6.7.26

Menata Potensi Wisata Beko Menuju Destinasi Favorit Garut Utara

Oleh : Uus Sumirat



@satgasnasNews- GARUT
Pendahuluan
Pariwisata saat ini tidak hanya dipandang sebagai sarana rekreasi, tetapi juga telah berkembang menjadi penggerak ekonomi daerah. Tidak heran jika kemudian pariwisata kini dianggap sebagai sebuah industri : industri pariwisata.

Selain memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, pariwisata juga mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, mendorong berkembangnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta memperkuat identitas budaya dan potensi lokal. Oleh karena itu, pengembangan destinasi wisata tidak lagi dipandang hanya sebagai penyedia tempat rekreasi, tetapi sebagai instrumen pembangunan yang berkelanjutan.

Kabupaten Garut memiliki kekayaan sumber daya alam yang sangat beragam. Namun, perkembangan destinasi wisata masih terkonsentrasi di wilayah Garut Selatan dan kawasan pegunungan, seperti Pantai Santolo dan sekitarnya di Pameungpeuk serta Rancabuaya di bagian selatan, lalu Cipanas dan kawasan gunung Papandayan, Kamojang, Darajat di wilayah pegunungan. Sementara itu wilayah Garut Utara memiliki banyak potensi wisata yang belum dikembangkan. Salah satunya adalah kawasan Wisata Beko di Desa Keresek, Kecamatan Cibatu.

Wisata Beko memiliki daya tarik berupa panorama Sungai Cimanuk, keberadaan Bendung Sabodam, ruang terbuka yang nyaman, serta lokasi yang strategis karena berada di dekat jalur nasional dan Stasiun Cibatu. Kondisi tersebut memberikan peluang besar bagi kawasan ini untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata berbasis alam, rekreasi, olahraga, edukasi, dan ekonomi kreatif. Apabila dikelola secara profesional, Wisata Beko berpotensi menjadi salah satu ikon baru pariwisata Garut Utara sekaligus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

Namun demikian, potensi wisata tersebut belum dikembangkan. Keterbatasan infrastruktur, belum tersusunnya konsep pengembangan yang terpadu dan terbatasnya fasilitas pendukung, menjadi tantangan yang perlu diatasi. Di sisi lain, pengembangan kawasan juga harus memperhatikan aspek tata ruang, kelestarian lingkungan, keamanan kawasan sungai, serta keterlibatan masyarakat agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara luas dan berkelanjutan.

Dengan demikian, pengembangan Wisata Beko memerlukan perencanaan yang komprehensif, kolaborasi lintas sektor, serta dukungan kebijakan dari pemerintah daerah dan instansi terkait. Pengembangan tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga mampu menciptakan nilai ekonomi, sosial, dan lingkungan yang berkelanjutan bagi masyarakat Garut Utara.

Berangkat dari kondisi tersebut, muncul pertanyaan mendasar: bagaimana mengembangkan potensi Wisata Beko agar mampu menjadi destinasi unggulan yang berdaya saing dan memberikan manfaat bagi masyarakat Garut Utara? Pertanyaan tersebut menjadi dasar untuk menyusun arah pengembangan Wisata Beko yang tidak hanya berorientasi pada pembangunam fasilitas fisik, tetapi harus dilakukan secara terpadu melalui penguatan daya tarik wisata, peningkatan kualitas pelayanan, pemberdayaan masyarakat, dan tata kelola yang berkelanjutan demi terwujudnya destinasi wisata yang berkelanjutan, inklusif, dan mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat lokal. Dengan demikian, pembahasan selanjutnya dapat difokuskan pada langkah-langkah konkret untuk mengoptimalkan potensi Wisata Beko sebagai salah satu motor penggerak industri pariwisata di Garut Utara.

Pengembangan Potensi Wisata Beko 

Mengembangkan Wisata Beko bukan sekadar membangun fasilitas wisata atau mempercantik kawasan tepian Sungai Cimanuk. Lebih dari itu, pengembangan Wisata Beko merupakan upaya membangun pusat pertumbuhan ekonomi baru di Garut Utara yang bertumpu pada potensi lokal, partisipasi masyarakat, dan kelestarian lingkungan. Tantangan yang dihadapi bukan terletak pada ketersediaan potensi alam, melainkan pada kemampuan seluruh pemangku kepentingan untuk mengelola potensi tersebut menjadi destinasi wisata yang memiliki identitas kuat, memberikan pengalaman berkualitas bagi wisatawan, serta menciptakan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat dengan mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan dalam setiap tahap pengembangan. Dengan pendekatan ini, manfaat pariwisata tidak hanya dirasakan dalam jangka pendek melalui peningkatan kunjungan wisatawan, tetapi juga mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat lokal dan menjaga kelestarian kawasan wisata.

Berdasarkan kondisi tersebut, terdapat beberapa langkah strategis yang perlu dilakukan untuk mengembangkan Wisata Beko menjadi destinasi unggulan yang memiliki daya saing tinggi, yaitu melalui penguatan identitas destinasi, peningkatan kualitas infrastruktur dan fasilitas, pengembangan atraksi wisata, pemberdayaan masyarakat, penerapan tata kelola yang profesional, pemanfaatan teknologi digital, serta pembangunan kolaborasi antarpemangku kepentingan. Langkah-langkah tersebut diantaranya :

1.  Menetapkan Konsep dan Identitas Wisata (Destination Branding)

Langkah pertama adalah menentukan identitas atau branding Wisata Beko. Destinasi yang memiliki karakter kuat lebih mudah dikenali dan dipasarkan. Dengan potensi Sungai Cimanuk dan Bendungan Sabodam, Wisata Beko dapat dikembangkan sebagai kawasan wisata tepian sungai (riverfront tourism) yang memadukan wisata alam, rekreasi keluarga, olahraga, edukasi, dan budaya. Branding seperti "Beko Waterfront Cibatu" atau "Wisata Sungai Cimanuk" dapat menjadi identitas yang membedakannya dari destinasi lain di Kabupaten Garut.

2. Meningkatkan Infrastruktur dan Fasilitas Pendukung

Kenyamanan wisatawan menjadi salah satu faktor utama dalam menentukan keberhasilan sebuah destinasi. Oleh karena itu diperlukan pembangunan fasilitas seperti:
a. area parkir yang memadai;
b. toilet dan mushala yang bersih;
c. jalur pedestrian dan jalur sepeda;
d. gazebo dan ruang terbuka hijau;
e. pusat informasi wisata; 
f. tempat kuliner dan sentra UMKM;
g.  papan informasi dan petunjuk arah.
h. Bisa juga ditambahkan bangunan penginapan.
Seluruh fasilitas tersebut harus dirancang ramah lingkungan dan mudah diakses oleh semua kelompok masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.

3. Mengembangkan Atraksi Wisata yang Beragam

Agar wisatawan tidak hanya datang sekali, Wisata Beko perlu memiliki berbagai aktivitas yang menarik, misalnya:
a. festival budaya dan seni Sunda;
b. wisata edukasi Sungai Cimanuk;
c. olahraga air yang aman sesuai kondisi sungai;
d. arena ketangkasan/permainan;
e. arung jeram
f.  lomba memancing;
g. jalur jogging dan bersepeda;
Keberagaman atraksi akan meningkatkan lama tinggal (length of stay) wisatawan sekaligus memperbesar dampak ekonomi bagi masyarakat.

4.  Memberdayakan Masyarakat Lokal

Keberhasilan pariwisata sangat ditentukan oleh keterlibatan masyarakat. Penduduk sekitar harus menjadi pelaku utama, bukan hanya penonton. Pemberdayaan masyarakat dapat dilakukan melalui:
a. pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis);
b. penguatan BUMDes sebagai pengelola kawasan;
c. pengembangan UMKM kuliner dan kerajinan;
d. pelatihan pemandu wisata;
e. pelatihan pemasaran digital;
f. pengembangan homestay apabila diperlukan.
Dengan demikian, manfaat ekonomi akan dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar.

