Wali Kota Bekasi Resmikan Taman Bhineka di Perum Mandosi Permai RW 07 Jatiluhur, Ajak Warga Peduli Merawat Lingkungan
@satgasnasNews |KOTA BEKASIWali Kota Bekasi, Tri Adhianto, meresmikan Taman Bhineka yang berlokasi di Perumahan Mandosi Permai, RW 07, Kelurahan Jatiluhur, Kota Bekasi, pada hari ini Sabtu (24/10).Peresmian ini menjadi momentum untuk memperkuat semangat gotong royong, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, serta menghadirkan ruang publik yang bermanfaat bagi masyarakat.
Dalam sambutannya, Tri Adhianto menegaskan bahwa pembangunan fasilitas publik harus diiringi dengan komitmen untuk merawat dan menjaganya secara berkelanjutan. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak hanya berorientasi pada pembangunan, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap keberlangsungan fasilitas yang telah dibangun.
“Jangan hanya pintar membangun, tetapi juga harus pintar merawatnya,” tegas Tri Adhianto.
Menurutnya, keberadaan Taman Bhineka tidak sekadar menjadi upaya menata lahan yang sebelumnya kurang terurus, tetapi juga menghadirkan ruang bersama yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan masyarakat. Taman ini diharapkan menjadi tempat bermusyawarah warga, ruang bermain bagi anak-anak, sekaligus ruang terbuka hijau yang berfungsi sebagai paru-paru lingkungan.
“Akan ditambahkan lampu penerangan pada malam hari untuk warga yang ingin berinteraksi atau adakan rapat pengurus RW RT bisa lebih nyaman.” tambah Tri.
Tri Adhianto juga menekankan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga fasilitas umum. Ia mengajak seluruh warga untuk tidak bersikap apatis, melainkan mengambil bagian dalam menjaga kebersihan, kerapian, dan ketertiban taman agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Perlu kepedulian kita bersama. Jangan sampai setelah dibangun, fasilitas ini justru tidak terawat. Taman ini harus dijaga bersama agar tetap bersih, rapi, dan tertata,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Taman Bhineka dapat menjadi ruang demokratis bagi masyarakat untuk berkumpul, bertukar gagasan, saling menginspirasi, serta berbagi pengalaman. Keberadaan ruang publik semacam ini dinilai penting untuk memperkuat hubungan sosial dan membangun komunikasi yang baik ant warga.
Dalam kesempatan tersebut, Tri Adhianto turut menyoroti pentingnya perencanaan pembangunan lingkungan melalui rembuk warga yang melibatkan pengurus RT dan RW. Berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari penataan lingkungan, keamanan, hingga kebersihan, perlu dibahas bersama agar program yang dijalankan benar-benar sesuai dengan aspirasi warga.
Ia berharap program-program pembangunan di tingkat lingkungan dapat berjalan selaras dengan arah kebijakan Pemerintah Kota Bekasi, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
Terkait dukungan anggaran pembangunan dan pemberdayaan masyarakat, disampaikan pula rencana anggaran BKM dan LPM sebesar Rp650 juta pada tahun mendatang, dengan peluang peningkatan menjadi Rp800 juta pada 2028. Selain itu, terdapat harapan agar dukungan anggaran untuk program Lingkar Keren dapat ditingkatkan menjadi Rp150 juta pada 2028 guna mendorong lingkungan yang semakin bersih, rapi, dan tertata. Besaran serta realisasi anggaran tersebut tetap mengikuti perencanaan dan ketentuan yang berlaku.
Peresmian Taman Bhineka di Perum Mandosi Permai RW 07 Jatiluhur menjadi simbol pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan permukiman yang nyaman, sehat, dan berkelanjutan.
Pesan yang disampaikan dalam peresmian tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan pembangunan tidak berhenti ketika sebuah fasilitas selesai dibangun. Lebih dari itu, keberhasilan sesungguhnya terletak pada kesadaran bersama untuk merawat, menjaga, dan memanfaatkannya demi kepentingan seluruh masyarakat.(*)
@satgasnasNews |KOTA BEKASI
Peresmian ini menjadi momentum untuk memperkuat semangat gotong royong, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, serta menghadirkan ruang publik yang bermanfaat bagi masyarakat.
