Tegas Batalkan Agenda, MUI Tolak Konser Andrea Bocelli
Majelis Ulama Indonesia (MUI) menilai persoalan yang dikaitkan dengan dukungan dana kepada Israel berpotensi memicu penolakan publik dikarena isu Palestina memiliki sensitivitas tinggi bagi masyarakat Indonesia.
@satgasnasNews |JAKARTA Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak pemerintah membatalkan konser Andrea Bocelli di Candi Borobudur pada 31 Oktober 2026 dan Jakarta pada 3 November 2026 yang akan datang, menyusul dugaan keterlibatan penyanyi opera asal Italia itu dalam penggalangan dana terkait militer Israel.
Ada empat sikap MUI dalam pernyataannya yang disebarluaskan pada 13 Oktober 2026, MUI menyampaikan empat poin utama, yaitu ; Menolak tegas rencana konser Andrea Bocelli di Indonesia. Kemudian mendorong pemerintah tidak memberikan izin dan membatalkan seluruh rencana konser.
Lalu meminta pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif yang tidak terafiliasi dengan Zionisme Israel, serta meminta Andrea Bocelli dan seluruh pihak menghormati keputusan MUI.
Penolakan tersebut, menurut MUI, sejalan dengan Fatwa Nomor 83 Tahun 2023 tentang Hukum Dukungan terhadap Perjuangan Palestina.
"Persoalan tersebut bukan sekadar urusan pertunjukan musik, melainkan menyangkut sensitivitas publik terhadap Palestina dan potensi dampaknya bagi stabilitas nasional, tegas Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Prof Sudarnoto Abdul Hakim.
Sudarnoto dalam dialog bersama pimpinan organisasi masyarakat Islam, tokoh lintas agama, budayawan dan seniman di Kantor MUI, Jakarta, Kamis (22/10/2026), menyebut tim MUI menemukan informasi mengenai keterlibatan Bocelli dalam kegiatan yang berkaitan dengan Friends of the Israel Defense Forces (FIDF) pada 2010.
Klaim tersebut menjadi salah satu pertimbangan MUI dalam menolak konser, “Yang menjadi masalah adalah temuan tim dari MUI. Pada 2010, Andrea Bocelli disebut terlibat dalam kegiatan yang berkaitan dengan Friends of the Israel Defense Forces (FIDF) untuk menggalang dana dalam jumlah sangat besar,” kata Sudarnoto yang juga mengakui Bocelli merupakan musisi kelas dunia dan sejumlah pandangannya mengenai perdamaian patut diapresiasi.
Namun, katanya lagi, hal itu tidak menghapus persoalan yang dipertanyakan MUI mengenai rekam jejak sang penyanyi, “Ya, itu bagus, memang bagus. Tapi jejaknya tidak bisa dihapus. Kalau boleh menyebut, ini sebagai dosa besar. Dosa besar,” katanya seraya mengingatkan pemerintah agar tidak menjadikan keuntungan ekonomi sebagai satu-satunya pertimbangan dalam memutuskan nasib konser tersebut.(*)
Majelis Ulama Indonesia (MUI) menilai persoalan yang dikaitkan dengan dukungan dana kepada Israel berpotensi memicu penolakan publik dikarena isu Palestina memiliki sensitivitas tinggi bagi masyarakat Indonesia.
@satgasnasNews |JAKARTA
Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak pemerintah membatalkan konser Andrea Bocelli di Candi Borobudur pada 31 Oktober 2026 dan Jakarta pada 3 November 2026 yang akan datang, menyusul dugaan keterlibatan penyanyi opera asal Italia itu dalam penggalangan dana terkait militer Israel.
Ada empat sikap MUI dalam pernyataannya yang disebarluaskan pada 13 Oktober 2026, MUI menyampaikan empat poin utama, yaitu ; Menolak tegas rencana konser Andrea Bocelli di Indonesia. Kemudian mendorong pemerintah tidak memberikan izin dan membatalkan seluruh rencana konser.
Lalu meminta pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif yang tidak terafiliasi dengan Zionisme Israel, serta meminta Andrea Bocelli dan seluruh pihak menghormati keputusan MUI.
Penolakan tersebut, menurut MUI, sejalan dengan Fatwa Nomor 83 Tahun 2023 tentang Hukum Dukungan terhadap Perjuangan Palestina.
"Persoalan tersebut bukan sekadar urusan pertunjukan musik, melainkan menyangkut sensitivitas publik terhadap Palestina dan potensi dampaknya bagi stabilitas nasional, tegas Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Prof Sudarnoto Abdul Hakim.
Sudarnoto dalam dialog bersama pimpinan organisasi masyarakat Islam, tokoh lintas agama, budayawan dan seniman di Kantor MUI, Jakarta, Kamis (22/10/2026), menyebut tim MUI menemukan informasi mengenai keterlibatan Bocelli dalam kegiatan yang berkaitan dengan Friends of the Israel Defense Forces (FIDF) pada 2010.
Klaim tersebut menjadi salah satu pertimbangan MUI dalam menolak konser, “Yang menjadi masalah adalah temuan tim dari MUI. Pada 2010, Andrea Bocelli disebut terlibat dalam kegiatan yang berkaitan dengan Friends of the Israel Defense Forces (FIDF) untuk menggalang dana dalam jumlah sangat besar,” kata Sudarnoto yang juga mengakui Bocelli merupakan musisi kelas dunia dan sejumlah pandangannya mengenai perdamaian patut diapresiasi.
Namun, katanya lagi, hal itu tidak menghapus persoalan yang dipertanyakan MUI mengenai rekam jejak sang penyanyi, “Ya, itu bagus, memang bagus. Tapi jejaknya tidak bisa dihapus. Kalau boleh menyebut, ini sebagai dosa besar. Dosa besar,” katanya seraya mengingatkan pemerintah agar tidak menjadikan keuntungan ekonomi sebagai satu-satunya pertimbangan dalam memutuskan nasib konser tersebut.(*)

QUOTES POPULER
1. Mimbar dari Cahaya: "Nabi SAW bersabda bahwa orang yang adil berada di sisi kanan Allah di atas mimbar dari cahaya". - (HR. Muslim).
2. “Apa yang kita pikirkan menentukan apa yang akan terjadi pada kita. Jadi jika kita ingin mengubah hidup, kita perlu sedikit mengubah pikiran kita.” - Wayne
3. "Tugas politik yang menyedihkan adalah menegakkan keadilan di dunia yang penuh dosa." - Reinhold Niebuhr.
4. "Keadilan adalah kapasitas untuk membedakan antara yang benar dan yang salah, yang lebih buruk atau lebih baik."
5. "Keadilan harus ditegakkan sebagai dasar dari sistem hukum, jika tidak, hukum hanya akan menjadi sarana penindasan."













Tidak ada komentar:
Posting Komentar