5. Menerapkan Pariwisata Berkelanjutan

Karena Wisata Beko berada di kawasan Sungai Cimanuk, setiap kegiatan pembangunan harus memperhatikan kelestarian lingkungan. Langkah yang dapat dilakukan meliputi:
a. menjaga sempadan sungai; 
b. pengelolaan sampah terpadu;
c.  penghijauan kawasan;
d. penggunaan material ramah lingkungan;
e. pembatasan pembangunan pada area tertentu;
f. edukasi kepada wisatawan mengenai konservasi sungai.
Pendekatan ini akan menjaga keseimbangan antara pemanfaatan ekonomi dan pelestarian lingkungan.

6.  Memanfaatkan Teknologi Digital

Di era digital, promosi tidak dapat lagi mengandalkan cara konvensional. Strategi yang dapat dilakukan antara lain:
a. promosi melalui media sosial;
b. pembuatan situs web resmi destinasi;
c. penyediaan peta digital;
d. sistem pemesanan tiket secara daring apabila diperlukan;
e. kolaborasi dengan kreator konten dan komunitas fotografi.
Digitalisasi akan memperluas jangkauan promosi dengan biaya yang relatif efisien.

7. Membangun Kolaborasi Antar-Pemangku Kepentingan
Pengembangan Wisata Beko memerlukan sinergi berbagai pihak, yaitu:
a. Pemerintah Kabupaten Garut;
b. Pemerintah Kecamatan Cibatu dan Pemerintah Desa Keresek;
c. Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk–Cisanggarung;
d. pelaku usaha dan investor;
e. perguruan tinggi;
f.  komunitas;
g. media;
h. masyarakat.

Kolaborasi ini penting untuk memastikan pengembangan kawasan berlangsung secara legal, aman, dan berkelanjutan.

8. Menyusun Masterplan Pengembangan Kawasan

Agar pembangunan tidak dilakukan secara parsial, diperlukan masterplan pengembangan Wisata Beko yang memuat:
a. visi dan arah pengembangan;
b. zonasi kawasan;
c. desain kawasan wisata;
d. tahapan pembangunan;
e. kebutuhan investasi;
f.  model pengelolaan;
g. strategi promosi;
h. mitigasi bencana dan pengelolaan lingkungan.

Masterplan menjadi pedoman bagi pemerintah maupun investor dalam mengembangkan kawasan secara bertahap.



Potensi Wisata Beko

Wisata Beko merupakan kawasan yang menawarkan panorama Sungai Cimanuk dan Bendungan Sabodam dengan suasana alam yang masih asri. Kawasan hijau mengapit sisi kiri dan kanan sungai Cimanuk diiringi suara yang jatuh di bendungan bercsampur nyanyian burung terdengar begitu alami di tambah suasana di sebelah bawah aliran sungai yang dihiasi jejeran para pemancing tradisional yang fokus memperhatikan kail mereka sehingga terlihat begitu tenang, sesekali ada teriakan diantara mereka yang kailnya berhasil menangkap ikan.   

Lokasinya strategis karena berada tidak jauh dari jalur nasional Bandung–Tasikmalaya dan Stasiun Cibatu, yang memudahkan wisatawan dari Bandung, Jakarta, maupun kota lain untuk berkunjung menggunakan kereta api. Keunggulan akses ini menjadi modal penting yang belum banyak dimiliki destinasi wisata lain di Garut.

Sayangnya, hingga saat ini belum terlihat langkah strategis untuk pengembangan Wisata Beko. Fasilitas umum, penataan kawasan, promosi digital, hingga pengelolaan destinasi masih banyak memerlukan perhatian. Padahal, jika dikelola secara profesional, kawasan ini memiliki peluang besar menjadi ikon wisata baru Garut Utara sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.

Pengembangan Wisata Beko seharusnya tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga mengedepankan konsep pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism). Keindahan Sungai Cimanuk dan lingkungan sekitar harus dijaga agar tetap lestari melalui pengelolaan sampah yang baik, penghijauan kawasan, serta edukasi kepada pengunjung mengenai pentingnya menjaga lingkungan. Dengan demikian, wisata berkembang tanpa mengorbankan kelestarian alam.

Selain itu, masyarakat lokal harus menjadi pelaku utama dalam pengembangan destinasi. Kehadiran UMKM yang menjual kuliner khas Garut, kerajinan tangan, maupun produk pertanian lokal dapat memberikan nilai tambah ekonomi. Pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang aktif juga akan memperkuat pengelolaan destinasi, mulai dari pelayanan wisatawan hingga penyelenggaraan berbagai kegiatan budaya.

