Sampaikan Amanat Kapolri : Wakapolri Tutup Pendidikan Taruna Akpol Angkatan ke-58

Ketua Dekranasda Kota Bekasi Hadiri Puncak HUT ke-46 Dekranas, Dorong UMKM…
6 menit lalu
Febrie Adriansyah Resmi Jadi Tersangka Digantikan Rudi Margono Ditunjuk Sebagai Pl…
 
Jutaan Rakyat Iran Berduka Banjiri Prosesi Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei
 
Brigjen TNI (Purn) H Kemal Hendrayadi Buka Suara Terkait Dinamika Daerah Otonomi…
 
Hadiri Event Jajanan Pasar, Tri Adhianto Harap Menjadi Agenda Rutin di Setiap…
 
Nyai Tangulun Gelar Sawala Budaya Sunda Ngalunsur Pusaka Indung
 
Wali Kota Bekasi bersama Polres Metro Bekasi Kota Gelar Doa Bersama Peringati HUT…
 
PNM Peduli Cabang Bekasi Berikan Sarana Prasarana untuk Support Pelatihan…
 
Di Hari Bhayangkara ke-80 Polri Menegaskan Komitmennya Mendukung…
 

13 Juli 2026

Potensi Pengembangan Wisata Arung Jeram Sungai Cimanuk sebagai Pendukung Kawasan Cagar Wisata Cibatu

◼️Oleh : Uus Sumirat 



@satgasnasNews📎GARUT
Pendahuluan

Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, memiliki potensi wisata yang cukup beragam, mulai dari wisata sejarah perkeretaapian, wisata budaya, hingga wisata alam. Salah satu potensi alam yang belum dikembangkan secara optimal adalah Sungai Cimanuk yang membelah wilayah Kecamatan Cibatu. Selain memiliki fungsi ekologis sebagai sumber daya air dan penyangga lingkungan, Sungai Cimanuk juga memiliki karakteristik morfologi yang sesuai untuk pengembangan wisata olahraga air, khususnya arung jeram (white water rafting).

Dalam beberapa kesempatan, aliran Sungai Cimanuk telah dimanfaatkan untuk kegiatan arung jeram yang melibatkan komunitas olahraga arus deras, pemerintah daerah, dan masyarakat. Salah satu lintasan yang telah digunakan adalah segmen Jembatan Mangkubumi hingga kawasan Beko, yang memiliki karakter aliran cukup stabil dengan kombinasi jeram ringan hingga menengah sehingga memberikan pengalaman yang menarik bagi peserta. Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa Sungai Cimanuk tidak hanya memiliki potensi secara fisik, tetapi juga telah memiliki rekam jejak pemanfaatan sebagai lokasi wisata minat khusus.

Keberadaan Sungai Cimanuk yang berdekatan dengan kawasan bersejarah perkeretaapian Cibatu membuka peluang untuk mengembangkan konsep wisata terpadu yang menggabungkan wisata sejarah (heritage tourism), wisata edukasi, wisata alam, dan wisata petualangan. Konsep tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing destinasi wisata Cibatu sekaligus memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

Potensi Fisik Sungai Cimanuk

Aliran Sungai Cimanuk pada wilayah Cibatu memiliki karakter yang cukup ideal untuk kegiatan arung jeram. Bentuk sungai yang berkelok, lebar aliran yang relatif memadai, serta variasi elevasi menghasilkan beberapa jeram alami yang memberikan tantangan tanpa mengurangi aspek keselamatan apabila dikelola sesuai standar operasional.

Pada musim normal, debit air Sungai Cimanuk relatif stabil sehingga memungkinkan kegiatan wisata berlangsung pada waktu-waktu tertentu dalam setahun. Di sepanjang aliran sungai juga masih terdapat vegetasi alami yang memberikan panorama menarik serta menciptakan suasana wisata berbasis alam yang asri.

Karakteristik tersebut menjadi modal dasar dalam pengembangan wisata petualangan yang mengedepankan prinsip konservasi lingkungan, keselamatan pengunjung, dan keberlanjutan kawasan.

