Memaknai Hasil Perhitungan Kapasda 2026 :

Butuh Langkah Terukur Agar DOB Garut Utara Benar-benar Siap Lepas Landas 

Oleh : Uus Sumirat





@satgasnasNews📎JAKARTA
Dengan demikian, pemekaran Garut Utara dianggap sudah mencapai waktunya dan diharapkan benar-benar menjadi solusi yang efektif untuk meningkatkan pelayanan publik, mempercepat pembangunan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang selama ini belum optimal tercapai dalam struktur pemerintahan Kabupaten Garut yang ada.

2.  Mengena Layakkah Garut Utara Dimekarkan ?
Berdasarkan berbagai kajian akademik yang telah dilakukan, Garut Utara dinilai memenuhi banyak persyaratan dasar pembentukan daerah otonom baru. Wilayah calon Kabupaten Garut Utara terdiri atas 11 kecamatan, yaitu Kecamatan Limbangan, Kadungora, Leles, Leuwigoong, Cibiuk, Cibatu, Selaawi, Sukawening, Karangtengah, Kersamanah, dan Malangbong. Wilayah ini memiliki jumlah penduduk yang cukup besar, luas wilayah yang memadai, serta aktivitas ekonomi yang relatif berkembang.
Kajian pemutakhiran Kapasda DOB Garut Utara tahun 2026 menunjukkan bahwa Garut Utara memperoleh nilai 451 berdasarkan pendekatan PP Nomor 78 Tahun 2007 dan nilai 400 berdasarkan pendekatan Rancangan Peraturan Pemerintah pelaksanaan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014. Kedua hasil tersebut berada dalam kategori "Sangat Layak". Hasil ini menunjukkan bahwa secara administratif, demografis, ekonomi, dan kewilayahan, Garut Utara memiliki kapasitas yang cukup untuk menjadi daerah otonom baru.

Meski demikian, kelayakan suatu daerah tidak hanya diukur dari hasil skor kajian. Faktor paling penting adalah kemampuan fiskal daerah. Kabupaten baru harus mampu membiayai sebagian kebutuhan pemerintahannya melalui pendapatan daerah dan aktivitas ekonomi yang berkelanjutan. Banyak daerah hasil pemekaran di Indonesia yang masih bergantung pada transfer dana dari pemerintah pusat. Oleh karena itu, kemampuan fiskal Garut Utara perlu menjadi perhatian utama agar pemekaran tidak hanya menghasilkan birokrasi baru, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 

Selain itu, kesiapan sumber daya manusia aparatur, ketersediaan ibu kota kabupaten, sarana pemerintahan, dan dukungan sosial-politik masyarakat juga menjadi faktor penentu keberhasilan daerah otonom baru. 
Dengan mempertimbangkan hasil kajian mengenai Kapasda di atas, maka Garut Utara dinilai layak untuk dimekarkan. Namun, keberhasilan pemekaran nantinya akan sangat bergantung pada kemampuan pemerintah daerah baru dalam mengelola potensi ekonomi, meningkatkan pendapatan daerah, dan memberikan pelayanan publik yang lebih baik dibandingkan kondisi sebelum pemekaran.

Masa Tunggu Sebagai Masa Persiapan
Dari uraian di atas kiranya jelas bahwa dua permasalahan utama yang sering menjadi bahasan publik selama ini s, yaitu menenai apakah Garut Utara perlu dimekarkan  dan apakah secara teknis dan administratif wilayah tersebut sudah layak untuk dimekarkan menjadi daerah otonom baru, sudah tidak relevan lagi untuk dipersoalkan. Dasar pertimbangan perlunya pemekaran wilayah Garut Utara sudah sangat jelas demi kebaikan masyarakat Garut Utara, sedangkan mengenai kelayakan pemekaran sudah jelas terjawab sejauh mana penilaian akademis terhadap Kapasda DOB GarutUtara dari Tim Kajian dari Universitas Padjadjaran.

Persoalannya sekarang, laju perjalanan pembentukan DOB Garut Utara tertahan  dengan adanya kebijakan moratorium yang masih belum jelas kapan akan dicabut oleh Pemerintah Pusat. Pencabutan moratorium berada di luar kewenangan insiator dan masyarakat Garut Utara. Keputusan tersebut sepenuhnya menjadi ranah pemerintah dan legislatif di tingkat nasional. Apa yang berada dalam kendali masyarakat Garut Utara adalah tingkat kesiapan daerah Garut Utara itu sendiri. 

Oleh karena itu, masa menunggu pencabutan moratorium sebaiknya tidak diisi dengan sekadar menantikan keputusan politik. Sebaliknya, masa-masa ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat seluruh aspek yang akan menentukan keberhasilan jalannya pemerintahan Kabupaten Garut Utara di masa depan.

