19 Maret 2026: Hari Suci Nyepi

15.3.26

Teror Air Keras : Mengotori cita-cita Pemerintahan Demokratis

Oleh : Uus Sumirat
Dewan Redaksi SatgasnasNews 
Viral berita penyiraman air keras terhadap Andrie Yunis, seorang aktivis HAM memicu perhatian luas publik di Indonesia. Kronologi kezoliman tersebut terjadi pada Kamis malam, 12 Maret 2026, di kawasan Salemba, Jakarta Pusat.


Saat itu Andrie baru selesai merekam podcast di kantor lembaga bantuan hukum dan sedang berkendara dengan sepeda motor ketika diserang oleh dua orang tak dikenal yang juga menggunakan motor. Salah satu pelaku yang menjadi penumpang motor melemparkan cairan yang diduga air keras itu ke arah wajah korban sebelum melarikan diri. Namun kejadian tersebut terekam kamera CCTV yang terpasang di lokasi. 

Akibat tindak kezaholiman tersebut, Andrie mengalami luka bakar serius di wajah, mata, tangan, dan dada, dengan sekitar 24% tubuhnya mengalami luka bakar. Ia kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif. 

Kasus ini kontan viral di media sosial dan memicu kecaman dari berbagai kalangan. Banyak organisasi masyarakat sipil menilai serangan tersebut sebagai upaya membungkam suara kritis dan pembela hak asasi manusia. 

Tak kurang banyak anggota masyarakat bahkan sejumlah pejabat dan anggota parlemen juga sangat geram dan  menilai peristiwa ini sebagai peringatan serius bagi kondisi demokrasi dan perlindungan kebebasan sipil di Indonesia. 

Ancaman terhadap  Demokrasi

Penyiraman air keras terhadap seorang aktivis  seperti  bung Andrie Yunus itu bukan sekadar sebuah peristiwa kriminal atau tindak kezhaliman brutal biasa akan tetapi sekligus mejadi pesan teror yang terang-terangan sebagai sebuah ancaman nyata yang  ditujukan kepada siapa pun yang berani bersuara kritis. 

Perbuatan tersebut bukan hanya melukai tubuh korban, tetapi juga perasaan warga masyarakat Indonesia sekaligus menodai semangat demokrasi yang sedang dibangun bangsa ini melalyi cara-cara yang tidak beradab untuk menumpas keberanian publik yang mempertanyakan arah kebijakan penguasa.

Dalam sebuah negara yang mengaku dibangun dengan azas demokratis, aktivisme seharusnya dipandang sebagai bagian dari kehidupan publik yang sehat dengan melakukan kontrol atau pengawasan terhadap potensi penyalahgunaan wewenang oleh aparatur negara. 

Aktivis sering berada di garis depan untuk mengungkap penyimpamgan, memperjuangkan hak-hak warga negara dan  menjaga agar negara tetap berada dalam koridor hukum dan moral sebagaimana ditetapkan dalam konstitusi. Ketika seorang aktivis diperlakukan secara tidak beradab, maka yang sedang dipertaruhkan bukan hanya keselamatan individu, tetapi juga kualitas demokrasi itu sendiri.

Penyiraman air keras adalah bentuk kekerasan yang memiliki karakter intimidatif yang sangat kuat. Luka yang ditimbulkan tidak hanya bersifat permanen secara fisik, tetapi juga menjadi simbol upaya pembungkaman suara nurani warga negara. Kezhaliman semacam ini seolah ingin menyampaikan pesan: siapa pun yang terlalu kritis dan vokal akan menghadapi konsekuensi yang mengerikan.

Karena itu, negara tidak boleh memperlakukan kasus seperti ini sebagai kriminalitas biasa. Penyelidikan harus dilakukan secara transparan, menyeluruh, dan berani menyentuh siapa pun yang terlibat, termasuk kemungkinan adanya aktor intelektual di baliknya. Tanpa keberanian politik untuk mengungkap kebenaran secara tuntas, publik akan melihat bahwa kekerasan dapat digunakan sebagai instrumen untuk membungkam kritik.