Uji Coba Kegiatan Arung Jeram

Potensi Sungai Cimanuk bukan hanya berupa kajian teoritis, melainkan telah dibuktikan melalui pelaksanaan beberapa uji coba kegiatan arung jeram pada lintasan Kampung Bali dan Sasak Geblung  denagn titik finish di Ciseupan, Desa Sindangsuka. Kegiatan tersebut seingat penulis diprakarsai oleh Pemerintah Desa Cibatu, khususnya pada saat Dadang S. Ori menjabat sebagai Kepala Desa.

Lintasan tersebut dipilih karena memiliki beberapa keunggulan, antara lain:
a. akses menuju titik keberangkatan relatif mudah;
b. kondisi sungai cukup aman untuk pengarungan;
c. variasi jeram memberikan pengalaman yang menarik bagi peserta;
d. tersedia ruang yang memadai sebagai lokasi pemberangkatan dan penyelesaian pengarungan.

Pelaksanaan kegiatan tersebut menunjukan hasil positif sekaligus menjadi bukti bahwa Sungai Cimanuk layak dikembangkan menjadi destinasi wisata arung jeram secara permanen. Selain memberikan pengalaman olahraga dan rekreasi, kegiatan tersebut juga memperlihatkan antusiasme masyarakat terhadap pemanfaatan sungai sebagai ruang wisata.

Pengalaman penyelenggaraan ini menjadi modal penting dalam penyusunan standar operasional, pengelolaan keselamatan, penentuan kapasitas pengunjung, serta pengembangan kelembagaan pengelola wisata di masa mendatang.

Integrasi dengan Destinasi Wisata Lain di Cibatu

Keunggulan utama Cibatu dibandingkan daerah lain adalah keberadaan beberapa potensi wisata yang saling melengkapi, yaitu wisata sejarah perkeretaapian dan wisata alam.

Kawasan perumahan bersejarah karyawan KAI, Stasiun Cibatu, serta berbagai peninggalan sejarah perkeretaapian dapat dikembangkan sebagai kawasan cagar wisata. Sementara itu, Sungai Cimanuk menjadi daya tarik wisata petualangan yang mampu memperluas pilihan aktivitas wisatawan. Di ujung ada kawasan wisata alam Beko yang menawakan panorama alam yang tenang dan indah.



Bagi mereka yang masih ingin berpetualang sepanjanag sungai Cimanauk, bisa menelusuri segmen arung jeram berikutnya bisa dilanjutkan dari Beko hinga Ciseupan di desa Sindanagsuka.

Integrasi beberapa potensi wisata tersebut dapat diwujudkan melalui paket wisata terpadu, misalnya:
a. wisata sejarah Stasiun Cibatu;
b. kunjungan ke kompleks perumahan bersejarah KAI;
c. galeri sejarah perkeretaapian;
d. wisata kuliner khas Cibatu;
e. arung jeram Sungai Cimanuk;
e. Wisata alam Beko;
f. pertunjukan seni budaya lokal;
g. wisata produk UMKM.

Dengan konsep tersebut, wisatawan tidak hanya datang untuk satu aktivitas, tetapi memperoleh pengalaman wisata yang lebih lengkap sehingga meningkatkan lama tinggal (length of stay) dan pengeluaran wisatawan di wilayah Cibatu.

Pengembangan Kawasan Wisata Arung Jeram

Pengembangan kawasan wisata arung jeram di Sungai Cimanuk merupakan salah satu strategi untuk mengoptimalkan potensi sumber daya alam Kecamatan Cibatu sekaligus memperkuat diversifikasi produk wisata Kabupaten Garut. Keberadaan Sungai Cimanuk yang melintasi kawasan Cibatu tidak hanya memiliki fungsi hidrologis dan ekologis, tetapi juga menyimpan potensi sebagai destinasi wisata minat khusus yang memadukan unsur olahraga, petualangan, edukasi, dan konservasi lingkungan.

Potensi tersebut telah dibuktikan melalui beberapa kegiatan arung jeram yang pernah dilaksanakan pada lintasan Jembatan Mangkubumi hingga Beko, yang menunjukkan bahwa karakter aliran sungai, kondisi morfologi, serta aksesibilitas kawasan cukup mendukung penyelenggaraan kegiatan wisata arus deras. Pengalaman tersebut menjadi modal awal yang penting untuk mengembangkan wisata arung jeram secara lebih terencana, profesional, dan berkelanjutan dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan, daya dukung lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat setempat.

Pengembangan wisata arung jeram di Cibatu tidak diarahkan sebagai objek wisata yang berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari konsep Kawasan Cagar Wisata Cibatu yang mengintegrasikan warisan sejarah perkeretaapian, wisata alam, wisata budaya, dan ekonomi kreatif. Kedekatan Sungai Cimanuk dengan Stasiun Cibatu serta kompleks perumahan bersejarah karyawan PT Kereta Api Indonesia (KAI) memberikan peluang untuk menciptakan paket wisata terpadu yang menawarkan pengalaman berbeda dibandingkan destinasi lain di Kabupaten Garut.

Melalui konsep tersebut, wisatawan dapat menikmati rangkaian aktivitas yang saling melengkapi, mulai dari wisata sejarah perkeretaapian, jelajah kawasan heritage, wisata kuliner lokal, hingga kegiatan arung jeram di Sungai Cimanuk. Integrasi berbagai atraksi wisata ini diharapkan mampu meningkatkan lama tinggal (length of stay) wisatawan, memperluas peluang usaha bagi masyarakat, mengembangkan ekonomi kreatif, serta memberikan kontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Garut.

Dengan demikian, pengembangan kawasan wisata arung jeram tidak hanya berorientasi pada penyediaan sarana rekreasi, tetapi juga menjadi instrumen pembangunan wilayah yang mendukung pelestarian lingkungan sungai, pemberdayaan masyarakat, penguatan identitas kawasan, dan peningkatan daya saing pariwisata Cibatu sebagai destinasi wisata terpadu berbasis warisan budaya dan potensi alam.



Agar wisata arung jeram berkembang secara berkelanjutan, diperlukan penataan kawasan yang meliputi :

a. Penataan Titik Start

Kawasan Jembatan Mangkubumi dapat dikembangkan sebagai gerbang wisata arung jeram dengan fasilitas seperti :
- area parkir;
- loket pelayanan;
- ruang registrasi;
- gudang peralatan;
- ruang briefing;
- tempat istirahat atau persiapan;
- Toilet;
- mushola;
- pusat informasi wisata.

b.  Penataan Jalur Pengarungan

Lintasan menuju Beko perlu dipetakan berdasarkan karakter jeram, tingkat kesulitan, titik evakuasi, dan zona keselamatan sehingga memenuhi standar kegiatan wisata olahraga air.

c.  Penataan Titik Finish

Pada kawasan Beko dapat dikembangkan seperti :
- area penerimaan peserta;
- ruang bilas;
- ruang ganti;
- tempat istirahat;
- kios UMKM;
- pusat kuliner;
- lokasi pertunjukan seni.

d.  Infrastruktur Pendukung

Pengembangan kawasan perlu didukung oleh:
- papan interpretasi;
- jalur pedestrian;
- rambu keselamatan;
- sistem komunikasi darurat;
- tempat pengelolaan sampah;
- penghijauan sempadan sungai;
- penerangan kawasan. 

Dampak Ekonomi dan Sosial

Pengembangan kawasan wisata arung jeram di Sungai Cimanuk tidak hanya bertujuan menciptakan atraksi wisata baru, tetapi juga menjadi instrumen pembangunan daerah yang mampu memberikan manfaat ekonomi dan sosial secara berkelanjutan. Sebagai bagian dari pengembangan Kawasan Cagar Wisata Cibatu, keberadaan wisata arung jeram diharapkan menjadi penggerak aktivitas ekonomi lokal melalui peningkatan kunjungan wisatawan, berkembangnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta terbukanya peluang investasi pada sektor pariwisata dan jasa pendukung.