Dalam sambutannya, Tri Adhianto menegaskan bahwa pembangunan fasilitas publik harus diiringi dengan komitmen untuk merawat dan menjaganya secara berkelanjutan. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak hanya berorientasi pada pembangunan, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap keberlangsungan fasilitas yang telah dibangun.
“Jangan hanya pintar membangun, tetapi juga harus pintar merawatnya,” tegas Tri Adhianto.
Menurutnya, keberadaan Taman Bhineka tidak sekadar menjadi upaya menata lahan yang sebelumnya kurang terurus, tetapi juga menghadirkan ruang bersama yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan masyarakat. Taman ini diharapkan menjadi tempat bermusyawarah warga, ruang bermain bagi anak-anak, sekaligus ruang terbuka hijau yang berfungsi sebagai paru-paru lingkungan.
“Akan ditambahkan lampu penerangan pada malam hari untuk warga yang ingin berinteraksi atau adakan rapat pengurus RW RT bisa lebih nyaman.” tambah Tri.
Tri Adhianto juga menekankan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga fasilitas umum. Ia mengajak seluruh warga untuk tidak bersikap apatis, melainkan mengambil bagian dalam menjaga kebersihan, kerapian, dan ketertiban taman agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Perlu kepedulian kita bersama. Jangan sampai setelah dibangun, fasilitas ini justru tidak terawat. Taman ini harus dijaga bersama agar tetap bersih, rapi, dan tertata,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Taman Bhineka dapat menjadi ruang demokratis bagi masyarakat untuk berkumpul, bertukar gagasan, saling menginspirasi, serta berbagi pengalaman. Keberadaan ruang publik semacam ini dinilai penting untuk memperkuat hubungan sosial dan membangun komunikasi yang baik ant warga.
Dalam kesempatan tersebut, Tri Adhianto turut menyoroti pentingnya perencanaan pembangunan lingkungan melalui rembuk warga yang melibatkan pengurus RT dan RW. Berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari penataan lingkungan, keamanan, hingga kebersihan, perlu dibahas bersama agar program yang dijalankan benar-benar sesuai dengan aspirasi warga.
Ia berharap program-program pembangunan di tingkat lingkungan dapat berjalan selaras dengan arah kebijakan Pemerintah Kota Bekasi, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
Terkait dukungan anggaran pembangunan dan pemberdayaan masyarakat, disampaikan pula rencana anggaran BKM dan LPM sebesar Rp650 juta pada tahun mendatang, dengan peluang peningkatan menjadi Rp800 juta pada 2028. Selain itu, terdapat harapan agar dukungan anggaran untuk program Lingkar Keren dapat ditingkatkan menjadi Rp150 juta pada 2028 guna mendorong lingkungan yang semakin bersih, rapi, dan tertata. Besaran serta realisasi anggaran tersebut tetap mengikuti perencanaan dan ketentuan yang berlaku.
Peresmian Taman Bhineka di Perum Mandosi Permai RW 07 Jatiluhur menjadi simbol pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan permukiman yang nyaman, sehat, dan berkelanjutan.
Pesan yang disampaikan dalam peresmian tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan pembangunan tidak berhenti ketika sebuah fasilitas selesai dibangun. Lebih dari itu, keberhasilan sesungguhnya terletak pada kesadaran bersama untuk merawat, menjaga, dan memanfaatkannya demi kepentingan seluruh masyarakat.(*)

QUOTES POPULER
1. Mimbar dari Cahaya: "Nabi SAW bersabda bahwa orang yang adil berada di sisi kanan Allah di atas mimbar dari cahaya". - (HR. Muslim).
2. “Apa yang kita pikirkan menentukan apa yang akan terjadi pada kita. Jadi jika kita ingin mengubah hidup, kita perlu sedikit mengubah pikiran kita.” - Wayne
3. "Tugas politik yang menyedihkan adalah menegakkan keadilan di dunia yang penuh dosa." - Reinhold Niebuhr.
4. "Keadilan adalah kapasitas untuk membedakan antara yang benar dan yang salah, yang lebih buruk atau lebih baik."
5. "Keadilan harus ditegakkan sebagai dasar dari sistem hukum, jika tidak, hukum hanya akan menjadi sarana penindasan."














Tidak ada komentar:
Posting Komentar