Lebih berbahaya lagi adalah ketika masyarakat mulai menganggap kekerasan terhadap aktivis sebagai sesuatu yang “biasa”. Normalisasi semacam ini hanya akan mempersempit ruang kebebasan sipil dan memperkuat budaya ketakutan. Demokrasi tidak mati hanya melalui kudeta atau pembubaran parlemen; ia juga bisa mati perlahan ketika warga takut berbicara.

Apakah kondisi seperti ini yang diinginkan oleh Pemerintahan sekarang? Belum tentu, boleh jadi ada pihaklain yang ingin bermain dengan memeberi kesan seolah  pemerintah kita saat ini anti demokrasi. Oleh karena itu Pemerintah harus bertindak cepat dalam menangani masalah ini demi menjaga citra pemerintahaan yang bersih dan demokratis. Lebih khsusus, Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai garda terdapan dalam menjaga keamanan negara, harus segera bergerak cepat secara proporsional dan profesional untuk sesegera mungkin mengungkap kasus ini, termasuk siapa sebenarnya yang menjadi dalang dibalik tindak kezaliman dan kebiadaban tersebut,

Kezaliman di bulan Suci Ramadhan

Penulis ingin sedikit mengulas tindak kezahaliman itu dari sudut pandanh agama, khsusunyta agama Islam. Dalam ajaran agama Islam, kezahaliman sangat dibenci oleh Allah SWT. Apalagi jika dilakukan di bilan suci Ramahan.
Allah SWT berfirman:
“Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa.”
(QS. Al-Ma’idah: 8)

Ayat ini menegaskan bahwa kezaliman tidak dibenarkan dalam kondisi apa pun, bahkan terhadap orang yang tidak kita sukai.

Selanjutnya Allah  SWT berfirman:
“Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim.”
(QS. Ali Imran: 57)

Ayat ini menunjukkan bahwa kezaliman adalah perbuatan yang sangat dibenci oleh Allah SWT, sehingga seorang Muslim harus menjauhinya.

Rasulullah SAW bersabda:
“Takutlah kalian terhadap kezaliman, karena kezaliman adalah kegelapan pada hari kiamat.”
(Hadis dalam Sahih Muslim)

Dalam hadis ini ditegaskan bahwa segala bentuk kezaliman, baik kepada Allah SWT mauoun sesama manusia, akan menjadi penyesalan besar di akhirat, terlebih jika dilakukan pada waktu yang mulia seperti Ramadan.

Bulan suci Ramadan adalah waktu yang sangat istimewa. Amalan baik akan dilipatgandakan pahalanya, drmikian pulaperbuatan dosa dan kezhaliman juga memiliki bebean hukuman yang lebih berat karena dilakukan di waktu yang dimuliakan.

Pada bulan Ramadan, setiap amal saleh memiliki nilai yang lebih besar dibanding bulan lain. Dalam hadis riwayat Muhammad disebutkan bahwa pahala amal bisa dilipatgandakan berkali-kali.

Sepadan dengan hal tersebut, aksi kezhaliman walaupun tidak secara tegas dinyatakan akan  “dilipatgandakan” secara jumlah seperti pahala, namun melakukan dosa di waktu yang mulia seperti Ramadan dianggap lebih berat karena:
1.Melanggar kehormatan bulan suci
2.Dilakukan saat umat Islam sedang diperintahkan meningkatkan ketakwaan

Penutup

Tindak kezahaliman penyiraman air keras terhadap seorang aktivis harus dibaca sebagai peringatan keras bahwa ruang demokrasi tidak pernah benar-benar aman tanpa perlindungan yang nyata. Negara wajib menjamin keselamatan setiap warga yang memperjuangkan kepentingan publik, bukan membiarkan mereka berdiri sendirian menghadapi teror.

Jika kekerasan semacam ini dibiarkan tanpa keadilan yang jelas, maka pesan yang sampai kepada publik sangat sederhana namun berbahaya: kebenaran boleh diperjuangkan, tetapi risikonya adalah keselamatan diri. Dan ketika ketakutan menjadi harga dari keberanian, demokrasi sebenarnya sudah mulai kehilangan maknanya.