Peningkatan jumlah wisatawan akan mendorong tumbuhnya berbagai kegiatan ekonomi, seperti penyediaan jasa pemandu arung jeram, penyewaan peralatan, transportasi lokal, penginapan, rumah makan, pusat oleh-oleh, hingga usaha ekonomi kreatif yang memanfaatkan potensi lokal. Efek berganda (multiplier effect) dari aktivitas tersebut akan memperluas kesempatan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan memperkuat struktur ekonomi kawasan.

Dari sisi sosial, pengembangan wisata arung jeram diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan destinasi melalui pembentukan kelompok sadar wisata (Pokdarwis), Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), koperasi, maupun kemitraan dengan pelaku usaha dan komunitas olahraga arus deras. Keterlibatan masyarakat sejak tahap perencanaan, pengelolaan, hingga pengawasan akan memperkuat rasa memiliki terhadap kawasan, sekaligus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang pelayanan wisata, keselamatan, konservasi lingkungan, dan kewirausahaan.

Pengembangan kawasan juga berpotensi mendorong pelestarian lingkungan Sungai Cimanuk. Ketika sungai menjadi aset wisata yang memberikan manfaat ekonomi, masyarakat dan para pemangku kepentingan akan memiliki kepentingan bersama untuk menjaga kualitas air, melindungi sempadan sungai, mengendalikan pencemaran, dan mempertahankan kelestarian vegetasi riparian. Dengan demikian, pengembangan wisata arung jeram tidak hanya menghasilkan manfaat ekonomi, tetapi juga memperkuat kesadaran terhadap pentingnya konservasi sumber daya alam.

Pada skala yang lebih luas, meningkatnya aktivitas pariwisata akan memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Garut melalui penerimaan pajak hotel, restoran, hiburan, parkir, dan retribusi jasa pariwisata. Bersamaan dengan itu, meningkatnya citra Cibatu sebagai destinasi wisata terpadu berbasis warisan budaya dan wisata alam diharapkan mampu menarik investasi baru, memperluas jaringan usaha, serta mendukung pemerataan pembangunan ekonomi di wilayah timur Kabupaten Garut.

Oleh karena itu, pengembangan wisata arung jeram perlu dipandang sebagai bagian dari strategi pembangunan kawasan yang mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan. Keberhasilan pengembangannya akan bergantung pada sinergi antara pemerintah daerah, PT Kereta Api Indonesia, pemerintah desa, masyarakat, pelaku usaha, dan komunitas lokal dalam mewujudkan destinasi wisata yang berdaya saing, inklusif, dan berkelanjutan.

Strategi Pengelolaan Berkelanjutan

Keberhasilan pengembangan kawasan wisata arung jeram di Sungai Cimanuk tidak hanya ditentukan oleh potensi sumber daya alam dan pembangunan sarana prasarana, tetapi juga oleh sistem pengelolaan yang mampu menjamin keberlanjutan fungsi ekologis, ekonomi, sosial, dan budaya kawasan. Oleh karena itu, strategi pengelolaan perlu dirancang secara terpadu agar pemanfaatan kawasan sebagai destinasi wisata dapat berlangsung secara berkesinambungan tanpa mengurangi kualitas lingkungan maupun nilai-nilai yang menjadi identitas kawasan.

Pendekatan pengelolaan berkelanjutan mengacu pada prinsip keseimbangan antara pelestarian lingkungan, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan ekonomi lokal. Dalam konteks Sungai Cimanuk, pengembangan wisata arung jeram harus tetap menjaga kualitas ekosistem sungai melalui pengendalian pencemaran, perlindungan sempadan sungai, konservasi vegetasi riparian, serta pengelolaan sumber daya air yang memperhatikan daya dukung dan daya tampung lingkungan. Dengan demikian, keberadaan kegiatan wisata tidak menjadi penyebab degradasi lingkungan, tetapi justru menjadi insentif bagi upaya konservasi.

Di sisi lain, keberlanjutan pengelolaan juga memerlukan kelembagaan yang kuat dan kolaboratif. Pemerintah Kabupaten Garut, pemerintah desa, PT Kereta Api Indonesia, komunitas olahraga arus deras, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), kelompok sadar wisata (Pokdarwis), pelaku usaha, dan masyarakat perlu membangun pola kemitraan yang jelas dalam perencanaan, pengelolaan, pembiayaan, promosi, serta pengawasan kawasan. Pembagian peran yang terstruktur akan meningkatkan efektivitas pengelolaan sekaligus memperkuat rasa memiliki terhadap kawasan wisata.

