INKALINDO Sambangi Owner Joglo Larva Center Sebagai Wujud Realisasi
Maggot Larva dari sampah rumah tangga kaya nutrisi bernilai ekonomi.
Rombongan Ikatan Pengkaji Lingkungan Hidup Indonesia (INKALINDO) yang terdiri dari Sekretaris DPP Inkalindo, Tin Gustini dan Ketua DPW Banten Prof Anton Irawan beserta pengurus lainnya serta Machrunnisa dari Provinsi Banten, sambangi owner Joglo Larva Center, Mulyanto Diharjo yang akrab disapa Mas Mul, Rabu pagi, (16/9/2026).
Kehadiran INKALINDO dimaksudkan untuk studi tiru dari pengalaman Mulyanto yang merupakan alumni Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) Jawa Tengah.
“Kami ingin mendengar langung kisah success story maupun kegagalan yang pernah dialami para peternak maggot binaan Mas Mul ini,” ungkap Tin Gustini, yang juga menyebutkan dengan demikian praktik bisa diterapkan dan kendala dapat dicarikan solusi untuk diterapkan di Kota Tangerang Selatan.
Kunjungan tersebut juga membawa calon peternak maggot Wakidi dari Kecamatan Ciputat Timur terkait dalam upaya realisasi dari Deklarasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga yang telah dilakukan di hadapan Direktur Penanganan Sampah KLH/BPLH dan Walikota Tangerang Selatan beberapa waktu lalu.
Untuk informasi, INKALINDO berinisiasi menggandeng actor Pentahelix untuk penanganan sampah organik rumahtangga, serta para pihak terkait adalah Pemerintah Kota Tangerang Selatan (unsur pemerintah), Universits Sultan Ageng Tirtayasa (unsur perguruan tinggi), Kader PKK Kota Tangerang Selatan (unsur Masyarakat), PT. Indah Kiat Pulp & Paper (IKPP - unsur pelaku usaha) serta dari unsur media satgasnasNews.
Maggot adalah larva atau ulat dari jenis lalat hitam yang dikenal sebagai Black Soldier Fly atau BSF, hewan kecil ini terkenal karena kemampuan mengurai sampah organik dengan sangat cepat.
Sampah-sampah ini, ditangan Mulyanto dan tim nya berbuah menjadi Maggot yang kemudian bernilai ekonomi. Bisa dijadikan cemilan sejenis keripik, buat pakan ternak ayam dan ikan, buat nutrisi bagi tumbuhan organik dan yang paling penting memiliki kandungan gizi dan protein tinggi untuk manusia.
Perlu diketahui, Joglo Larva Center merupakan salah satu cara mengolah sampah bernilai ekonomi, yang salah satu dikunjungi oleh Ikatan Pengkaji Lingkungan Hidup Indonesia (Inkalindo).
Kunjungan seperti ini menurut Tin, memang menjadi salah satu agenda Inkalindo untuk mensosialisasikan lingkungan yang sehat dan bermanfaat bagi warga, “Kami berkomitmen terhadap semua permasalahan lingkungan khususnya penanganan sampah rumahtangga ini,” pungkasnya.
Dengan demikian, komitmen pemanfaatan sampah rumah tangga ini serta keberhasilan para penggiat pengolahan sampah, bisa menularkan semangat ke seluruh lapisan masyarakat.
"Siapa menduga jika dari sampah makanan bisa jadi sesuatu yang menghasilkan nilai ekonomi, untuk mengolah Maggot pun ternyata tidak harus memiliki lahan yang besar, " jelas Tin kepada satgasnasNews, yang menjadi media partner Inkalindo.
Tim dari Inkalindo selain mengamati secara singkat bagaimana cara dan tehnik mengolah Maggot, juga ikut mencicipi kripik Maggot yang di oven.
Narasi Ajakan BermanfaatPernah terbayang kah di benak kita, para ibu-ibu rumah tangga yang setiap hari membuang sisa makanan ke tempat sampah. Bila sampah diangkut setiap hari mungkin tidak menimbulkan masalah lingkungan, tetapi disaat sampah tersebut mengendap lalu bercampur dengan sampah lain maka bau tak sedap akan tercium, lalat dan tikus berdatangan. Efeknya lingkungan sekitar menjadi tidak sehat.
Stop! Mari memulai hidup sehat. Paling utama berasal dari lingkungan dimana kita tinggal. Di kawasan jalan Koja II Jati Asih Bekasi hampir separoh warganya menikmati lingkungan sehat dan bersih tanpa bau sampah.
Narasi edukasi dan sosialisasi tersebut disampaikan ke warga dimulai sejak 2015. Penggeraknya adalah Joglo Larva Center yang digawangi oleh Mulyanto dan beberapa staf.
Mereka inilah yang setiap hari mengajak warga untuk tidak membuang sampah sisa makanan. Sampah dikumpulkan dalam wadah ember dan dijemput kerumah-rumah warga. Untuk selanjutnya diolah menjadi Maggot.(*)
Rombongan Ikatan Pengkaji Lingkungan Hidup Indonesia (INKALINDO) yang terdiri dari Sekretaris DPP Inkalindo, Tin Gustini dan Ketua DPW Banten Prof Anton Irawan beserta pengurus lainnya serta Machrunnisa dari Provinsi Banten, sambangi owner Joglo Larva Center, Mulyanto Diharjo yang akrab disapa Mas Mul, Rabu pagi, (16/9/2026).