Khusus kepada pelaku kezhaliman tersebut, termasuk mereka yang menjadi dalangnya,  perlu diingatkan bahwa tindakannya itu sungguh biadab dan tidak bermoral. Selain ancaman pidana, jika Kepolisian Negara Republik Indonesia berhasil mengungkapnya, juga hukum Allah yang maha berat sudah menantinya di alam akhirat kelak. Disarankan segera bertobat dan meminta maaf, termasuk kepada korban yang  telah begitu menderita akibat ulahnya.[]
•Red
______________________________________________
Foto Berita





Flag Counter    🛡️ Redaksi : Dosi Bre' 🌐Post Youtube

  • Cover
  • Kabar 
  • Video
  •  

    SatgasnasNews ©
    SatgasnasNews ©
    Google
    Pemekaran Daerah : Hindari Euforia, Mari Realistis dan Terukur Agar DOB Tidak Lahi…

    Wali Kota Bekasi Hentikan Penggalian Kabel Optik di Kali Abang Tengah

    Kondisi Jalan Caringin Memprihatinkan Wali Kota Bekasi Tinjau Langsung

    Wali Kota Bekasi Datangi Nenek Atnah Korban Pencurian Modal Dagang Na…

    Disdamkarmat Kota Bekasi Warnai CFD dengan Edukasi dan Games Kebencanaan

    Jelang Ramadhan Pengurus dan Anggota Pokja Satria Utara Gelar Silaturahmi

    DIHADIR SARDI EFFENDI : Ratusan Warga Banjiri Bazar UMKM RW 021 Pesona…

    Tonggak Komitmen Warga: RW 013 Perumahan Bintang Metropol Gelar Kegiatan…

    Tri Adhianto Melaunching Ruang Simulator Gempa

    TRANSERA WATERPARK BIKIN KEJUTAN : Hadirkan Acara Spektakuler di Ultah…


    Layani 47 Titik Henti : Trans BeKen Resmi Beroperasi di Rute Terminal Bekasi–Harap…

    Polda Metro Jaya Gelar HPN 2026 di Balai Wartawan

    Dampak Limbah Kegiatan SPPG Bikin Resah Warga, DLH Kota Bekasi Bergerak

    Saat Tri Adhianto Menertibkan PKL dan Reklame Ilegal Diacungkan Golok Pedagang

    KORCAM DAN KORDES : Pilar Strategis Perjuangan Pemekaran Daerah

    Sengketa Tanah Wakaf YBHM

    Uus Sumirat Dukung Pers Sehat Berdaulat Sebagai Pilar Kempat Demokrasi

    Tampil Memukau Marawis Al Istiqomah RW 001 Harapan Jaya Raih Juara 1

    PD IWO Kota Bekasi Telah Dilantik

    APEL AKHIR TAHUN 2025 Junaedi : Tekankan Kesiapsiagaan Infrastruktur…

    Kepala Disbudpar Kabupaten Cianjur Mundur

    Calon Ketua DPD PAN Kota Bekasi Lukman Hakim Masuk Daftar 7 Formatur

    Jejak Ujaran Kebencian Digital

    DPD NASDEM KOTA BEKASI BENAHI INFRASTRUKTUR PARTAI

    Pelantikan 12 Pengurus DPC Partai Nasdem Se Kota Bekasi

    KASUS BUPATI BEKASI: Ayah dan Anak Tersandung Dugaan "Ijon Proyek" Kenakan Rompi…

    Terkait Royalti, MK Kabulkan Permohonan Armand Maulana Cs

    KPK OTT Bupati Bekasi Terkait Dugaan Suap Proyek

    Tri Adhianto: Program CITRA Indonesia Perkuat Pengelolaan Sampah Berbasis Ekonomi…

    Yayasan Bantuan Hukum Perempuan dan Anak Diresmikan di Bekasi


    Diduga Jadi Korban Kekerasan Sopir Truk : Bhabinkamtibmas Polsek Metro Penjaringan…

    Inspektorat Daerah Kota Bekasi Gelar Bimbingan Teknis Pengadaan Barang/Jasa…

    RESMI TERBENTUK : Pokja Wartawan Satria - Utara Siap Menjadi Mitra Publik

    Eks Karyawan Sritex : Diterima Kerja Lagi, Ada yang Tak Masalah Umur di Atas 35…

    Wujudkan “PKK Keren” dengan Aksi Nyata Pemberdayaan Keluarga

    WAWALI HARRIS BOBIHOE : Meneguhkan Peran Santri Dengan Nilai Kebangsaan

    Warga Padati Festival Olahraga Rawalumbu, Tri Adhianto Ajak Warga…

    JIKA PROGRAM GARUT HEBAT BERHASIL: Masihkah Kita Ingin Pemekaran?

    Hadiri Wisuda Ukri, Ini Pesan Wawali Harris Bobihoe Kepada Generasi Penerus

    Presiden Prabowo Ulang Tahun ke-74

    TANAMKAN WAWASAN KEBANGSAAN: PWI Pokja Jaksel Kerjasama dengan S…

    KOLABORASI MEDIA DAN ORMAS : Kapolda Metro Jaya Tegaskan Komitmennya Lew…

    Diskominfostandi Kota Bekasi Gelar Diseminasi Layanan NTPD 112 di Kecamatan…

    Kapolda Banten Kunjungi Mako Kopassus-Lanal di Serang untuk Perkuat…

    MENGELOLA SAMPAH : Upaya Menata Kehidupan yang Sehat dan Berkelanjutan

    Sembilan Kajati Ditarik ke Kejagung : Jaksa Agung ST Burhanuddin Memutasi 73…

    WAWALI HARRIS BOBIHOE : MBG Investasi Masa Depan Emas, Pemkot Bekasi Dukun…

    Buru Geng Motor Serang Warkop: Tim Gabungan Polda Metro Jaya Telah Kantongi…

    Wali Kota Bekasi Tinjau MPP yang Buka Layanan Saat Car Free Day, Urus Administrasi…

    Buka Program Pemagangan Ke Jepang: Wali Kota Bekasi Siapkan SDM Unggul dan…

    BUKTI KEJAHATAN JALANAN: Ratusan Sajam Dimusnahkan Polres Metro…

    ASN KOTA BEKASI GELAR JUMAT BERKAH: Wali Kota Tri Adhianto Turun Langsung…

    MBG DI GARUT : Perlu Penataan Kembali Program MBG

    TRANSFORMASI TOTAL ANGGOTA DEWAN: Sahkan RUU Perampasan Asset

    Rekam Jejak Sosok Irjen Pol Hengki Kapolda Banten

    Rincian Garis Besar RAPBD Kab Sumenep Tahun Anggaran 2026

    SAAT PIMPIN APEL PAGI : Kakorlantas Polri Tegaskan Tingkatkan Pelayanan Publik…

    IPW Mendesak Kapolda Membentuk Tim Investigasi Agar Perkap Pengawasan…

    Penempatan Pemangku Jabatan Pemerintah Kota Bekasi sebagai Pengurus pa…

    Wawali Harris Bobihoe Ajak Tokoh Masyarakat Siapkan Generasi Dengan Pendidika…

    Sosok Brigjen Ade Ary Kini Sebagai Karo Multimedia Divisi Humas Polri

    Menkeu Soroti Kudus Siapkan Kawasan Industri Tembakau 5 Ha

    Sejumlah Jabatan Jaksa di Dicopot

    Upaya Menguatkan Kemandirian Pangan Masyarakat

    PROGRAM 1 DESA 1 SARJANA DI GARUT: Harapan Baru untuk Masa…

    Wali Kota Tri Adhianto Lantik 385 PPPK dan PNS Baru, Tegaskan Kinerja Harus Lebi…

    GEBER 2 BURONAN INTERPOL : NCB Interpol Tidak Diam dan Terus Berkerja

    Bukti Kerja Nyata Jaga Warga Tetap Sehat : Kota Bekasi Raih Tiga Penghargaan Kesehata…