Strategi pengelolaan juga harus memperhatikan aspek keselamatan sebagai unsur utama dalam penyelenggaraan wisata arung jeram. Penerapan standar operasional prosedur (SOP), pelatihan pemandu bersertifikat, penyediaan peralatan yang memenuhi standar keselamatan, sistem peringatan dini terhadap perubahan debit sungai, serta kesiapsiagaan dalam penanganan keadaan darurat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pengelolaan destinasi wisata berbasis olahraga alam.

Selain itu, pengembangan wisata arung jeram perlu diintegrasikan dengan pengelolaan Kawasan Cagar Wisata Cibatu secara menyeluruh. Sinergi antara wisata sejarah perkeretaapian, wisata alam, wisata budaya, dan ekonomi kreatif akan menghasilkan destinasi yang memiliki nilai tambah dan daya saing lebih tinggi dibandingkan pengembangan objek wisata secara terpisah. Pendekatan kawasan ini juga akan memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat melalui pengembangan UMKM, jasa wisata, homestay, kuliner lokal, serta penyelenggaraan berbagai kegiatan budaya dan olahraga.

Dengan menerapkan strategi pengelolaan yang berkelanjutan, kawasan wisata arung jeram Sungai Cimanuk diharapkan mampu berkembang sebagai destinasi yang aman, berkualitas, berwawasan lingkungan, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Pada saat yang sama, pengelolaan yang baik akan mendukung pelestarian kawasan cagar wisata Cibatu sebagai warisan budaya dan aset pembangunan daerah yang mampu berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Garut.

Melalui pengelolaan yang baik, Sungai Cimanuk dapat menjadi destinasi wisata petualangan yang aman, berdaya saing, dan tetap menjaga kelestarian lingkungan.

Penutup

Keberhasilan pelaksanaan kegiatan arung jeram pada lintasan Jembatan Mangkubumi–Beko menunjukkan bahwa Sungai Cimanuk memiliki potensi nyata untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata minat khusus di Kecamatan Cibatu. Potensi tersebut menjadi semakin strategis karena berada dalam satu kawasan dengan aset sejarah perkeretaapian yang memiliki nilai budaya tinggi.

Pengembangan wisata arung jeram yang dipadukan dengan kawasan cagar wisata perkeretaapian akan menciptakan destinasi wisata terpadu yang menggabungkan unsur sejarah, pendidikan, budaya, olahraga, dan ekowisata. Konsep ini diharapkan mampu meningkatkan daya tarik Kabupaten Garut, memperpanjang lama tinggal wisatawan, memperkuat ekonomi masyarakat, serta meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor pariwisata.

Dengan dukungan pemerintah daerah, PT Kereta Api Indonesia, pemerintah desa, komunitas olahraga arus deras, pelaku usaha, dan masyarakat, Sungai Cimanuk berpotensi berkembang menjadi salah satu ikon wisata petualangan di Kabupaten Garut yang melengkapi identitas Cibatu sebagai kawasan warisan perkeretaapian dan destinasi wisata unggulan Jawa Barat.*
•Red/Us

🛡️Redaksi: Dosi Bre'| www.satgasnas.com




Quotes Populer

1. "Alasan mengapa ada begitu sedikit politisi wanita adalah karena terlalu merepotkan untuk merias wajah di dua wajah." - Maureen Murphy
2. "Dalam politik, tidak ada musuh abadi atau teman abadi."
3. "Semuanya berubah. Orang-orang menganggap serius komedian dan para politisi dianggap sebagai lelucon." - Will Rogers


    • Nadiem Makarim Dihukum 10 + 5 Tahun …
    • DOB Garut Utara :Menggeser Narasi Perjuangan dari Pemek…
    • Momentum Pemetaan Kekuatan Ekraf Nasional di Sensus Eko…
    • Transformasi Mizuda Jadi Inspirasi Walikota Bekasi Meng…
    • Imbas Gelombang Panas Ekstrem di Eropa Parah Menurut WH…
    • Kecelakaan Truk Picu Kemacetan di Simpang…

