Menteri Lingkungan Hidup RI : Dari Pemeliharaan Lingkungan Bisa Menghasilkan Bisnis dan Mendatangkan Keuntungan Bagi Masyarakat Lokal
@satgasnasNews |GARUT Bertempat di Pelataran samping Gedung Pendopo Garut di sulap menjadi tempat acara Pembukaan Kegiatan LAWUNG LINGKUNG 2026 dengan thema "Kerja Budaya untuk Memuliakan Bumi", Rabu, (30/9/2026).
Hadir dalam acara tersebut Bupati Garut, Unsur Porkopimda Garut, Para Tamu Undangan dari Aktivis Lingkungan, Tokoh Masyarakat Adat, Anggota DPR RI, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Garut, Tokoh Budaya dan Para Pelaku Seni Tradisional.
Tidak ketinggalan utusan dari PM GATRA di hadiri oleh Waketum Bidang Pendidikan, Sosial dan Budaya Aep Saepudin, SAg untuk menggantikan Rd. H. Holil Aksan Umarzen karena ada acara Rakornas Forkonas di Gedung Juang 45 Menteng Jakarta Pusat.
Acara dimulai dengan Menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars Lingkungan, Sambutan dari Bupati Garut, Laporan dari Panitia Pelaksana Kegiatan LAWUNG LINGKUNG 2026 penyerahan cinderamata dan pemberian/memakaikan pakaian adat Sunda/Baju Pangsit + Bendo.
Dalam sambutannya Bupati Garut, H. Abdusy Syakir Amin, mengucapkan selamat datang kepada Bpk. Menteri Lingkungan Hidup di Kabupaten Garut, saya merasa bangga dan senang beliau bisa datang ke Garut, Dimana Saya dengan Kang Jumhur Hidayat itu dulu satu SMA dan satu Campus," ungkapnya
Selanjutnya Bupati Garut menjelaskan tentang awal berdirinya Kabupaten Garut sekitar 1912, sudah cukup lama dengan jumlah penduduknya sekitar 2.800.000 lebih, demikian luas wilayahnya sangat besar, merupakan Kabupaten dengan luas ke tiga di Provinsi Jawa Barat, Untuk Pertumbuhan Penduduknya sangat luar biasa dan cukup banyak, dimana semakin lama akan yang semakin banyak orangnya, tetapi untuk ruang terbuka tidak bertambah, lingkungan hidup yang dapat menopang udara yang segar semakin kurang, untuk itu lahan hutan dan pengairan yang ada sekarang, harus dijaga bersama lingkungan hidup, kebersihannya dan potensi alamnya," papar Bupati penuh harap.
"Pada kesempatan yang baik ini, kami mengucapkan terimakasih kepada Bpk. Presiden melalui menteri lingkungan hidup telah memberikan bantuan, in sya Allah akan kami jaga, pelihara dan di manfaatkan serta di optimalkan bantuan tersebut dengan baik serta dimohon kepada semua pihak dinas/instansi/lembaga/badan terkait wabil khusus para petani/aktivis lingkungan untuk senantiasa menjaga kebersihan di lingkungannya masing-masing." Pungkasnya.
Sementara Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Muhammad Jumhur Hidayat dalam pemaparan menyampaikan rasa terimakasih kepada Bupati Garut, "Terimakasih kepada Bupati Garut dan Forkopimda Kabupaten Garut, Para Tamu Undangan, wabil khusus para petani aktivis lingkungan yang telah hadir, mari kita bersama-sama untuk menjaga, memelihara dan memanfaatkan potensi lingkungan di tempat tinggalnya masing-masing, karena kedepan dari pemeliharaan lingkungan tersebut bisa menghasilkan bisnis dan mendatangkan keuntungan dan jika itu sudah berhasil maka masyarakat lokal yang harus menerima kesejahteraannya," ucapnya penuh semangat.
Selain itu Muhammad Jumhur Hidayat mengatakan, "In sya Allah dalam waktu dekat akan ada pelatihan bagi para Bupati/Walikota dan BAPPEDA untuk membahas tentang manfaat dan potensi dari lingkungan karena dari carbon tersebut nantinya akan mendapatkan keuntungan bagi pemerintah juga bagi masyarakat lokal, bagi warga yang mampu dan menjaga kelestarian alam lingkungan hidup yang sehat, nantinya akan menghasilkan karbon dan menghasilkan oksigen, ingat jika lingkungan nya kotor akan mengurangi dari ketersediaannya oksigen, makanya kami akan memberikan reward bagi masyarakat yang mampu dan menjaga lingkungan tersebut dari pencemaran alam, udara dan pencemaran lainnya," sahut Bung Jumhur Hidayat mengakhiri sambutannya.
Sementara itu, Aep Saepudin ketika diminta pendapatnya tentang program carbon dari lingkungan hidup mengatakan, "Alhamdulillah di era pemerintahan sekarang sudah ada mulai perubahan dan perhatian yang serius untuk bagaimana masyarakat bisa terlibat langsung dalam pemeliharaan, penjagaan dan pengoptimalan dari potensi sumber daya alam dan lingkungan hidup sehingga nantinya bisa menghasilkan bisnis dan keuntungan bagi warga masyarakat lokal, untuk itu mari kita dukung bersama program tersebut sehingga nanti bisa dirasakan langsung oleh masyarakat bukan sebatas wacana saja, tapi perlu realisasi yang nyata, rakyat sekarang butuh bukti bukan janji," ujar tegas.
"Ingat bahwa sesungguhnya Allah telah menjelaskan dalam firman Nya Al qur'an yang artinya Sesungguhnya kerusakan dimuka bumi, di daratan dan di lautan adalah akibat dari tangan-tangan jahil manusia. Maka sebagai warga negara yang baik dan muslim yang beriman kepada Al Qur'an, Kita Wajib untuk memelihara lingkungan daratan dan lautan, sehingga nantinya akan mendatangkan kesejahteraan, semoga kita semua mau dan rela untuk bersama-sama memelihara dan menjaga lingkungan hidup dengan sebaik-baiknya," sahut Kang Aep Saepudin penuh harap.(*)
@satgasnasNews |GARUT
Hadir dalam acara tersebut Bupati Garut, Unsur Porkopimda Garut, Para Tamu Undangan dari Aktivis Lingkungan, Tokoh Masyarakat Adat, Anggota DPR RI, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Garut, Tokoh Budaya dan Para Pelaku Seni Tradisional.
Tidak ketinggalan utusan dari PM GATRA di hadiri oleh Waketum Bidang Pendidikan, Sosial dan Budaya Aep Saepudin, SAg untuk menggantikan Rd. H. Holil Aksan Umarzen karena ada acara Rakornas Forkonas di Gedung Juang 45 Menteng Jakarta Pusat.
Acara dimulai dengan Menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars Lingkungan, Sambutan dari Bupati Garut, Laporan dari Panitia Pelaksana Kegiatan LAWUNG LINGKUNG 2026 penyerahan cinderamata dan pemberian/memakaikan pakaian adat Sunda/Baju Pangsit + Bendo.
Dalam sambutannya Bupati Garut, H. Abdusy Syakir Amin, mengucapkan selamat datang kepada Bpk. Menteri Lingkungan Hidup di Kabupaten Garut, saya merasa bangga dan senang beliau bisa datang ke Garut, Dimana Saya dengan Kang Jumhur Hidayat itu dulu satu SMA dan satu Campus," ungkapnya
Selanjutnya Bupati Garut menjelaskan tentang awal berdirinya Kabupaten Garut sekitar 1912, sudah cukup lama dengan jumlah penduduknya sekitar 2.800.000 lebih, demikian luas wilayahnya sangat besar, merupakan Kabupaten dengan luas ke tiga di Provinsi Jawa Barat, Untuk Pertumbuhan Penduduknya sangat luar biasa dan cukup banyak, dimana semakin lama akan yang semakin banyak orangnya, tetapi untuk ruang terbuka tidak bertambah, lingkungan hidup yang dapat menopang udara yang segar semakin kurang, untuk itu lahan hutan dan pengairan yang ada sekarang, harus dijaga bersama lingkungan hidup, kebersihannya dan potensi alamnya," papar Bupati penuh harap.