    Presiden Prabowo Bahas Perkembangan Program Pemerintah

    Tri Adhianto Pastikan 385 PPPK Tahap II Segera Dilantik 1 Oktober 2025


    TENTANG WILLIE SALIM : Willie Salim dan Ustaz Derry Bawa Langsung Bantuan…

    Resmikan GOR Bang Yan : Wali Kota Bekasi Buka Puncak Peringatan Hari Olahraga…

    Pelantikan Komite Reformasi Polri Tunggu Prabowo Pulang

    Bappelitbangda Kota Bekasi Gelar Rapat Koordinasi Riset dan Inovasi Tahun 2025

    Satpol PP Kota Bekasi Laksanakan Apel Gabungan dan Pembinaan Fisik

    DEMO BURUH LONTARKAN TUNTUTAN : Aksi Diwarnai Sholawat Bersama Polisi da…

    TERKAIT PELAPORAN DIRINYA: Arif Rahman Hakim Siap Lapor Balik dengan Kas…

    Terjebak Longsor di Tambang GBC: Tim penyelamat PT Freeport Indonesia…

    Dari Fun Run ke Festival UMKM, Walikota Buka Tiga Event Di CFD Ahmad Yani

    Wali Kota Bekasi Hadiri Puncak Karya Pujawati Dudonan ke-61 di Pura Tirta Buana

    SOROT 
    • Saat Arus Mudik Lebaran 2026 :Polri Siapkan Rekayasa La…
    • Pemerintah Tetapkan Hari Berkabung Nasional Atas Wafatn…
    • Wawali Harris Bobihoe Tinjau Langsung Warga Penerima Ma…
    • Masoud Pezeshkian: Amerika Serikat dan Israel Pembunuha…
    • Atap Bocor hingga Lampu Mati : Tri Adhianto Gerak …
    • In Memoriam Jejak Yan Apul SH : Sosok Pembaharu, "…


    VIDEO PILIHAN

    PROFIL

    Polri Siapkan Rekayasa Lalin One Way hingga  ... 



    Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan bahwa, Polri ...

    Prapto Pempek :

    Dari Pinggir Sungai...

    Kisah otobiografi Suprapto Suryani Pempek, alias Prapto Pempek atau PakDe...

    Adam Malik Seorang Politikus yang Mantan...

    Salah seorang Pahlawan Nasional Indonesia pada tanggal 6...



    Danau VIP Jadi Hidup Lagi, Tri Adhianto Tanam Pohon dan Tebar Ikan Bareng Warga

    Monitoring Penilaian Lapangan Untuk Anugerah Gapura Sri Baduga Tingkat…

    Pembacok Anggota TNI di Wonosobo Berhasil Ditangkap Ngumpet di Gubug

    Kapolda Metro Jaya : Perusuh yang Ditangkap, Bukan Pendemo

    Bupati Bekasi Dukung Proses Hukum Terkait Korupsi Dana Desa Sumberjaya

    Gandeng PT. Garuda Gemah Nusantara, Tri Adhianto Optimis Stadion Patriot Jadi…

    Lontarkan 4 Tuntutan : Demo Aliansi Rakyat Miskin Kota Datangi DPRD Kota Bekasi

    Konsolidasi NPCI Wilayah Jabar II: Tekankan Pemahaman Pengelolaan…

    Wawali Harris Bobihoe : Pelatihan Kewirausahaan Bagi Kelompok Rentan Cerminan…

    Wakil Wali Kota Bekasi Buka Gelar Teknologi Tepat Guna dan Lomba Inovasi Daerah

    Dua Pasang Kandidat Masuk Gelanggang Kongres PWI

    Demo 25 Agustus 2025 untuk Lumpuhkan DPR RI

    Kunjungan Urban Farming Bekasi Keren Panen Bawang Dayak dan Pembukaan Lom…

    2 Jenderal Ini Memimpin Polda Metro Jaya

    Polisi Tangkap 'Aktor Utama' Kasus Dugaan Pembunuhan Kepala Cabang BRI

    Jejak Christian Permana : Tim Inti Paskibraka Kabupaten Pandeglang

    Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto buka Roadshow MPP di Pasar Alam Vida

    Duet Wawali Harris Bobihoe Dan Obbie Messakh Bikin Malam Puncak HUT RI…

    PWI Bekasi Raya Gelar Family Gathering dan Donor Darah Bersama Transera Waterpark


    VIDEO LAWAS