Wisata Beko juga memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi kawasan wisata berbasis pengalaman (experience tourism). Pengunjung tidak hanya datang untuk menikmati pemandangan, tetapi juga dapat mengikuti berbagai aktivitas seperti wisata edukasi sungai, festival budaya Sunda, pertunjukan seni tradisional, pasar kuliner, hingga kegiatan olahraga seperti bersepeda, jogging, atau memancing. Aktivitas-aktivitas tersebut akan memperpanjang lama tinggal wisatawan sekaligus meningkatkan pengeluaran mereka di daerah.

Di era digital, promosi menjadi faktor yang tidak kalah penting. Banyak destinasi wisata baru berkembang pesat karena aktif memanfaatkan media sosial sebagai sarana pemasaran. Wisata Beko memerlukan identitas atau branding yang kuat, misalnya sebagai "Wisata Air Garut Utara" atau "Waterfront Cimanuk". Konten kreatif berupa foto, video pendek, hingga kolaborasi dengan kreator konten dan komunitas fotografi dapat memperkenalkan kawasan ini kepada masyarakat yang lebih luas.

Pengembangan Wisata Beko juga perlu diintegrasikan dengan destinasi lain di Garut Utara. Paket perjalanan yang menghubungkan Wisata Beko dengan wisata alam, budaya, sentra kuliner, maupun desa wisata di sekitarnya akan menciptakan pengalaman yang lebih lengkap bagi wisatawan. Dengan demikian, manfaat ekonomi tidak hanya dirasakan oleh satu kawasan, tetapi juga menyebar ke berbagai desa di wilayah Garut Utara.

Aspek Perijinan

Keberhasilan pengembangan wisata butuh kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, akademisi, komunitas, media, dan masyarakat. Pendekatan kolaboratif ini akan menghasilkan perencanaan yang lebih matang, inovatif, dan berkelanjutan. Pemerintah berperan sebagai regulator dan penyedia infrastruktur, sedangkan masyarakat menjadi penggerak utama dalam menciptakan pelayanan wisata yang berkualitas.

Terlebih karena Wisata Beko berada di sempadan Sungai Cimanuk, maka pengembangannya perlu dikoordinasikan dengan instansi yang berwenang mengelola sungai dan infrastruktur sumber daya air. Untuk wilayah Garut, instansi yang umumnya memiliki kewenangan adalah Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk–Cisanggarung, yang merupakan unit pelaksana teknis di bawah Kementerian Pekerjaan Umum. BBWS bertugas mengelola sumber daya air pada wilayah sungai Cimanuk–Cisanggarung, termasuk sungai, bendungan, sempadan sungai, dan bangunan pengairan.

Dalam pengembangan Wisata Beko, koordinasi dengan BBWS diperlukan apabila rencana kegiatan meliputi:
pembangunan fasilitas di dalam atau dekat sempadan Sungai Cimanuk; 
pemanfaatan ruang yang berpotensi memengaruhi alur sungai atau bangunan pengairan (misalnya Bendung Sabodam); 
pembangunan jembatan, dermaga, dek pandang (view deck), atau struktur lain yang menjorok ke sungai; 
pemasangan utilitas atau bangunan yang memanfaatkan aset sumber daya air; 
kegiatan yang berpotensi mengganggu fungsi pengendalian banjir, operasi bendung, atau konservasi sungai. 

Selain BBWS, beberapa instansi lain yang perlu dilibatkan seperti :

1.Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, antara lain terkait dengan langkah pengembangan, pembinaan destinasi wisata, pengembangan atraksi dan promosi. 

2.Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), antara lain terkeit dengan kesesuaian tata ruang, pembangunan infrastruktur akses menuju lokasi. 

3.Dinas Lingkungan Hidup, antara lain terkait dengan : persetujuan lingkungan sesuai skala kegiatan. pengelolaan limbah dan konservasi lingkungan. 

4.Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), antara lain terkait dengan fasilitasi perizinan berusaha melalui OSS, koordinasi perizinan daerah. 

5.Pemerintah Kecamatan Cibatu dan Desa Keresek, antara lain terkait dengan :  dukungan administratif, pelibatan masyarakat dan kelembagaan lokal seperti Pokdarwis atau BUMDes.

Pada akhirnya, Wisata Beko bukan hanya sekadar tempat rekreasi, tetapi memiliki peluang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Garut Utara. Dengan memanfaatkan potensi alam, memperkuat peran masyarakat, meningkatkan kualitas fasilitas, serta membangun promosi yang efektif, kawasan ini dapat berkembang menjadi destinasi wisata unggulan yang mampu bersaing dengan daerah lain di Jawa Barat.

Pengembangan Wisata Beko adalah investasi jangka panjang bagi masa depan Garut Utara. Ketika alam dijaga, masyarakat diberdayakan, dan pariwisata dikelola secara profesional, maka manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh generasi saat ini, tetapi juga oleh generasi mendatang. Sudah saatnya Garut Utara memiliki ikon wisata yang mampu menjadi kebanggaan daerah sekaligus penggerak pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal.

Penutup 

Wisata Beko bukan sekadar ruang terbuka di tepian Sungai Cimanuk. Kawasan ini menyimpan peluang besar untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis pariwisata di Garut Utara. Keunggulan lokasi, keindahan alam, serta kedekatannya dengan jalur transportasi merupakan modal yang sulit dimiliki oleh semua daerah.

Pengembangan Wisata Beko harus dipandang sebagai bagian dari strategi pembangunan Garut Utara, bukan sekadar pembangunan sebuah objek wisata. Keberhasilannya bergantung pada kemampuan mengintegrasikan potensi alam, tata kelola yang profesional, pelestarian lingkungan, pemberdayaan masyarakat, dan kolaborasi lintas sektor. Dengan konsep yang jelas, dukungan infrastruktur yang memadai, serta promosi yang efektif, Wisata Beko berpotensi menjadi destinasi unggulan yang mampu meningkatkan daya saing pariwisata Garut Utara sekaligus memberikan manfaat nyata berupa pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dalam konteks ini, keberhasilan Wisata Beko bukan hanya diukur dari banyaknya wisatawan yang datang, tetapi juga dari seberapa besar nilai tambah yang dihasilkan bagi masyarakat lokal serta keberlanjutan kawasan bagi generasi mendatang.

Kini yang dibutuhkan bukan hanya pembangunan fisik, melainkan visi bersama untuk menjadikan Wisata Beko sebagai destinasi yang berkualitas, berdaya saing, dan berkelanjutan. Melalui perencanaan yang matang, kolaborasi lintas sektor, serta keterlibatan aktif masyarakat, Wisata Beko dapat berkembang menjadi ikon baru yang membanggakan Garut Utara sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

Pada akhirnya, keberhasilan pengembangan Wisata Beko bukan hanya diukur dari meningkatnya jumlah wisatawan, tetapi juga dari tumbuhnya ekonomi lokal, terjaganya kelestarian lingkungan, dan lahirnya rasa memiliki masyarakat terhadap destinasi tersebut. Dengan semangat tersebut, Beko Cibatu berpeluang menjadi simbol kebangkitan pariwisata Garut Utara yang inklusif, berkelanjutan, dan mampu memberikan manfaat bagi generasi sekarang maupun yang akan datang. (*)
•Red/Us

🛡️Redaksi: Dosi Bre' | www.satgasnas.com





Paradigma ekonomi daerah kini telah bergeser. Kekayaan alam bukan lagi ukuran utama kemakmuran. Yang menentukan adalah kemampuan pemerintah daerah mengubah potensi menjadi produktivitas, produktivitas menjadi investasi, dan investasi menjadi kemampuan fiskal yang menopang pembangunan...


    • Nadiem Makarim Dihukum 10 + 5 Tahun …
    • DOB Garut Utara :Menggeser Narasi Perjuangan dari Pemek…
    • Momentum Pemetaan Kekuatan Ekraf Nasional di Sensus Eko…
    • Transformasi Mizuda Jadi Inspirasi Walikota Bekasi Meng…
    • Imbas Gelombang Panas Ekstrem di Eropa Parah Menurut WH…
    • Kecelakaan Truk Picu Kemacetan di Simpang…

  • Buronan Angelo Pandeli Kasus Narkoba …
  • Sebut 26 Nama dalam BAP : Eks Waka BGN Sony Sonjay…
  • Keponakan Bupati Muara Enim Jadi Tersangka Kasus Pengad…
  • Kepala BGN Ditangkap, Fathul Enggan Berspekulasi Terkai…
  • Merosotnya Harga Emas Antam disorot terakhir kalinya dalam…
  • JPPI Menilai Bukti Nyata Pengabaian Konstitusi …

  Foto Feature  

  Foto Berita  









  • Cover
  • Kabar 
  • Video
  •  

    SatgasnasNews ©
    SatgasnasNews 
    Google
    Wali Kota Bekasi bersama Polres Metro Bekasi Kota Gelar Doa Bersama Peringati HUT…
    2 hari lalu
    PNM Peduli Cabang Bekasi Berikan Sarana Prasarana untuk Support Pelatihan…
    2 hari lalu
    Di Hari Bhayangkara ke-80 Polri Menegaskan Komitmennya Mendukung…
    2 hari lalu
    Kreativitas Kepala Daerah Menentukan Masa Depan DOB: Mengubah Kekayaan…
    3 hari lalu
    Transformasi Mizuda Jadi Inspirasi Walikota Bekasi Mengembangkan…
    3 hari lalu
    Kecelakaan Truk Picu Kemacetan di Simpang Unisma Bekasi
    6 hari lalu
    Sugeng Teguh Santoso IPW
    6 hari lalu
    Dampingi Ketua MPR RI, Wawali Harris Bobihoe Sampaikan Peran Strategis…
    seminggu lalu
    Menggeser Narasi Perjuangan Dari Pemekaran Daerah Menjadi Kesejahteraan…
    seminggu lalu
    Forum Grup Discusion di Puskesmas Seroja, Kelurahan Harapanjaya, Bekasi Utara…
    seminggu lalu
    Plh Walkot Harris Bobihoe Bahas Solusi Persampahan dan Tindak Tegas Oknum…
    baru saja
    Garut Utara Benar-benar Siap Lepas Landas
    2 menit lalu
    Detasemen K-9 Baharkam Polri Kawal CFD Margonda Depok Hingga Aman Terkendali
    6 menit lalu
    Butuh Langkah Terukur Agar DOB Garut Utara Benar-benar Siap Lepas Landas
    8 menit lalu
    Kelurahan Perwira Gelar Sosialisasi Program Penataan lingkungan Bekasi Keren…
    10 menit lalu
    Optimalkan Penegakan Hukum Elektronik, Korlantas Polri Akan Gelar Operasi Patuh 2026
    12 menit lalu
    Wakil Ketua DPC Pondok Gede Nurul Fahmi F. Syah, S.Pd, MM Resmi Mempersunting Bidan…
    16 menit lalu
    Plh. Wali Kota Bekasi Harris Bobihoe Hadiri Pisah Sambut Kajati Jabar Pakuan Bandung
    20 menit lalu
    UNPAD Gelar Ekspose Kajian CPDOB Garut Utara, Mendapatkan Nilai 400 dan…
    23 menit lalu
    Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Mabes Polri Tegaskan Nilai Luhur Bangs…
    25 menit lalu
    Berawal dari Keluhan Pasien, Bidan Afita Soroti Pentingnya Skincare Aman untuk Bumil…

    Pengembangan Dryport di Kawasan Industri Batang Didukung Pelindo

    Humas Polri Rebut Kepercayaan Publik Tegas Wakapolri Komjen Dedi…

    Atasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Ilegal, Polri dan Kementerian Haji Bentuk…

    Bareskrim Polri Sita 12 Kilogram Sabu di Pelabuhan Bakauheni

    11 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Dilantik Gubernur DKI Pramono

    Super App Polri Kini Semakin Lengkap dan Transparan

    RW 001 Peduli Ikuti Edukasi - Tingkatkan Kesiapsiagaan

    Festival Adu Bedug dan Dondang ke-19 Meriahkan Mustika Jaya, Tri Adhianto Aj…

    1000 ORANG GARUT "TUMPLEK" DI CIBUBUR