"Pada kesempatan yang baik ini, kami mengucapkan terimakasih kepada Bpk. Presiden melalui menteri lingkungan hidup telah memberikan bantuan, in sya Allah akan kami jaga, pelihara dan di manfaatkan serta di optimalkan bantuan tersebut dengan baik serta dimohon kepada semua pihak dinas/instansi/lembaga/badan terkait wabil khusus para petani/aktivis lingkungan untuk senantiasa menjaga kebersihan di lingkungannya masing-masing." Pungkasnya.
Sementara Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Muhammad Jumhur Hidayat dalam pemaparan menyampaikan rasa terimakasih kepada Bupati Garut, "Terimakasih kepada Bupati Garut dan Forkopimda Kabupaten Garut, Para Tamu Undangan, wabil khusus para petani aktivis lingkungan yang telah hadir, mari kita bersama-sama untuk menjaga, memelihara dan memanfaatkan potensi lingkungan di tempat tinggalnya masing-masing, karena kedepan dari pemeliharaan lingkungan tersebut bisa menghasilkan bisnis dan mendatangkan keuntungan dan jika itu sudah berhasil maka masyarakat lokal yang harus menerima kesejahteraannya," ucapnya penuh semangat.
Selain itu Muhammad Jumhur Hidayat mengatakan, "In sya Allah dalam waktu dekat akan ada pelatihan bagi para Bupati/Walikota dan BAPPEDA untuk membahas tentang manfaat dan potensi dari lingkungan karena dari carbon tersebut nantinya akan mendapatkan keuntungan bagi pemerintah juga bagi masyarakat lokal, bagi warga yang mampu dan menjaga kelestarian alam lingkungan hidup yang sehat, nantinya akan menghasilkan karbon dan menghasilkan oksigen, ingat jika lingkungan nya kotor akan mengurangi dari ketersediaannya oksigen, makanya kami akan memberikan reward bagi masyarakat yang mampu dan menjaga lingkungan tersebut dari pencemaran alam, udara dan pencemaran lainnya," sahut Bung Jumhur Hidayat mengakhiri sambutannya.
Sementara itu, Aep Saepudin ketika diminta pendapatnya tentang program carbon dari lingkungan hidup mengatakan, "Alhamdulillah di era pemerintahan sekarang sudah ada mulai perubahan dan perhatian yang serius untuk bagaimana masyarakat bisa terlibat langsung dalam pemeliharaan, penjagaan dan pengoptimalan dari potensi sumber daya alam dan lingkungan hidup sehingga nantinya bisa menghasilkan bisnis dan keuntungan bagi warga masyarakat lokal, untuk itu mari kita dukung bersama program tersebut sehingga nanti bisa dirasakan langsung oleh masyarakat bukan sebatas wacana saja, tapi perlu realisasi yang nyata, rakyat sekarang butuh bukti bukan janji," ujar tegas.
"Ingat bahwa sesungguhnya Allah telah menjelaskan dalam firman Nya Al qur'an yang artinya Sesungguhnya kerusakan dimuka bumi, di daratan dan di lautan adalah akibat dari tangan-tangan jahil manusia. Maka sebagai warga negara yang baik dan muslim yang beriman kepada Al Qur'an, Kita Wajib untuk memelihara lingkungan daratan dan lautan, sehingga nantinya akan mendatangkan kesejahteraan, semoga kita semua mau dan rela untuk bersama-sama memelihara dan menjaga lingkungan hidup dengan sebaik-baiknya," sahut Kang Aep Saepudin penuh harap.(*)
QUOTES POPULER
1. Mimbar dari Cahaya: "Nabi SAW bersabda bahwa orang yang adil berada di sisi kanan Allah di atas mimbar dari cahaya". - (HR. Muslim).
2. “Apa yang kita pikirkan menentukan apa yang akan terjadi pada kita. Jadi jika kita ingin mengubah hidup, kita perlu sedikit mengubah pikiran kita.” - Wayne
3. "Tugas politik yang menyedihkan adalah menegakkan keadilan di dunia yang penuh dosa." - Reinhold Niebuhr.
4. "Keadilan adalah kapasitas untuk membedakan antara yang benar dan yang salah, yang lebih buruk atau lebih baik."
5. "Keadilan harus ditegakkan sebagai dasar dari sistem hukum, jika tidak, hukum hanya akan menjadi sarana penindasan."














Tidak ada komentar:
Posting Komentar