  • Buronan Angelo Pandeli Kasus Narkoba …
  • Sebut 26 Nama dalam BAP : Eks Waka BGN Sony Sonjay…
  • Keponakan Bupati Muara Enim Jadi Tersangka Kasus Pengad…
  • Kepala BGN Ditangkap, Fathul Enggan Berspekulasi Terkai…
  • Merosotnya Harga Emas Antam disorot terakhir kalinya dalam…
  • JPPI Menilai Bukti Nyata Pengabaian Konstitusi …





  Foto Kita  





  Foto Berita  







SatgasnasNews ©
SatgasnasNews 
Google
Wali Kota Bekasi bersama Polres Metro Bekasi Kota Gelar Doa Bersama Peringati HUT…
2 hari lalu
PNM Peduli Cabang Bekasi Berikan Sarana Prasarana untuk Support Pelatihan…
2 hari lalu
Di Hari Bhayangkara ke-80 Polri Menegaskan Komitmennya Mendukung…
2 hari lalu
Kreativitas Kepala Daerah Menentukan Masa Depan DOB: Mengubah Kekayaan…
3 hari lalu
Transformasi Mizuda Jadi Inspirasi Walikota Bekasi Mengembangkan…
3 hari lalu
Kecelakaan Truk Picu Kemacetan di Simpang Unisma Bekasi
6 hari lalu
Sugeng Teguh Santoso IPW
6 hari lalu
Dampingi Ketua MPR RI, Wawali Harris Bobihoe Sampaikan Peran Strategis…
seminggu lalu
Menggeser Narasi Perjuangan Dari Pemekaran Daerah Menjadi Kesejahteraan…
seminggu lalu
Forum Grup Discusion di Puskesmas Seroja, Kelurahan Harapanjaya, Bekasi Utara…
seminggu lalu
Plh Walkot Harris Bobihoe Bahas Solusi Persampahan dan Tindak Tegas Oknum…
baru saja
Garut Utara Benar-benar Siap Lepas Landas
2 menit lalu
Detasemen K-9 Baharkam Polri Kawal CFD Margonda Depok Hingga Aman Terkendali
6 menit lalu
Butuh Langkah Terukur Agar DOB Garut Utara Benar-benar Siap Lepas Landas
8 menit lalu
Kelurahan Perwira Gelar Sosialisasi Program Penataan lingkungan Bekasi Keren…
10 menit lalu
Optimalkan Penegakan Hukum Elektronik, Korlantas Polri Akan Gelar Operasi Patuh 2026
12 menit lalu
Wakil Ketua DPC Pondok Gede Nurul Fahmi F. Syah, S.Pd, MM Resmi Mempersunting Bidan…
16 menit lalu
Plh. Wali Kota Bekasi Harris Bobihoe Hadiri Pisah Sambut Kajati Jabar Pakuan Bandung
20 menit lalu
UNPAD Gelar Ekspose Kajian CPDOB Garut Utara, Mendapatkan Nilai 400 dan…
23 menit lalu
Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Mabes Polri Tegaskan Nilai Luhur Bangs…
25 menit lalu
Berawal dari Keluhan Pasien, Bidan Afita Soroti Pentingnya Skincare Aman untuk Bumil…

Pengembangan Dryport di Kawasan Industri Batang Didukung Pelindo

Humas Polri Rebut Kepercayaan Publik Tegas Wakapolri Komjen Dedi…

Atasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Ilegal, Polri dan Kementerian Haji Bentuk…

Bareskrim Polri Sita 12 Kilogram Sabu di Pelabuhan Bakauheni

11 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Dilantik Gubernur DKI Pramono

Super App Polri Kini Semakin Lengkap dan Transparan

RW 001 Peduli Ikuti Edukasi - Tingkatkan Kesiapsiagaan

Festival Adu Bedug dan Dondang ke-19 Meriahkan Mustika Jaya, Tri Adhianto Aj…

1000 ORANG GARUT "TUMPLEK" DI CIBUBUR