Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Apresiasi Pemenang Jakarta Robotic Games 2026
| Pramono Anung. (Images:Dinas Kominfotik Pemprov DKI Jakarta/ist) |
@satgasnasNews |JAKARTAMelalui ajang yang diselenggarakan Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menegaskan komitmennya membangun ekosistem inovasi sekaligus menyiapkan talenta muda yang mampu bersaing di era kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI), robotika, dan transformasi digital.
Ajang tersebut mengusung tema Belajar Teknologi, Menciptakan Masa Depan, Jakarta Robotic Games 2026 diikuti 252 tim dari 120 sekolah jenjang SD, SMP, dan SMA. Babak penyisihan digelar di Balai Kota Jakarta pada 17–18 Juni, kemudian dilanjutkan dengan babak final di Jakarta Fair Kemayoran pada 26–28 Juni 2026.
Para peserta berkompetisi dalam berbagai kategori, mulai dari Coding Robot Application, Robot Soccer, hingga Robot Kreatif, yang menguji kemampuan teknis, kerja sama tim, serta pemecahan masalah.
Di acara tersebut, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyerahkan penghargaan kepada para pemenang Jakarta Robotic Games 2026 Piala Gubernur DKI Jakarta di Balai Kota Jakarta, Selasa (28/7/2026).
Gubernur Pramono, dalam sambutannya menegaskan bahwa di tengah perkembangan teknologi global yang berlangsung sangat cepat, Jakarta harus mampu mempersiapkan generasi yang tidak hanya mampu beradaptasi, tetapi juga menjadi pelaku utama inovasi, "Saat ini dunia bergerak cepat sekali menuju era artificial intelligence, robotika, big data, internet of things."
Katanya lagi, "Itulah yang membedakan era dulu dan sekarang. Dengan acara seperti ini, harapan saya akan lahir anak-anak yang menjadi inovator dan kreator untuk masa depan," paparnya.
Gubernur juga mengatakan bahwa Pemprov DKI Jakarta berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan sekolah, perguruan tinggi, komunitas, dan dunia industri untuk menciptakan ekosistem inovasi yang berkelanjutan.
Bahkan, Gubernur juga meminta Diskominfotik menjadikan Jakarta Robotic Games sebagai agenda tahunan bersama Dinas Pendidikan dengan melibatkan perguruan tinggi, komunitas, dan industri teknologi.
Pemprov DKI Jakarta tidak hanya ingin membangun kompetisinya, tetapi juga pembinaan talenta secara berkelanjutan, "Saya meyakini anak-anak dengan usia seperti itu sudah bisa menciptakan kreativitas tentang sister city, pengaturan kemacetan, dan sebagainya," katanya.
Sambungnya lagi, "Karena itu, saya yakin Jakarta memiliki modal untuk berkompetisi di tingkat internasional."
Gubernur Pramono menegaskan, peserta yang memiliki minat dan kemampuan di bidang robotika perlu memperoleh dukungan berkelanjutan, mulai dari pelatihan, pendampingan, akses terhadap laboratorium dan fasilitas teknologi, hingga kesempatan mengembangkan prototipe yang mampu memberikan solusi bagi berbagai persoalan perkotaan.
Gubernur juga berharap para pemenang Jakarta Robotic Games terus dipantau dan dibina sehingga kompetisi tersebut menjadi salah satu jalur lahirnya talenta teknologi Jakarta, mulai dari bangku sekolah hingga memasuki dunia industri maupun membangun perusahaan rintisan berbasis teknologi.
Dalam dialognya dengan para juara, di antaranya Arjuna dan Lintang, Gubernur Pramono mengaku terkesan dengan kemampuan para peserta yang sejak usia muda telah mampu menciptakan inovasi robotika untuk menjawab berbagai persoalan, mulai dari konsep smart city, pengelolaan kemacetan, hingga penanganan sampah, "Saya semakin yakin masa depan Jakarta ada di tangan anak-anak seperti mereka."
Katanya lagi, "Mereka memiliki cara berpikir yang berbeda sehingga mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan. Dari kompetisi ini akan lahir para inovator dan problem solver bagi Jakarta, bahkan Indonesia," tuturnya.
Sementara itu, Ketua Umum Persatuan Robotika Seluruh Indonesia, Wahyu Hidayat, menyampaikan apresiasi kepada Pemprov DKI Jakarta yang telah memberikan ruang untuk berkolaborasi dalam penyelenggaraan ajang tersebut. Ia berharap kegiatan ini membuka peluang kerja sama yang lebih luas sekaligus semakin memperkuat ekosistem teknologi di Jakarta.
"Mudah-mudahan ini tidak berhenti pada penyelenggaraan kali ini saja. Kita akan berlanjut ke tingkat nasional melalui Olimpiade Robotika Indonesia yang akan digelar pada November 2026," harap Wahyu Hidayat, yang juga mengatakan semoga ke depan kita terus bersinergi membangun Jakarta yang lebih maju, lebih canggih, "Serta memperkuat transformasi digital untuk mendukung Indonesia Emas 2045 bersama kota global Jakarta," tandasnya.(*)
@satgasnasNews |JAKARTA
Ajang tersebut mengusung tema Belajar Teknologi, Menciptakan Masa Depan, Jakarta Robotic Games 2026 diikuti 252 tim dari 120 sekolah jenjang SD, SMP, dan SMA. Babak penyisihan digelar di Balai Kota Jakarta pada 17–18 Juni, kemudian dilanjutkan dengan babak final di Jakarta Fair Kemayoran pada 26–28 Juni 2026.
Para peserta berkompetisi dalam berbagai kategori, mulai dari Coding Robot Application, Robot Soccer, hingga Robot Kreatif, yang menguji kemampuan teknis, kerja sama tim, serta pemecahan masalah.
Di acara tersebut, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyerahkan penghargaan kepada para pemenang Jakarta Robotic Games 2026 Piala Gubernur DKI Jakarta di Balai Kota Jakarta, Selasa (28/7/2026).
Gubernur Pramono, dalam sambutannya menegaskan bahwa di tengah perkembangan teknologi global yang berlangsung sangat cepat, Jakarta harus mampu mempersiapkan generasi yang tidak hanya mampu beradaptasi, tetapi juga menjadi pelaku utama inovasi, "Saat ini dunia bergerak cepat sekali menuju era artificial intelligence, robotika, big data, internet of things."
Katanya lagi, "Itulah yang membedakan era dulu dan sekarang. Dengan acara seperti ini, harapan saya akan lahir anak-anak yang menjadi inovator dan kreator untuk masa depan," paparnya.
Gubernur juga mengatakan bahwa Pemprov DKI Jakarta berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan sekolah, perguruan tinggi, komunitas, dan dunia industri untuk menciptakan ekosistem inovasi yang berkelanjutan.
Bahkan, Gubernur juga meminta Diskominfotik menjadikan Jakarta Robotic Games sebagai agenda tahunan bersama Dinas Pendidikan dengan melibatkan perguruan tinggi, komunitas, dan industri teknologi.
Pemprov DKI Jakarta tidak hanya ingin membangun kompetisinya, tetapi juga pembinaan talenta secara berkelanjutan, "Saya meyakini anak-anak dengan usia seperti itu sudah bisa menciptakan kreativitas tentang sister city, pengaturan kemacetan, dan sebagainya," katanya.
Sambungnya lagi, "Karena itu, saya yakin Jakarta memiliki modal untuk berkompetisi di tingkat internasional."
Gubernur Pramono menegaskan, peserta yang memiliki minat dan kemampuan di bidang robotika perlu memperoleh dukungan berkelanjutan, mulai dari pelatihan, pendampingan, akses terhadap laboratorium dan fasilitas teknologi, hingga kesempatan mengembangkan prototipe yang mampu memberikan solusi bagi berbagai persoalan perkotaan.
Gubernur juga berharap para pemenang Jakarta Robotic Games terus dipantau dan dibina sehingga kompetisi tersebut menjadi salah satu jalur lahirnya talenta teknologi Jakarta, mulai dari bangku sekolah hingga memasuki dunia industri maupun membangun perusahaan rintisan berbasis teknologi.
Dalam dialognya dengan para juara, di antaranya Arjuna dan Lintang, Gubernur Pramono mengaku terkesan dengan kemampuan para peserta yang sejak usia muda telah mampu menciptakan inovasi robotika untuk menjawab berbagai persoalan, mulai dari konsep smart city, pengelolaan kemacetan, hingga penanganan sampah, "Saya semakin yakin masa depan Jakarta ada di tangan anak-anak seperti mereka."
Katanya lagi, "Mereka memiliki cara berpikir yang berbeda sehingga mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan. Dari kompetisi ini akan lahir para inovator dan problem solver bagi Jakarta, bahkan Indonesia," tuturnya.
Sementara itu, Ketua Umum Persatuan Robotika Seluruh Indonesia, Wahyu Hidayat, menyampaikan apresiasi kepada Pemprov DKI Jakarta yang telah memberikan ruang untuk berkolaborasi dalam penyelenggaraan ajang tersebut. Ia berharap kegiatan ini membuka peluang kerja sama yang lebih luas sekaligus semakin memperkuat ekosistem teknologi di Jakarta.
"Mudah-mudahan ini tidak berhenti pada penyelenggaraan kali ini saja. Kita akan berlanjut ke tingkat nasional melalui Olimpiade Robotika Indonesia yang akan digelar pada November 2026," harap Wahyu Hidayat, yang juga mengatakan semoga ke depan kita terus bersinergi membangun Jakarta yang lebih maju, lebih canggih, "Serta memperkuat transformasi digital untuk mendukung Indonesia Emas 2045 bersama kota global Jakarta," tandasnya.(*)
LINK :
1. "Keadilan harus ditegakkan sebagai dasar dari sistem hukum, jika tidak, hukum hanya akan menjadi sarana penindasan."
2. "Tugas politik yang menyedihkan adalah menegakkan keadilan di dunia yang penuh dosa." - Reinhold Niebuhr
3. "Keadilan adalah kapasitas untuk membedakan antara yang benar dan yang salah, yang lebih buruk atau lebih baik." [*]