Kehadiran INKALINDO dimaksudkan untuk studi tiru dari pengalaman Mulyanto yang merupakan alumni Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) Jawa Tengah.
“Kami ingin mendengar langung kisah success story maupun kegagalan yang pernah dialami para peternak maggot binaan Mas Mul ini,” ungkap Tin Gustini, yang juga menyebutkan dengan demikian praktik bisa diterapkan dan kendala dapat dicarikan solusi untuk diterapkan di Kota Tangerang Selatan.
Kunjungan tersebut juga membawa calon peternak maggot Wakidi dari Kecamatan Ciputat Timur terkait dalam upaya realisasi dari Deklarasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga yang telah dilakukan di hadapan Direktur Penanganan Sampah KLH/BPLH dan Walikota Tangerang Selatan beberapa waktu lalu.
Untuk informasi, INKALINDO berinisiasi menggandeng actor Pentahelix untuk penanganan sampah organik rumahtangga, serta para pihak terkait adalah Pemerintah Kota Tangerang Selatan (unsur pemerintah), Universits Sultan Ageng Tirtayasa (unsur perguruan tinggi), Kader PKK Kota Tangerang Selatan (unsur Masyarakat), PT. Indah Kiat Pulp & Paper (IKPP - unsur pelaku usaha) serta dari unsur media satgasnasNews.
Maggot adalah larva atau ulat dari jenis lalat hitam yang dikenal sebagai Black Soldier Fly atau BSF, hewan kecil ini terkenal karena kemampuan mengurai sampah organik dengan sangat cepat.
Sampah-sampah ini, ditangan Mulyanto dan tim nya berbuah menjadi Maggot yang kemudian bernilai ekonomi. Bisa dijadikan cemilan sejenis keripik, buat pakan ternak ayam dan ikan, buat nutrisi bagi tumbuhan organik dan yang paling penting memiliki kandungan gizi dan protein tinggi untuk manusia.
Perlu diketahui, Joglo Larva Center merupakan salah satu cara mengolah sampah bernilai ekonomi, yang salah satu dikunjungi oleh Ikatan Pengkaji Lingkungan Hidup Indonesia (Inkalindo).
Kunjungan seperti ini menurut Tin, memang menjadi salah satu agenda Inkalindo untuk mensosialisasikan lingkungan yang sehat dan bermanfaat bagi warga, “Kami berkomitmen terhadap semua permasalahan lingkungan khususnya penanganan sampah rumahtangga ini,” pungkasnya.
Dengan demikian, komitmen pemanfaatan sampah rumah tangga ini serta keberhasilan para penggiat pengolahan sampah, bisa menularkan semangat ke seluruh lapisan masyarakat.
"Siapa menduga jika dari sampah makanan bisa jadi sesuatu yang menghasilkan nilai ekonomi, untuk mengolah Maggot pun ternyata tidak harus memiliki lahan yang besar, " jelas Tin kepada satgasnasNews, yang menjadi media partner Inkalindo.
Tim dari Inkalindo selain mengamati secara singkat bagaimana cara dan tehnik mengolah Maggot, juga ikut mencicipi kripik Maggot yang di oven.
Narasi Ajakan Bermanfaat
Pernah terbayang kah di benak kita, para ibu-ibu rumah tangga yang setiap hari membuang sisa makanan ke tempat sampah. Bila sampah diangkut setiap hari mungkin tidak menimbulkan masalah lingkungan, tetapi disaat sampah tersebut mengendap lalu bercampur dengan sampah lain maka bau tak sedap akan tercium, lalat dan tikus berdatangan. Efeknya lingkungan sekitar menjadi tidak sehat.
Stop! Mari memulai hidup sehat. Paling utama berasal dari lingkungan dimana kita tinggal. Di kawasan jalan Koja II Jati Asih Bekasi hampir separoh warganya menikmati lingkungan sehat dan bersih tanpa bau sampah.
Narasi edukasi dan sosialisasi tersebut disampaikan ke warga dimulai sejak 2015. Penggeraknya adalah Joglo Larva Center yang digawangi oleh Mulyanto dan beberapa staf.
Mereka inilah yang setiap hari mengajak warga untuk tidak membuang sampah sisa makanan. Sampah dikumpulkan dalam wadah ember dan dijemput kerumah-rumah warga. Untuk selanjutnya diolah menjadi Maggot.(*)
QUOTES POPULER
1. Mimbar dari Cahaya: "Nabi SAW bersabda bahwa orang yang adil berada di sisi kanan Allah di atas mimbar dari cahaya". - (HR. Muslim).
2. “Apa yang kita pikirkan menentukan apa yang akan terjadi pada kita. Jadi jika kita ingin mengubah hidup, kita perlu sedikit mengubah pikiran kita.” - Wayne
3. "Tugas politik yang menyedihkan adalah menegakkan keadilan di dunia yang penuh dosa." - Reinhold Niebuhr.
4. "Keadilan adalah kapasitas untuk membedakan antara yang benar dan yang salah, yang lebih buruk atau lebih baik."
5. "Keadilan harus ditegakkan sebagai dasar dari sistem hukum, jika tidak, hukum hanya akan menjadi sarana penindasan."















Tidak ada komentar:
Posting Komentar