23/07/2026

Keracunan Kembali Terulang : PM Gatra menyerukan Dilakukannya Investigasi, Evaluasi dan Sudah Saatnya Penegakan Hukum




@satgasnasNews |GARUT
Puluhan penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG)  di Kecamatan Cibatu,Kabupaten Garut, terutama santri dan guru di Pondok Pesantren Al Mansyur, Desa Mekarsari, dilaporkan mengalami gejala yang mengarah pada keracunan makanan setelah mengonsumsi hidangan MBG. Gejala yang dilaporkan antara lain mual, muntah, pusing, dan gangguan pencernaan, Rabu, (22/7/2026).

Insiden ini menjadi sorotan masyarakat karena sebelumnya kejadian serupa pernah juga terjadi di Kabupaten Garut dalam pelaksanaan MBG. Oleh karena itu, berbagai pihak mendorong segera dilakukannya evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola program, mulai dari pengadaan bahan baku, proses memasak, penyimpanan, distribusi, hingga pengawasan keamanan pangan agar kejadian serupa tidak terulang.

Paguyuban Masyarakat Garut Utara (PM Gatra), melalui siaran pers Wakil Ketua Umum bidang Hukum dan Advokasi pagi ini, menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas kembali terjadinya dugaan keracunan pada pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini. 

Kejadian yang berulang ini harus menjadi peringatan serius bahwa sistem pengawasan, pengolahan, dan distribusi makanan dalam pelaksanaan program harus dievaluasi secara menyeluruh.

Program MBG merupakan kebijakan strategis yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas gizi penerima manfaat sehingga aspek keamanan pangan tidak dapat ditawar. Keselamatan dan kesehatan penerima manfaat harus menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan penyelenggaraan program.

Kasus dugaan keracunan dalam Program MBG ini merupakan persoalan yang tidak hanya menyangkut kesehatan masyarakat, tetapi juga perlindungan hukum bagi penerima manfaat dan akuntabilitas penyelenggara. Sebagai program yang menggunakan anggaran negara dan menyasar kelompok rentan, setiap kejadian yang mengakibatkan gangguan kesehatan harus ditangani secara cepat, transparan, dan berdasarkan proses hukum yang berlaku.

Dari perspektif hukum pidana, pertanggungjawaban tidak dapat dibebankan semata-mata karena adanya korban. Aparat penegak hukum harus membuktikan adanya hubungan sebab akibat antara makanan yang disajikan dengan keracunan yang terjadi, serta menilai apakah terdapat unsur kelalaian atau pelanggaran terhadap standar keamanan pangan. Pembuktian tersebut harus didasarkan pada hasil pemeriksaan laboratorium, investigasi epidemiologi, audit proses produksi dan distribusi makanan, serta keterangan para ahli.

Selain aspek pidana, terdapat pula tanggung jawab administratif dan perdata. Penyedia makanan yang terbukti tidak memenuhi standar higiene, sanitasi, atau keamanan pangan dapat dikenai sanksi administratif sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk penghentian kontrak atau pencabutan izin. Di sisi lain, korban yang mengalami kerugian berhak memperoleh pemulihan dan, apabila syarat hukumnya terpenuhi, menuntut ganti rugi.

Penanganan hukum atas kasus keracunan MBG harus berlandaskan prinsip kepastian hukum, keadilan, dan kemanfaatan. Kepastian hukum diwujudkan melalui penyelidikan yang objektif dan berbasis bukti. Keadilan diberikan kepada korban melalui pemulihan hak-haknya sekaligus kepada pihak yang diperiksa melalui penghormatan terhadap asas praduga tak bersalah. Sementara itu, kemanfaatan dicapai dengan menjadikan setiap insiden sebagai bahan evaluasi untuk memperkuat tata kelola keamanan pangan sehingga tujuan utama Program Makan Bergizi Gratis, yaitu meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetap dapat diwujudkan secara aman dan bertanggung jawab.

Untuk itu, PM Gatra mendorong pemerintah daerah, instansi terkait, serta seluruh mitra penyedia MBG untuk segera melakukan investigasi secara transparan dan menyeluruh guna mengetahui penyebab pasti dari kejadian ini. Apabila ditemukan adanya kelalaian atau pelanggaran terhadap standar keamanan pangan maupun prosedur operasional, maka pihak yang bertanggung jawab harus diberikan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

PM Gatra berharap kejadian tidak terulang kembali. Oleh karena itu, langkah evaluasi, penguatan pengawasan, peningkatan standar higiene dan sanitasi, pembinaan terhadap seluruh penyedia makanan dan penegakan hukum harus segera dilakukan agar kejadian serupa tidak kembali terulang. Kepercayaan masyarakat terhadap Program Makan Bergizi Gratis hanya dapat dijaga melalui penyelenggaraan yang profesional, akuntabel, dan mengutamakan keselamatan peserta didik.
•red

🛡️Redaksi | www.satgasnas.com


DOB Garut Utara Siap Lepas Landas

Funday Morning Jadi Awal Hitung Mundur PORPROV XV Jabar 2026, Bekasi Siap…

Hotman Paris Sebut Tidak Ada Penahanan terhadap Febrie Adriansyah

Untuk Perkuat Kemitraan Jaga Bali Tetap Aman Serta Nyaman, Kapolri Serap…

Memaknai Hari Kemerdekaan RI dalam Perjuangan DOB Garut Utara

Sampaikan Amanat Kapolri : Wakapolri Tutup Pendidikan Taruna Akpol Angkatan ke-58

Ketua Dekranasda Kota Bekasi Hadiri Puncak HUT ke-46 Dekranas, Dorong UMKM…

Febrie Adriansyah Resmi Jadi Tersangka Digantikan Rudi Margono Ditunjuk Sebagai Pl…

Jutaan Rakyat Iran Berduka Banjiri Prosesi Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei

Brigjen TNI (Purn) H Kemal Hendrayadi Buka Suara Terkait Dinamika Daerah Otonomi…

LINK :

Quotes Populer
  1. "Keadilan harus ditegakkan sebagai dasar dari sistem hukum, jika tidak, hukum hanya akan menjadi sarana penindasan." 
  2. "Tugas politik yang menyedihkan adalah menegakkan keadilan di dunia yang penuh dosa." - Reinhold Niebuhr
  3. "Keadilan adalah kapasitas untuk membedakan antara yang benar dan yang salah, yang lebih buruk atau lebih baik." [*]

 Foto Berita  
  Foto Kita  





  Foto Berita   








    SatgasnasNews ©
    SatgasnasNews 
    Google
    Wali Kota Bekasi bersama Polres Metro Bekasi Kota Gelar Doa Bersama Peringati HUT…
    2 hari lalu
    PNM Peduli Cabang Bekasi Berikan Sarana Prasarana untuk Support Pelatihan…
    2 hari lalu
    Di Hari Bhayangkara ke-80 Polri Menegaskan Komitmennya Mendukung…
    2 hari lalu
    Kreativitas Kepala Daerah Menentukan Masa Depan DOB: Mengubah Kekayaan…
    3 hari lalu
    Transformasi Mizuda Jadi Inspirasi Walikota Bekasi Mengembangkan…
    3 hari lalu
    Kecelakaan Truk Picu Kemacetan di Simpang Unisma Bekasi
    6 hari lalu
    Sugeng Teguh Santoso IPW
    6 hari lalu
    Dampingi Ketua MPR RI, Wawali Harris Bobihoe Sampaikan Peran Strategis…
    seminggu lalu
    Menggeser Narasi Perjuangan Dari Pemekaran Daerah Menjadi Kesejahteraan…
    seminggu lalu
    Forum Grup Discusion di Puskesmas Seroja, Kelurahan Harapanjaya, Bekasi Utara…
    seminggu lalu
    Plh Walkot Harris Bobihoe Bahas Solusi Persampahan dan Tindak Tegas Oknum…
    baru saja
    Garut Utara Benar-benar Siap Lepas Landas
    2 menit lalu
    Detasemen K-9 Baharkam Polri Kawal CFD Margonda Depok Hingga Aman Terkendali
    6 menit lalu
    Butuh Langkah Terukur Agar DOB Garut Utara Benar-benar Siap Lepas Landas
    8 menit lalu
    Kelurahan Perwira Gelar Sosialisasi Program Penataan lingkungan Bekasi Keren…
    10 menit lalu
    Optimalkan Penegakan Hukum Elektronik, Korlantas Polri Akan Gelar Operasi Patuh 2026
    12 menit lalu
    Wakil Ketua DPC Pondok Gede Nurul Fahmi F. Syah, S.Pd, MM Resmi Mempersunting Bidan…
    16 menit lalu
    Plh. Wali Kota Bekasi Harris Bobihoe Hadiri Pisah Sambut Kajati Jabar Pakuan Bandung
    20 menit lalu
    UNPAD Gelar Ekspose Kajian CPDOB Garut Utara, Mendapatkan Nilai 400 dan…
    23 menit lalu
    Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Mabes Polri Tegaskan Nilai Luhur Bangs…
    25 menit lalu
    Berawal dari Keluhan Pasien, Bidan Afita Soroti Pentingnya Skincare Aman untuk Bumil…

    Pengembangan Dryport di Kawasan Industri Batang Didukung Pelindo

    Humas Polri Rebut Kepercayaan Publik Tegas Wakapolri Komjen Dedi…

    Atasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Ilegal, Polri dan Kementerian Haji Bentuk…

    Bareskrim Polri Sita 12 Kilogram Sabu di Pelabuhan Bakauheni

    11 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Dilantik Gubernur DKI Pramono

    Super App Polri Kini Semakin Lengkap dan Transparan

    RW 001 Peduli Ikuti Edukasi - Tingkatkan Kesiapsiagaan

    Festival Adu Bedug dan Dondang ke-19 Meriahkan Mustika Jaya, Tri Adhianto Aj…

    1000 ORANG GARUT "TUMPLEK" DI CIBUBUR


        



    Tidak ada komentar: