Kata Ehud Barak : Benjamin Netanyahu Diabaikan Donald Trump
PM Israel Benjamin Netanyahu kini diabaikan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
"Bahasa dalam kesepakatan itu sangat ambigu, "Namun arah umumnya jelas. Israel dan tuntutannya telah diabaikan," ujar Mantan Perdana Menteri (PM) Israel Ehud Barak, dalam wawancara dengan media Israel KAN, seperti dikutip Anadolu Agency dan Middle East Monitor, Senin (3/8/2026).
Mantan Perdana Menteri (PM) Israel Ehud Barak menyebut PM Israel Benjamin Netanyahu kini diabaikan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, kata mantan yang menjabat PM Israel periode tahun 1999-2001 tersebut.
Barak menilai sikap Trump yang "tidak lagi" terlalu memedulikan Netanyahu, mengkhawatirkan bagi Tel Aviv.
Menurut Barak, yang menyinggung kerangka kerja baru terkait Jalur Gaza, yang disebutnya meminggirkan Israel, dan keputusan Trump membatalkan rencana serangan terhadap Iran, yang sebelumnya dilaporkan akan dilancarkan bersama-sama dengan Israel.
Ia juga menyebut kerangka kerja terkait Gaza tidak mensyaratkan pelucutan senjata total oleh Hamas, penyingkiran senjata dari Gaza, ataupun pengasingan para pemimpin Hamas.
Katanya lagi, "Sebaliknya, kesepakatan itu berbicara mengenai penghentian pembunuhan dan kembali pada kendali 53 persen atas Jalur Gaza, bukan 65 persen," ujarnya yang juga menggambarkan situasi itu sebagai "kenyataan pahit".
"Kenyataan pahitnya adalah Trump tidak lagi memedulikan Netanyahu, dan semua ini sangat mengkhawatirkan," ucapnya.
Dia menilai bahwa Netanyahu telah "benar-benar kehilangan daya tawar" di hadapan Trump.
Menurut Mantan Perdana Menteri (PM) itu, bahwa lingkaran dalam Presiden AS itu juga telah kehilangan kepercayaan terhadap PM Israel tersebut.
"Hubungan Trump dengannya telah mengalami keretakan yang dalam," katanya.(*)
"Bahasa dalam kesepakatan itu sangat ambigu, "Namun arah umumnya jelas. Israel dan tuntutannya telah diabaikan," ujar Mantan Perdana Menteri (PM) Israel Ehud Barak, dalam wawancara dengan media Israel KAN, seperti dikutip Anadolu Agency dan Middle East Monitor, Senin (3/8/2026).
Mantan Perdana Menteri (PM) Israel Ehud Barak menyebut PM Israel Benjamin Netanyahu kini diabaikan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, kata mantan yang menjabat PM Israel periode tahun 1999-2001 tersebut.
Barak menilai sikap Trump yang "tidak lagi" terlalu memedulikan Netanyahu, mengkhawatirkan bagi Tel Aviv.
Menurut Barak, yang menyinggung kerangka kerja baru terkait Jalur Gaza, yang disebutnya meminggirkan Israel, dan keputusan Trump membatalkan rencana serangan terhadap Iran, yang sebelumnya dilaporkan akan dilancarkan bersama-sama dengan Israel.
Ia juga menyebut kerangka kerja terkait Gaza tidak mensyaratkan pelucutan senjata total oleh Hamas, penyingkiran senjata dari Gaza, ataupun pengasingan para pemimpin Hamas.
Katanya lagi, "Sebaliknya, kesepakatan itu berbicara mengenai penghentian pembunuhan dan kembali pada kendali 53 persen atas Jalur Gaza, bukan 65 persen," ujarnya yang juga menggambarkan situasi itu sebagai "kenyataan pahit".
"Kenyataan pahitnya adalah Trump tidak lagi memedulikan Netanyahu, dan semua ini sangat mengkhawatirkan," ucapnya.
Dia menilai bahwa Netanyahu telah "benar-benar kehilangan daya tawar" di hadapan Trump.
Menurut Mantan Perdana Menteri (PM) itu, bahwa lingkaran dalam Presiden AS itu juga telah kehilangan kepercayaan terhadap PM Israel tersebut.
"Hubungan Trump dengannya telah mengalami keretakan yang dalam," katanya.(*)
LINK :
1. "Keadilan harus ditegakkan sebagai dasar dari sistem hukum, jika tidak, hukum hanya akan menjadi sarana penindasan."
2. Mimbar dari Cahaya: "Nabi SAW bersabda bahwa orang yang adil berada di sisi kanan Allah di atas mimbar dari cahaya". - (HR. Muslim).
3. Dicintai Allah: Orang yang paling dicintai dan dekat dengan Allah di hari Kiamat adalah pemimpin yang adil." - (HR. Tirmidzi).
4. "Tugas politik yang menyedihkan adalah menegakkan keadilan di dunia yang penuh dosa." - Reinhold Niebuhr
5. "Keadilan adalah kapasitas untuk membedakan antara yang benar dan yang salah, yang lebih buruk atau lebih baik." [*]
FOTO BERITA









