Demo Gejolak Harga Francis Disebut Presiden Emmanuel Macron Akibat Dampak Pera…

Konser Guns N’ Roses Akan Mengguncang, 9 Dewa Gitar Indonesia Sebagai Penampil…

Sekolah Rakyat Kota Bekasi Gelar Open House, Menteri Sosial Apresiasi Kreativitas…

Kontroversi Dampak Karhutla : Asap dan Oksigen

Wawali Harris Bobihoe Tinjau Kopdes Merah Putih : Harga Lebih Murah

MEMOAR : DICARI WARTAWAN PLUS

Perkuat Sinergi Ulama dan Polri: Kapolri Silaturahmi dengan Habib Umar bin Hafidz

Gatot Heroe Hernanda Ngaku Terima Uang Rp3,25 M dan Sudah Mengembalikan ke KPK

Wawali Harris Bobihoe Buka Kompetisi Sains, Seni, Dan Olahraga Siswa

Kerja Sama BSI-BPJS Kesehatan untuk Perkuat dan Mendukung Ekosistem…

19/10/2026

Demo Gejolak Harga Francis Disebut Presiden Emmanuel Macron Akibat Dampak Perang Iran



@satgasnasNews |PRANCIS
Presiden Prancis Emmanuel Macron menyalahkan dampak perang di Iran atas gelombang demonstrasi besar-besaran yang berujung kerusuhan di Prancis. Dalam pidato resminya dari Istana Elysee pada Minggu (18/10/2026).

Macron juga  menyatakan bahwa meskipun Prancis tidak terlibat langsung dalam perang tersebut, negaranya lah yang harus menanggung beban ekonomi akibat konflik tersebut

Gelombang Demo Berujung Penjarahan 
Gelombang demonstrasi besar-besaran yang dipicu oleh protes terhadap kenaikan biaya hidup dan memburuknya layanan publik di Prancis berujung pada kerusuhan dan aksi penjarahan massal pada pertengahan Oktober 2026.

Di Paris, bentrokan besar antara demonstran dan polisi berlangsung hingga malam hari. Polisi menghalau menggunakan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan massa. Tak ayal, sejumlah bangunan dibakar di ibu kota Prancis, serta beberapa daerah lain. 

Sedangkan di Limoges, kebakaran besar yang melanda balai kota menyebabkan sebagian atap gedung runtuh.

Kekerasan terjadi di berbagai wilayah Prancis pada Sabtu (17/10), dalam gelombang terbaru demonstrasi yang memprotes kondisi sulit di sekolah-sekolah serta tingginya biaya hidup.



Aksi penjarahan juga terjadi di beberapa kota, sementara laporan mengenai vandalisme meluas yang menyasar balai kota dan berbagai bangunan komersial turut merajai dan bermunculan.

Fakta Utama dan Kronologi yang disusun dari berbagai sumber menyebutkan bahwa  waktu Kejadian saat aksi utama pecah pada Sabtu, 17 Oktober 2026 dan berlanjut hingga Minggu, 18 Oktober 2026.

Secara kronologi penyebabnya saat protes terhadap lonjakan harga bahan bakar, tingginya biaya hidup, inflasi, ketimpangan sosial, serta fasilitas pendidikan dan layanan publik yang memburuk.

Didapati dampak wilayah yang mengalami aksi dan penjarahan menyebar di berbagai kota, termasuk Paris, Marseille, Lyon, Lille, Bordeaux, Limoges, Toulon, Caen dan Montpellier.

Saat itu sasaran penjarahan serta Perusakan adalah Butik mewah, toko barang perawatan kulit, toko ponsel, supermarket (termasuk sekitar 50 gerai Carrefour rusak dan 20 di antaranya dijarah), hingga balai kota bersejarah di Limoges yang terbakar.

Sementara itu gelombang demonstrasi nasional ini diperkirakan diikuti sekitaran 550.000 hingga 800.000 orang di seluruh Prancis, dipicu oleh akumulasi protes fasilitas pendidikan yang meluas menjadi tuntutan krisis biaya hidup

Lebih dari 2.000 orang ditangkap oleh pihak berwenang serta lebih dari 600 personel keamanan (polisi, gendarmerie, dan petugas pemadam kebakaran) mengalami luka-luka.

Dalam sebuah laporan disebutkan satu orang demonstran dilaporkan meninggal dunia akibat henti jantung di Paris.

Menanggapi insiden tersebut, Presiden Prancis Emmanuel Macron menegaskan bahwa "tidak ada tempat bagi kekerasan" di negaranya.

Ia menegaskan juga bahwa aksi protes atau demonstrasi yang sah dengan tuntutan yang wajar harus dibedakan dari kelompok-kelompok kecil, kriminal, atau ekstremis yang sengaja menyusup untuk membuat kekacauan.



Selain itu juga, Macron menegaskan bahwa melonjaknya biaya hidup dan harga bahan bakar di Prancis dipicu oleh konflik di Teluk Persia, yaitu perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan sekutunya. "Prancis tidak ikut serta dalam perang itu. Namun, kami yang menanggung dampaknya," ujar Macron.

Macron juga memahami kekhawatiran masyarakat mengenai inflasi tinggi dan masalah ekonomi yang sedang menjerat, serta menyebut kekhawatiran ini juga dirasakan di berbagai ibu kota negara Eropa lainnya.

Ia berjanji pemerintah akan berupaya mencari pasokan energi tambahan untuk menekan biaya hidup, sekaligus menegaskan tidak akan ada kompromi serta akan menindak tegas para pelaku kerusuhan sesuai hukum yang berlaku.(*)
•Ed/red

🛡️Redaksi: Arpani| www.satgasnas.com


DOB Garut Utara Siap Lepas Landas

Funday Morning Jadi Awal Hitung Mundur PORPROV XV Jabar 2026, Bekasi Siap…

Hotman Paris Sebut Tidak Ada Penahanan terhadap Febrie Adriansyah

Untuk Perkuat Kemitraan Jaga Bali Tetap Aman Serta Nyaman, Kapolri Serap…

Memaknai Hari Kemerdekaan RI dalam Perjuangan DOB Garut Utara

Sampaikan Amanat Kapolri : Wakapolri Tutup Pendidikan Taruna Akpol Angkatan ke-58

Ketua Dekranasda Kota Bekasi Hadiri Puncak HUT ke-46 Dekranas, Dorong UMKM…

Febrie Adriansyah Resmi Jadi Tersangka Digantikan Rudi Margono Ditunjuk Sebagai Pl…

Jutaan Rakyat Iran Berduka Banjiri Prosesi Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei

Brigjen TNI (Purn) H Kemal Hendrayadi Buka Suara Terkait Dinamika Daerah Otonomi…

Tri Katakan Disiplin Bukan Hanya Diukur dari Absensi Saja

Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Asep Edi Suheri Lakukan Upacara Sertijab Terhadap 2…

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Apresiasi Pemenang Jakarta Robotic Games 2026

Merancang Fondasi Pemerintahan DOB Garut Utara : Saatnya Melahirkan…

Kapolri Menghadiri Peresmian Sekretariat Bersama Perjuangan Koalisi Besar…

Meski Ada Investasi Baru, Industri Aluminium Masih Butuh 56% Impor


QUOTES POPULER
1.
Mimbar dari Cahaya: "Nabi SAW bersabda bahwa orang yang adil berada di sisi kanan Allah di atas mimbar dari cahaya". - (HR. Muslim). 
2. “Apa yang kita pikirkan menentukan apa yang akan terjadi pada kita. Jadi jika kita ingin mengubah hidup, kita perlu sedikit mengubah pikiran kita.” - Wayne
3. "Tugas politik yang menyedihkan adalah menegakkan keadilan di dunia yang penuh dosa." - Reinhold Niebuhr.
4. "Keadilan adalah kapasitas untuk membedakan antara yang benar dan yang salah, yang lebih buruk atau lebih baik."
5. "Keadilan harus ditegakkan sebagai dasar dari sistem hukum, jika tidak, hukum hanya akan menjadi sarana penindasan."

FOTO BERITA  Foto Kita  












    Wali Kota Bekasi bersama Polres Metro Bekasi Kota Gelar Doa Bersama Peringati HUT…

    PNM Peduli Cabang Bekasi Berikan Sarana Prasarana untuk Support Pelatihan…

    Di Hari Bhayangkara ke-80 Polri Menegaskan Komitmennya Mendukung…

    Kreativitas Kepala Daerah Menentukan Masa Depan DOB: Mengubah Kekayaan…

    Transformasi Mizuda Jadi Inspirasi Walikota Bekasi Mengembangkan…

    Kecelakaan Truk Picu Kemacetan di Simpang Unisma Bekasi

    Sugeng Teguh Santoso IPW

    Dampingi Ketua MPR RI, Wawali Harris Bobihoe Sampaikan Peran Strategis…

    Menggeser Narasi Perjuangan Dari Pemekaran Daerah Menjadi Kesejahteraan…

    Forum Grup Discusion di Puskesmas Seroja, Kelurahan Harapanjaya, Bekasi Utara…

    Plh Walkot Harris Bobihoe Bahas Solusi Persampahan dan Tindak Tegas Oknum…
    baru saja
    Garut Utara Benar-benar Siap Lepas Landas
    2 menit lalu
    Detasemen K-9 Baharkam Polri Kawal CFD Margonda Depok Hingga Aman Terkendali
    6 menit lalu
    Butuh Langkah Terukur Agar DOB Garut Utara Benar-benar Siap Lepas Landas
    8 menit lalu
    Kelurahan Perwira Gelar Sosialisasi Program Penataan lingkungan Bekasi Keren…
    10 menit lalu
    Optimalkan Penegakan Hukum Elektronik, Korlantas Polri Akan Gelar Operasi Patuh 2026
    12 menit lalu
    Wakil Ketua DPC Pondok Gede Nurul Fahmi F. Syah, S.Pd, MM Resmi Mempersunting Bidan…
    16 menit lalu
    Plh. Wali Kota Bekasi Harris Bobihoe Hadiri Pisah Sambut Kajati Jabar Pakuan Bandung
    20 menit lalu
    UNPAD Gelar Ekspose Kajian CPDOB Garut Utara, Mendapatkan Nilai 400 dan…
    23 menit lalu
    Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Mabes Polri Tegaskan Nilai Luhur Bangs…
    25 menit lalu




        


    Tidak ada komentar: