerna Sri Oetari S, Si, Msi dalam wawancara dengan satgasnasnews mengatakan, Inkalindo sebagai Asosiasi yang bergerak di bidang lingkungan, sejak tahun 2010 sudah berkomitmen untuk melestarikan dan menjadikan lingkungan yang bersih dan sehat.
"Puncaknya di tahun 2026 ini komitmen tersebut dilanjutkan dengan kolaborasi menggandeng pihak-pihak terkait yang juga peduli lingkungan," ujar Dr Poerna Sri Oetari.
Sekjen Inkalindo, Tin Gustini, menambahkan, bahwa setiap daerah memiliki masalah penanganan sampah yang berbeda, "Karena itu jenis pengolahan yang diterapkan juga berbeda mengikuti kultur daerah masing-masing."
Ujarnya lagi, "Salah satu wilayah yang menjadi contoh pengelolaan sampah adalah Tangerang Selatan, yakni di Kecamatan Ciputat Timur."
'Kenapa Tanggerang Selatan dipilih sebagai pilot project karena "di sana masyarakatnya kooperatif dan sangat didukung oleh pemerintah setempat," Jelas Tin Gustini, yang juga aktif dalam memberikan pencerahan dan ilmu bagi ibu kader PKK baik di tingkat kota, kecamatan dan kelurahan se-Kota Tangerang Selatan.
Secara terpisah, Head of Sustainability PT Indah Kiat Indonesia Kholisul Fatikhin menyambut baik kerjasama ini. Baginya sampah adalah masalah global yang menjadi tanggungjawab bersama.
"Perlu adanya keterlibatan banyak pihak termasuk dunia usaha," tegas Kholisul Fatikhin.(*)
QUOTES POPULER
1. Mimbar dari Cahaya: "Nabi SAW bersabda bahwa orang yang adil berada di sisi kanan Allah di atas mimbar dari cahaya". - (HR. Muslim).
2. “Apa yang kita pikirkan menentukan apa yang akan terjadi pada kita. Jadi jika kita ingin mengubah hidup, kita perlu sedikit mengubah pikiran kita.” - Wayne
3. "Tugas politik yang menyedihkan adalah menegakkan keadilan di dunia yang penuh dosa." - Reinhold Niebuhr.
4. "Keadilan adalah kapasitas untuk membedakan antara yang benar dan yang salah, yang lebih buruk atau lebih baik."
5. "Keadilan harus ditegakkan sebagai dasar dari sistem hukum, jika tidak, hukum hanya akan menjadi sarana penindasan."
















Tidak ada komentar:
Posting Komentar