Jika Kapasda  2026 telah membuktikan bahwa Garut Utara layak menjadi daerah otonom baru, maka agenda berikutnya adalah memastikan bahwa Garut Utara juga siap menjadi daerah yang maju, mandiri, dan mampu membiayai pembangunannya sendiri. Ketika moratorium suatu saat dicabut, Garut Utara tidak hanya hadir sebagai calon kabupaten baru, tetapi sebagai daerah yang telah memiliki visi, kapasitas, dan fondasi kuat untuk tumbuh secara berkelanjutan. Mudah-mudahan engan demikian DOB Garut Utara tampil menjadi typical pemekaran daerah terbaik di Indonesia.

Lalu, apa saja langkah atau upaya yang harus dilakukan dalam menyikapi hasil perhitungan Kapasda DOB Garut Utara tahu 2026 di tengah saat-saat menantikan pencabutan moratorium pemekaran daerah ? Mari kita simak bersama uraian di bawah ini :

BERSAMBUNG  1️⃣ 2️⃣ 3️⃣ 


🛡️Redaksi: Dosi Bre' | www.satgasnas.com

 
FOTO BULAN INI
Polusi Udara ..."
Asap pembakaran adalah gas dan partikel yang
dihasilkan dari proses pembakaran bahan (seperti
sampah, kayu, atau bahan bakar fosil) yang
melepaskan ribuan zat beracun ke atmosfer. Asap ini merupakan salah satu penyebab utama polusi udara.

Semerawut ..."
Jl.Raya Seroja, Harapan Jaya,Bekasi Utara,Kota Bekasi







  Foto Berita  








  Galery 






  • Cover
  • Kabar 
  • Video
  •  

    SatgasnasNews ©
    SatgasnasNews ©
    Google
    Berawal dari Keluhan Pasien, Bidan Afita Soroti Pentingnya Skincare Aman untuk Bumil…

    Pengembangan Dryport di Kawasan Industri Batang Didukung Pelindo

    Humas Polri Rebut Kepercayaan Publik Tegas Wakapolri Komjen Dedi…

    Atasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Ilegal, Polri dan Kementerian Haji Bentuk…

    Bareskrim Polri Sita 12 Kilogram Sabu di Pelabuhan Bakauheni

    11 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Dilantik Gubernur DKI Pramono

    Super App Polri Kini Semakin Lengkap dan Transparan

    RW 001 Peduli Ikuti Edukasi - Tingkatkan Kesiapsiagaan

    Festival Adu Bedug dan Dondang ke-19 Meriahkan Mustika Jaya, Tri Adhianto Aj…

    1000 ORANG GARUT "TUMPLEK" DI CIBUBUR


    Pemekaran Daerah : Hindari Euforia, Mari Realistis dan Terukur Agar DOB Tidak Lahi…

    Wali Kota Bekasi Hentikan Penggalian Kabel Optik di Kali Abang Tengah

    Kondisi Jalan Caringin Memprihatinkan Wali Kota Bekasi Tinjau Langsung

    Wali Kota Bekasi Datangi Nenek Atnah Korban Pencurian Modal Dagang Na…

    Disdamkarmat Kota Bekasi Warnai CFD dengan Edukasi dan Games Kebencanaan

    Jelang Ramadhan Pengurus dan Anggota Pokja Satria Utara Gelar Silaturahmi

    DIHADIR SARDI EFFENDI : Ratusan Warga Banjiri Bazar UMKM RW 021 Pesona…

    Tonggak Komitmen Warga: RW 013 Perumahan Bintang Metropol Gelar Kegiatan…

    Tri Adhianto Melaunching Ruang Simulator Gempa

    TRANSERA WATERPARK BIKIN KEJUTAN : Hadirkan Acara Spektakuler di Ultah…


    Layani 47 Titik Henti : Trans BeKen Resmi Beroperasi di Rute Terminal Bekasi–Harap…

    Polda Metro Jaya Gelar HPN 2026 di Balai Wartawan

    Dampak Limbah Kegiatan SPPG Bikin Resah Warga, DLH Kota Bekasi Bergerak

    Saat Tri Adhianto Menertibkan PKL dan Reklame Ilegal Diacungkan Golok Pedagang

    KORCAM DAN KORDES : Pilar Strategis Perjuangan Pemekaran Daerah

    Sengketa Tanah Wakaf YBHM

    Uus Sumirat Dukung Pers Sehat Berdaulat Sebagai Pilar Kempat Demokrasi

    Tampil Memukau Marawis Al Istiqomah RW 001 Harapan Jaya Raih Juara 1

    PD IWO Kota Bekasi Telah Dilantik

    APEL AKHIR TAHUN 2025 Junaedi : Tekankan Kesiapsiagaan Infrastruktur…

    VIDEO PILIHAN



        

    Tidak ada komentar: