Selasa, Februari 01, 2022

Pelawak Senior Prapto Pempek

Dari Pinggir Sungai Batanghari Jambi Menjadi Pelawak Nasional 

.


'Seni sebagai Nadi Kehidupan,

karirnya seperti perjalanan tanpa titik'


SatgasnasNews- Kali ini 'menungkilkan untuk menulis kisah otobiografi Suprapto Suryani Pempek, alias Prapto Pempek atau dipanggil akrabnya PakDe. Awalnya perkenalan penulis di Organisasi Satgasnas, kemudian mengalir seiring waktu sampai saat ini.


"Dulu kami setiap tahun bikin acara Satgasnas Award  untuk para Tokoh Nasional di Hotel Horison Ancol," ungkapnya saat diwawancara.


Prapto Pempek merupakan artis pelawak senior NKRI-SATELIT NUSANTARA,  Seniman Indonesia yang bekecipung di dunia Film, Sinetron, MC, Sulap Humor serta Show Manager, dengan 'segudang' prestasinya yang terukir. Ia juga termasuk salah satu 65 tokoh Jambi.


Ingin Menghibahkan Piala

Pria kelahiran Sarolangun, 15 Oktober 1955, ini punya segudang pengalaman di dunia komedi Indonesia. Panggung pentas komedi sudah dijalaninya sejak 1970 di kampung halamannya desa Kemantan Sungai Bengkal, Jambi. 


Pada tahun 1976 hijrah ke Palembang, lalu Pada 1983, untuk memantapkan kariernya di bidang seni  dia memutuskan untuk hijrah ke Jakarta. 


Prapto Pempek menjadi juara pelawak tunggal dalam lomba lawak  “Bing Slamet Memorial Cup” di Taman Ismail Marzuki Jakarta tahun 1983. 


Ia lalu membuat grup lawak dengan nama Satelit group. Kelompok lawak ini menjuarai Lomba Lawak Nasional AMPI (Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia) 1984 dan 1985 di Pasar Seni Ancol.  


Namanya kian makin berkibar setelah dia bergabung dan berguru dengan beberapa Pelawak Senior seperti alm S.Bagyo, Darto Helm, Diran, Eddy Sud, Eddy Gombloh dan para personil Srimulat; Timbul, Asmuni, Kadir, Tarzan, dan lain lain.



Prapto Pempek pernah meraih penghargaan dari institusi atau wadah organisasi profesi Perkumpulan Artis Film Indonesia (PAFINDO) pimp DR.HRM.Bagiono,SH,MBA sebagai artis terpuji. 


Kemudian Prapto Pempek juga pernah menyabet juara I pada Festival Film pendek lewat film “Bumerang” yang ikut dibintanginya Bersama Elma Theana, Wati Siregar, dan lain-lain. 


Bukan itu saja, dunia film- Layar lebar juga pernah dijajalnya ketika dia membintangi beberapa film kurang lebih ada 15 judul antara lain : Me versus High Heels, Eiffel I am love Part 1 dan 2, Kasinem is comming, beranak dalam kubur, security ugal-ugalan, dikejar pocong, dan masih banyak lagi. Sinetron yang diikutinya kurang lebih 50 judul dan 800 episode dan iklan kurang lebih 10 produk. 


Tampil bersama Gubernur Jambi, Dr. H. Al Haris, S.Sos.MH. (dok/Prapto Pempek.


Prapto Pempek ingin menghibahkan piala yang pernah diperolehnya sebagai seniman lawak ke Pemerintah Provinsi Jambi, semata-mata sebagai motovasi pada masyarakat jambi dan sebagai bukti bahwa putra Jambi pernah menjadi juara lawak nasional. 


Perjalanan

Perjalanan manusia selalu memiliki ke-khassannya masing-masing, tak terkecuali  Prapto Pempek yang pernah menjadi karyawan perusahaan asuransi di Jambi dan pernah bekerja pada Dinas PU di Muara Bungo ditempatkan pada proyek pertambangan batu di Bukit Manggis, Bukit Telago, Senamat, Muara Bungo.


Prapto Pempek juga pernah bekerja di Pemda Kotamadya Jambi. Terakhir, dia bekerja di PT Telkom. Namun, perjalanannya sebagai pegawai itu, rupanya tak cukup memuaskan hatinya. Gairah berkesenian dalam dirinya jauh lebih meluap. 


Irjen Pol (P) Drs.H.Syafril Nursal,SH,MH, Ketua Umum BMKJN (Badan Musyawarah Keluarga Jambi Nasional), Meluncurkan BUKU 65 TOKOH PERSPEKTIF PEMIKIRAN MEMBANGUN JAMBI. Image:ist/dok/Prapto Pempek.


Dialah yang bernama lengkap Suprapto Suryani Pempek. Nama panggungnya Prapto Pempek alias PakDe, seorang seniman serba bisa yang tetap eksis hingga kini. Sejak era 1980-an, Prapto sudah dikenal sebagai seorang pelawak di Kota Palembang.


Dari Jambi, Pakde Prapto melanglang buana dari Sabang sampai Merauke. Dia mengisi berbagai panggung hiburan bersama sejumlah pelawak ibu kota dan berperan di sejumlah produksi film dan sinetron serta menggagas berbagai pertunjukan seni dengan bendera artis satelit nusantara.  


Sosok PakDe Prapto memang dikenal supel dan pandai berkomunikasi dengan beragam orang dan komunitas. Karakter ini sudah terbentuk sejak dia kecil. 


Bersama teman sebayanya di Sungai Bengkal, Tebo, PakDe Prapto sudah terbiasa mencumbu cantik dengan beningnya air Sungai Batanghari. Sungai itu persis melintas di depan rumahnya. 


"Rumah kami di pinggir Sungai Batanghari. Dulu, Sungai Batanghari bagus nian, bening aeknyo biso diminum. Ikan kelihatan. Kami cari ikan mudah nian, mancing pasti dapat,apalagi kami pandai memukat (jaring)” cerita Prapto Pempek.


Prapto Pempek, Kadir dan Doyok. 


Dengan pangilan akrab PakDe Prapto, ia bercerita, di era 1960-an itu memang begitu indah. Dengan bertelanjang, dia terjun ke sungai Batanghari, berenang dan mencari ikan. Namun, keasyikan itu terhenti ketika mereka bertemu ikan Buntal. 


“Ikan Buntal bentuknya kecil, bulat dan lucu. Tapi, jari bisa putus kalau digigitnya," ujarnya, "yang lebih ngeri lagi jika bertemu dengan ikan tapah, bentuknya besar bisa sebesar kerbau atau sebesar perahu dan bisa memangsa orang seperti buaya.” Papar PakDe Prapto. 


Seperti anak-anak kampung pada umumnya, ia juga berkumpul di surau yang merupakan  kegiatan yang tak pernah PakDe lewatkan. Selain mengaji sampai khataman Al-Qur’an, surau juga menjadi tempat berkumpul dan bermain hingga larut malam. 


PakDe Prapto bersekolah di Sekolah Rakyat Sungai Bengkal dan jika Ujian harus ke Tebo. Jaraknya 60 kilometer dari rumahnya. Sebuah jarak yang terhitung lumayan jauh kala itu. Ditambah dengan belum mulusnya jalan, menuju Tebo bisa menjadi sebuah siksaan. 


"Kalau naik mobil bisa nginep di tengah jalan, sebab jalannya di daerah Sungai Keruh dan Betung," ujarnya. °Bersambung


Terdiri dari 3 bagian berita:

<1️⃣   2️⃣   3️⃣>


_____________________

•Dosi bre'      •Editor:  Red

Sumber: wawancara Prapto Pempek/Buku 65 tokoh Jambi/image:dok'/prapto Pempek


BERITA PILIHAN

Jejak Tokoh Pers Indonesia Adam Malik

Seorang Politikus yang Mantan Jurnalis 'Semua Bisa Diatur'

Marhaban Janji Benahi ICMI Kota Bekasi

Usai Dilantik Sebagai Tim Ekonomi dan Inovasi ICMI Pusat

Mantan Pembina GMBI

Anton Charliyan Kecam Keras Ulah Anggota GMBI Yang Tunggangi Patung Maung Lodaya

.

Aksi GMBI di Polda Jabar

Tuntut Tangkap Aktor Intelektual Pembunuhan Anggota GMBI Malah Berujung Rusuh   

Akhir Pekan Tri Adhianto

Dari Kegiatan Subuh Keliling di Masjid Rawalumbu Hingga Meninjau Vaksinasi

Tim Tabur Kejari Sumut Amankan DPO

Kasus Pidum Pemalsuan Bon Pembelian Minyak 

1 Kasus Diduga Libatkan Oknum Jaksa

Kejagung Teliti Ratusan Laporan soal Mafia Tanah

Praktisi Hukum Bambang Sunaryo;

Tri Adhianto Jangan 'Tergoda' Mendahulukan Kepentingan Politik Pragmatis

Ketua IWO Kota Bekasi Iwan Nendi;

Minta Plt Walikota Tri Segera Cairkan Belanja Rutin O koperasional, Gaji ASN dan TKK

IKS PI Kera Sakti Milad 42 Tahun

Bersatu Berjuang Menuju Kejayaan

Rapat Sinergitas 3 Pilar di Lingkungan Kecamatan Bekasi Timur

Tokoh Remaja dan Pemuda Dilibatkan dalam Rapat Dong


DPO

Daftar Pencarian Orang 


Inilah daftar DPO yang dilansir (13/1/22) - (18/1/2022) dari Polda Metro Jaya //reskrimum.metro.polri. 

Diharapkan bagi yang melihatnya laporkan.

   



  •  
  • BERITA LALU


    Bikin Polisi Tidur Jangan Asal

    Bisa Dipenjara Atau Denda Rp 24 Juta


    Kantor Dinas Tata Ruang Kota Bekasi

    Dikunjungi Wakil Ketua DPRD Kota Tanjungpinang


    Sugeng Teguh IPW

    Baru Hebat Kalau KPK Melaksanakan Tracing Asset Tanpa Pandang Bulu 


    Pelaku Pemerkosaan 13 Santriwati

    Dituntut Hukuman Mati


    Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie 

    Dihukum Setahun Penjara


    Pelantikan Kejaksaan RI

    Sunarta Resmi Dilantik Sebagai Wakil Jaksa Agung


    Keraton Surakarta

    Anugerahi Gelar Kanjeng Raden Temanggung Kepada Tri Adhianto


    Iming Iming Bisa Bekerja di kantor Pemkot Bekasi

    Calon Penipu TKK Bertarif Rp20-30Juta Dicikuk 


    Ridwan Kamil 

    Serahkan Surat Penugasan ke Tri Adhianto Sebagai Plt.Walikota Bekasi 


    Cassandra Angelie

    Terseret'  Sejumlah Dugaan Nama Nama Artis


    ⭕KILASBERITA


    KUHAP APA Melaporkan KSAD Jenderal Dudung Abdurachman


    Jakarta- Jenderal Dudung Abdurachman dilaporkan  oleh Koalisi Ulama, Habaib, dan Pengacara Anti Penodaan Agama (KUHAP APA).


    Hal itu terkait  KSAD Jenderal Dudung Abdurachman terkait pernyataan 'Tuhan kita bukan orang Arab'. Laporan itu disampaikan Koalisi Ulama, Habaib, dan Pengacara Anti Penodaan Agama ke Pusat Polisi Militer TNI AD (Puspomad TNI).


    Adapun Dudung Abdurachman dilaporkan melanggar Pasal 156 KUHP, Pasal 156a KUHP, Pasal 14 dan Pasal 15 UU RI No 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana, Pasal 16 UU Nomor 40 Tahun 2008 tentang Diskriminasi RAS dan Etnis, Pasal 27 ayat 3 juncto Pasal 45 dan Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45a ayat 2 UU RI No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana diubah UU No 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.


    Laporan tersebut terkait dengan pernyataan Dudung Abdurachman di dalam video yang dipublikasikan di podcast YouTube Deddy Corbuzier berjudul 'Seram‼️ Naik Darah Saya‼️ Ini NKRI Bung!!'. Video tersebut di publikasikan pada 30 November 2021.


    Peradi Miliki Gedung Baru


    Jakarta- DPN Peradi secara resmi memiliki gedung baru berlantai tujuh yang akan digunakan sebagai kantor sekretariat nasional.


    Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia (DPN Peradi) menandatangani perjanjian jual-beli gedung kantor Peradi pada Kamis (20/1). Bertempat di The Majj, Senayan Golf and Resort, momen ini menandai bahwa secara resmi, DPN Peradi telah memiliki gedung baru berlantai tujuh yang akan digunakan sebagai kantor sekretariat nasional.


    Ketua Umum DPN Peradi Otto Hasibuan menandatangani AJB gedung kantor Peradi, Kamis (20/1).


    Gaga Muhammad Divonis 4,5 Tahun Penjara


    Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur menjatuhkan vonis 4,5 tahun penjara untuk Gaga Muhammad. Gaga Muhammad juga dikenakan denda Rp 10 juta.


    "Menjatuhkan pidana penjara selama 4 tahun dan 6 bulan, denda sebesar Rp 10 juta. Jika tidak bayar diganti kurungan 2 bulan penjara," kata Hakim Ketua Lingga Setiawan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur pada Rabu (19/1/ 2022).


    Gaga Muhammad divonis hakim atas kasus kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dirinya dan Laura Anna.(*)


    Pak Kades Nyaris Dimassa Karena Wanita


    Kades Talang Rendah Kecamatan Hulu Palik Bengkulu Utara (BU), memilih menyelamatkan diri dari kedatangan ratusan warga


    Sebelumnya, warga  mendatangi kediaman Kades hingga nyaris meluapkan emosinya dengan merusak kediaman Kades, Jumat (14/1) pukul 21.30 WIB


    Pasalnya, saat itu, istri Ka (Kades) berinisial Di (sudah bersuami) melihat mobil sang suami terparkir di jalan lintas Kelurahan Gunung Alam Arga Makmur dan di dalam mobil bersama As perempuan yang tak lain adalah tetangga atau warga desanya.Setelah itu warga semula ingin membawa Ka ke sidang adat. Kamis (13/1) lalu.


    Untuk menghindari aksi massa anarkis, polisi lantas menjemput Ka dan membawa ke Mapolres BU untuk diamankan.


    Jaksa Agung Burhanuddin, Proyek Satelit Kemenhan Dalam Waktu Dekat Masuk Penyidikan


    Jaksa Agung ST Burhanuddin menyebutkan, kasus pengadaan satelit slot orbit 123 derajat Bujur Timur dalam proyek satelit komunikasi pertahanan di Kementerian Pertahanan (Kemenhan) dalam waktu dekat akan masuk ke tingkat penyidikan.


    "Kami sudah melakukan penelitian dan pendalaman atas kasus ini, dan sekarang sudah hampir mengerucut. Insya Allah dalam waktu dekat perkara ini naik ke penyidikan," kata Burhanuddin dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Kamis (13/1/2022).(*)





    Follow:

    Facebook  Twitter  Instagram  Youtube     

      satgasnasNews
      Satgasnas.com

    KODE ETIK: Sesuai UU Pokok Pers No.40.Th.1999.Ps.18 - ayat 1 tentang Ps.4 ayat (2-3).Setiap orang yang menghalangi kegiatan keJurnalistikan, dipidana 2 tahun/ denda Rp.500.000.000,- ◾ Wartawan satgasnasNews dibekali ID Pers dan SK.


    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar