Selasa, Oktober 19, 2021

Sugeng IPW;

Copot Kapolsek Parigi Telah Salahgunakan Kewenangannya


Sugeng Teguh Santoso, Ketua Indonesia Police Watch



Jakarta, Satgasnas.com- Aksi perilaku kapolsek Parigi yang bejad dan mencoreng nama baik Polri membuat gerah' warganet.


Pasalnya, anak seorang tersangka di Parigi, Sulawesi Tengah (Sulteng), membuat pengakuan mengejutkan. Dia diduga ditiduri oleh Kapolsek Parigi, Iptu IDGN dengan iming-iming kebebasan sang ayah.


Perempuan berinisial S yang baru berusia 20 tahun ini akhirnya buka suara. S mengaku dirayu berkali-kali oleh Iptu IDGN agar sang ayah yang ditahan di Polsek Parigi bisa dibebaskan,  Senin (18/10).


Jelas, kondisi psykis S, gadis korban dugaan perkosaan oknum Kapolsek di Parigi, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah  ini masih terguncang berat. 


Kini S berubah menjadi pendiam dan tertekan usai peristiwa memilukan yang dialaminya. Dan bukan hanya S yang terguncang mental,  jiwa ibu kandung korban pun juga mengalami guncangan hebat. 


Sang ibu jelas tidak menyangka perbuatan asusila tersebut dialami anak perempuannya.


Seperti di papar Andi Akbar Panguriseng, kuasa hukum korban, "Psikis keluarga korban sangat terguncang. Ibunya menangis terus sampai pingsan akibat peristiwa yang dialami anak perempuannya. Korban juga lebih sering diam," seperti dilansir media pada Senin (18/10/2021) malam.


Andi Akbar meminta Polda Sulteng mengusut tuntas dan seadil-adilnya atas peristiwa tersebut. Apalagi oknum Kapolsek berinisial IDGN itu tidak menyangkal jika dia mengirimkan pesan kepada korban untuk berbuat asusila dengan janji akan membebaskan ayah korban yang saat ini mendekam dalam penjara.


Sedangkan Sugeng Teguh Santoso, Ketua Indonesia Police Watch mengatakan bahwa Perilaku kapolsek tersebut adalah perilaku bejad' dan mencoreng nama baik Polri. 


Dengan tegas Sugeng mengatakan bahwa, Kapolsek Parigi telah menyalah gunakan kewenangannya  terkait orang tua korban yang menjadi tersangka dan berada dibawah wewenangnya, ujarnya lewat via WA ke Satgasnas.com.


"Kapolres harus segera mencopot kapolsek Parigi, selanjutnya diperiksa dengan perbuatan pidana 284 KUHP dan bila terbukti di berhentikan secara tidak hormat," kata Sugeng memaparkan.


Menurut IPW justru dengan program Presisi Listyo Sigit sebagai kapolri, program tersebut adalah pintu terbuka untuk masyarakat mengadukan keluhannya.


Adapun pasalnya Presisi adalah Transparansi, responsif dan berkeadilan, adalah 3 pilar penting yang bisa menjadi pintu buat masyarakat mengeluhkan apapun selain ada Prediktif. 


"Terbukti nyaris semua keluhan yang muncul dipublik direspon segera. Terakhir adalah keluarnya   Surat Telegram Rahasia tentang larangan anggota polri melakukan tindak kekerasan, ancaman kekerasan dan perbuatan lain yang merugikan masyarakat, " Ujar Ketua Indonesia Police Watch itu tandas.


________________________

 

   Rep: Dosi Bre'   •Editor: Red






                                  



Betawi dihina, H. Lulung Murka


Akhirnya Rahmat Effendi Penuhi Janjinya Bangun Krematorium



Nasional



| BERITA PROFIL |

Ary Bastary Direktur Utama PLN Batubara Baru

PLN mengganti Direktur Utama PLN Batubara baru, yaitu Ary Bastari...












| HUKUM| Mafia Tanah |

Tidak Boleh Kalah dengan Mafia Tanah Kata Sofyan Djalil


Ramainya berita Kasus sengketa PT Salve Veritate,  Menteri ATR/Kepala BPN, Sofyan A. Djalil tak tinggal diam dan resmi menindak tegas serta memecat beberapa oknum yang terdiri dari jajaran internal secara tidak hormat atas keterlibatannya pada kasus sengketa PT Salve Veritate...


Bahaya Limbah B3 di Sekitar Rumah Anda    Gunakan Masker Agar Aman'...







Headline

|

 

  Satgasnas.com

      About Us        Redaksi        Disclaimer                                  Info Iklan    
  Media Siber     

Media independent

Bekasi24

Media informasi warga Bekasi dan sekitarnya. 

Menyajikan informasi Sosial, Seni & Budaya, Hukum, Ekbis, Politik maupun Lingkungan hidup.

Media ini bagian dari sub (konten khusus) media Satgasnas.com, untuk mengusung informasi yang berkembang di Bekasi.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar